Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Myanmar Bantah Adanya Kematian Rohingya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Januari 2014 08:45 8:45 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Januari 2014 08:45
Bagikan
Biksu dan warga Budhis Myanmar memprotes kedatangan OKI
Bagikan

Hidayatullah.com—Pihak-pihak berwenang di Myanmar menyangkal adanya kematian warga sipil tetapi mengakui adanya bentrokan setelah sebuah kelompok pembela HAM melaporkan bahwa beberapa orang termasuk wanita dan anak telah dibunuh dalam serangan atas Muslim Rohingya di wilayah barat Myanmar.

Pihak berwenang hari Jumat (17/1/2014) membenarkan adanya bentrokan, di mana seorang anggota polisi diduga terbunuh, tetapi tidak diinformasikan tentang pembunuhan atas beberapa wanita dan sedikitnya satu anak, sebagaimana dilaporkan oleh organisasi pemerhati HAM Arakan Project yang berbasis di Thailand, lansir Aljazeera.

Informasi rinci tentang bentrokan hari Jumat tidak jelas, tetapi aktivis Rohingya mengatakan sedikitnya dua wanita dan seorang anak ditusuk hingga tewas dalam serangan atas sebuah desa Muslim dekat perbatasan Bangladesh awal pekan ini, yang diduga memakan puluhan korban.

Amerika Serikat dan Inggris meminta pemerintah untuk menyelidiki dan menangkap pelakunya.

“Kami tidak mempunyai informasi tentang pembunuhan itu,” kata Wakil Menteri Informasi Myanmar Ye Htut kepada para reporter di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri Asia Tenggara di kota kuno Myanmar, Bagan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pernyataan Htut itu disampaikan ulang oleh pejabat-pejabat Myanmar lainnya.

Chris Lewa direktur Arakan Project, kelompok HAM yang telah mendokumentasikan kekerasan atas Rohingya selama lebih dari 10 tahun, mengatakan informasi rincai mengenai bentrokan di desa Du Char Yar Tan masih terus berkembang di mana banyak di antarara yang masih saling bertentangan.

Jumlah korban tewas tidak diketahui pasti dengan kisaran antara 10 hingga 60, kata Liwa, dengan sumber beragam mulai dari pejabat desa hingga saksi mata peristiwa tersebut.

Salah seorang saksi mengatakan, 3 mayat temannya yang terdiri dari 2 perempuan dan seorang anak laki-laki 14 tahun ditemukan tercabik-cabik di rumah mereka.

Sejumlah korban lainnya terkena tembakan peluru, kata Arakan Project.

Organisasi kemanusiaan Medecins Sans Frontieres atau Doctors Without Broders atau Dokter Tanap Batas yang mendirikan sebuah klinik di daerah itu mengatakan khawatir penduduk yang bersembunyi tidak mendapatkan perawatan medis yang mereka perlukan.

“MSF mengkonfirmasi bahwa hari Rabu (14/1/2014) pihaknya melihat dua orang terluka akibat kekerasan yang terjadi, salah satunya terluka karena tembakan dan seorang lainnya menunjukkan luka akibat pukulan bertubi-tubi,” kata pimpinan MSF Myanmar Peter-Paul de Groote.

Akibat kekerasan atas warga Muslim Myanmar atau Rohingya oleh warga mayoritas Budhis Burma ratusan ribu Muslim terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka dan ribuan lainnya terbunuh seiring dengan konflik sektarian yang berkepanjangan.

Warga Muslim sudah banyak yang tinggal di Arakan (sekarang diubah namanya menjadi Rakhine seperti nama salah satu suku penganut Budha) sejak wilayah pesisir barat itu masih menjadi kerajaan mandiri dan berdaulat, jauh sebelum suku Burma mencaplok wilayah itu dan sebelum penjajah Inggris datang.

Pemerintah Myanmar yang dikuasai suku mayoritas Burma dan penganut Budha tidak mengakui Rohingya sebagai warga negaranya dan menganggap mereka sebagai imigran ilegal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemko Bengkulu Siapkan Perda Wajib Shalat Jumat
Tulisan selanjutnya Tak Tampak Pemilih Berjanggut, An Nur: 95 % Anggotanya Ikut

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?