Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Amnesti Internasional Mengutuk Persekusi Penganut Baha’i Yaman oleh Syiah al Houthi

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 September 2018 06:46 6:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 19 September 2018 06:46
Bagikan
Pengikut Baha'i Yaman melakukan aksi protes di depan kantor pengadilan negara di Sana'ah
Bagikan

Hidayatullah.com–Kelompok hak asasi internasional hari Selasa mengcecam penuntutan dan persekusi 24 anggota Baha’i Yaman, termasuk perempuan dan remaja, oleh pengadilan yang dilakukan pemberontak Syiah al Houthi atas tuduhan mata-mata.

Lynn Maalouf, Deputi Direktur Riset Amnesty International di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengatakan kelompok itu khawatir penganut Baha’i menerima hukuman mati di tengah “proses yang sangat tidak adil”, tulis Arabnews hari Selasa, (18/09/2018).

Pengadilan dibuka hari Sabtu dan telah ditunda sampai 29 September. Seorang pengacara yang mengikuti kasus tersebut mengatakan proses pengadilan berlangsung sangat cepat dan sebagian besar terdakwa diadili secara in absentia karena hanya lima yang ditahan.

Iran melarang agama Baha’i, yang didirikan pada 1844 oleh seorang bangsawan Persia.

Baca: Mengenal “ISIS Made In Iran”

Pemberontak Syiah al Houthi yang didukung Iran telah mengkudeta pemerintahan Yaman utara sejak 2014, setelah pemerintah yang sah meninggalkan negara itu dan mencari dukungan militer oleh koalisi Negara Teluk yang dipimpinan Arab Saudi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Syiah al Houthi telah melakukan kampanye habis-habisan melawan semua lawan politik dan agama dan menahan ribuan orang di tahanan, di mana penyiksaan merajalela.

Baca: Siapa Pemberontak Syiah Hautsi Yang Diperangi Koalisi Negara Arab [1]

Pemimpin kelompok pemberontak Syiah al Houthi telah menargetkan penganut Baha’i dalam pidato publik yang menggambarkan mereka sebagai “setan” dan beberapa Baha’i telah ditahan, disiksa dan tangkap tanpa dapat dihubungi, menurut perwakilan komunitas PBB.

Seorang tokoh Baha’i dijatuhi hukuman mati atas tuduhan berkolaborasi dengan Israel. Pada tahun 2016, lebih dari 60 wanita, pria dan anak-anak yang berpartisipasi dalam pertemuan pendidikan yang diselenggarakan oleh kelompok Baha’i ditangkap sebagai bagian dari tindakan keras terhadap komunitas keagaman.

Bani Dugal, Wakil Utama Komunitas Baha’i Internasional untuk PBB, menyatakan keprihatinan dalam sebuah pernyataan dan mengatakan tuduhan kepada kelompoknya “sangat mengkhawatirkan dan menandai intensifikasi tekanan yang luar biasa parah.”

Dia juga mengatakan bahwa target Syiah al Houthi kepada Baha’i adalah “menakutkan mengingatkan pada penganiayaan Baha’is di Iran pada 1980-an di mana para pemimpin komunitas Baha’i ditangkap dan dibunuh,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amnesti InternasionalBahaiHouthipenyiksaanpersekusiSyiah Al Houthiyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MK: Ganja Bebas Dikonsumsi Orang Dewasa Afrika Selatan
Tulisan selanjutnya Pekerja Asing Dirazia di Karawang Anggota Partai Komunis China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?