Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pekerja Asing Dirazia di Karawang Anggota Partai Komunis China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 September 2018 10:38 10:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2018 10:38
Bagikan
Buku berlambang palu arit milik salah seorang pekerja asing yang ternyata anggota Partai Komunis China setelah dirazia di Karawang, Jawa Barat, Senin (17/09/2018) malam.
Bagikan

Hidayatullah.com– Anggota Partai Komunis China terjaring razia di Karawang, Jawa Barat, baru-baru ini. Informasi dihimpun hidayatullah.com, Rabu (19/09/2018), anggota Partai Komunis China itu kedapatan membawa buku berlogo palu arit.

Kantor Imigrasi Kelas II Kabupaten Karawang, Jawa Barat, membenarkan adanya delapan WNA (warga negara asing) asal Republik Rakyat China yang dibawa ke Kantor Imigrasi untuk dimintai keterangan setelah terjaring razia pengawasan orang asing.

Kepala Kantor Imigrasi setempat Yopie Asmara, di Karawang, Selasa (18/09/2018), mengatakan, kedelapan WNA itu harus dimintai keterangan karena terjaring razia pengawasan orang asing pada Senin (17/09/2018) malam.

Baca: BI Bantah Penggunaan Mata Uang China Yuan di Sulteng

Tim terpadi pengawasan orang asing itu sendiri terdiri atas Kantor Imigrasi, Polres, Pemkab, dan TNI.

Menurutnya, delapan warga negara asing yang sempat terjaring razia pengawasan orang asing tidak melakukan pelanggaran keimigrasian.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Keberadaan orang asing itu diketahui sesuai dengan laporan masyarakat dan petugas turun ke lapangan untuk menjawab kecurigaan masyarakat atas keberadaan WNA itu.

Sesuai dengan pemeriksaan, kedelapan WNA itu memiliki dokumen keimigrasian yang sah dan masih berlaku. Kedelapan WNA itu berada di Karawang untuk menjalani kegiatan rapat bisnis mereka.

“Jadi tidak ada pelanggaran keimigrasian yang dilakukan delapan WNA asal RRC itu,” sebutnya kutip Antara.

Baca: Indonesia Diserbu Buruh Asing, KAMMI Tuntut Mosi Tidak Percaya pada Jokowi

Sementara itu, terkait dengan temuan buku kecil berlambang palu dan arit dalam razia itu, Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya mengakui kalau buku kecil tersebut memang ditemui.

“Tapi itu tidak ada kaitannya dengan penyebaran paham komunis di Indonesia. Buku kecil berlambang palu dan arit itu milik WNA yang terjaring, karena kebetulan yang bersangkutan anggota Partai Komunis di negaranya (China, Red),” sebutnya.

Baca: PDI-P dan Partai Komunis China Tindak Lanjuti Kerjasama Bangun “Rumah Soekarno”

Sumber lain menyebutkan, enam orang WNA asal China berikut dua orang WNI diamankan pihak Imigrasi Karawang, dari Hotel Amaris di Jalan Interchange tol Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (17/09/2018) malam.

Keenam WNA, yakni Fu Zhibo, Wu Min, Shen Li, Tan Yunbo, Lan Zhibing, dan Tian Zhi Guo merupakan pekerja proyek utusan dari PT Sinohydro Graha Persada (SGP) 2 yang berlokasi di Bekasi Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sementara dua orang WNI, Umar (29) merupakan asisten survei dan Aris (34) bertindak sebagai driver.

Tiga dari enam WNA beserta Umar, disebutkan sebagai orang yang ada di dalam video yang saat ini tengah viral di media sosial. Dalam video yang berdurasi 3 menit 18 detik itu, keempatnya kedapatan tengah mengukur tanah di wilayah RT 06 RW 06 Jatimulya, Tambun, Bekasi.

Baca: Pekerja China Terlibat Keributan di Bekasi, KCIC Minta Maaf

Berdasarkan data yang dihimpun, keenam WNA dan 2 WNI tersebut mulai check in di Hotel Amaris pada Sabtu 15 September 2018, sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka menempati 4 kamar di lantai III, yakni kamar nomor 309, 310, 314, dan 316. Seluruh kamar yang disewa diketahui atas nama Nasirudin.

Adapun beberapa kegiatan yang dilakukan para WNA tersebut selama menginap, di antaranya melakukan survei pengukuran lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, mulai dari SDN Tegalega I sampai Jalan Batu Bubulah Desa Tegalega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, pada 16-17 September 2018.

Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meminta maaf atas insiden keributan yang terjadi saat pengukuran jalan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Corportae Communication PT KCIC Febrianto Wibowo, Selasa (18/09/2018).

Baca: Invasi Ekonomi China di Afrika

Febrianto membenarkan pekerja China yang terlibat keributan dengan Ketua RT setempat dan kemudian viral lewat video itu sedang mengerjakan proyek kereta cepat. Pihaknya memastikan ke depannya, akan mengikuti prosedur yang berlaku.

“PT KCIC memastikan semua pekerjaan lapangan akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dengan selalu berkoordinasi bersama pemangku kepentingan terkait,” tambahnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bekasichinaChinaisasiImigrasi Karawangkarawangkereta cepatpartai komunis chinapekerja asingpekerja chinaPKCPT KCICPT Kereta Cepat Indonesia ChinaRRCtanahTenaga Kerja AsingTiongkokTKAWNAWNA China
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesti Internasional Mengutuk Persekusi Penganut Baha’i Yaman oleh Syiah al Houthi
Tulisan selanjutnya Menteri PPN Dorong Institusi Keuangan Syariah Gerakkan Industri Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?