Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uni Eropa Prihatin atas Eksekusi Massal Rezim Mesir

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 September 2018 06:21 6:21 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 September 2018 19:07
Bagikan
Anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara Rezim Al Sisi di Mesir
Bagikan

Hidayatullah.com–Uni Eropa (UE) hari Selasa menyatakan keprihatinan atas keputusan eksekusi massal di Mesir, kutip Anadolu Agency.

“Ada keraguan serius tentang hak terdakwa untuk pengadilan yang adil, sehubungan dengan eksekusi hukuman mati bagi 75 anggota Ikhwanul Muslimin oleh pengadilan di Mesir,” kata juru bicara Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Maja Kojiancic dalam sebuah pernyataan.

“Selain itu, situasi dari kasus-kasus ini menimbulkan keraguan serius atas kepatuhan pada prosedur,” kata pernyataan itu dikutip Anadolu.

“Kami berharap pihak berwenang Mesir menghormati Konstitusi Mesir dan kewajiban internasional,” tambahnya.

Baca: Mesir Vonis Mati 188 Pendukung Al Ikhwan Al Muslimun

Mesir telah diguncang oleh kekerasan dan kekacauan sejak 2013, ketika Mohamad Mursi – presiden terpilih pertama Mesir secara demokratis dan seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin – digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam hampir lima tahun sejak penggulingan Mursi, pihak berwenang Mesir telah melakukan penindasan tanpa henti terhadap perbedaan pendapat, menewaskan ratusan dan menjebloskan ribuan orang — beberapa sumber lainnya mengatakan puluhan ribu– ke dalam penjara.

Pemerintah Mesir mengeksekusi mati 15 tahanan, Selasa 26 Desember 2017, yang terbukti telah menyerang pasukan keamanan di Semenanjung Sinai. Mereka semua dieksekusi dengan cara digantung di dua penjara tempat mereka ditahan.

Ini merupakan eksekusi massal terbesar di Mesir sejak enam terpidana kasus terorisme digantung pada 2015.

Baca: Vonis Mati 529 anggota Ikhwanul Muslimin dinilai Dzalim dan Tidak Adil 

Tahun 2018, Pengadilan di Mesir menjatuhkan hukuman mati terhadap 75 orang pendukung presiden Mesir yang dikudeta, Dr Mohammad Mursi.

Dikutip BBC, vonis itu dibacakan Sabtu (28/07/2018) dan merupakan bagian dari persidangan untuk lebih dari 700 orang yang diduga terlibat kericuhan tahun 2013 di Ibu Kota Mesir, Kairo.

Beberapa terdakwa yang dihukum mati adalah pimpinan Ikhwanul Muslimin , organisasi paling ditakuti, dan belakangan dilarang oleh otoritas Mesir.

Amnesty International, menyebut persidangan tersebut menyalahi konsitusi Mesir serta tak memenuhi prinsip jujur dan adil (fair trial).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Fattah al-SisieksekusiIkhwanul Musliminkudeta militerMesirMohammad MursiUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kembali ke Parlemen, Anwar Ibrahim Memilih Kursi di Negeri Sembilan
Tulisan selanjutnya Intelijen Turki Tangkap Tersangka Utama Peledakan Reyhanli 2013

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?