Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iran Salahkan Saudi dan AS dalam Serangan Mematikan dalam Parade Militer

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 September 2018 13:08 1:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 September 2018 13:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Meski organisasi Daesh/ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan parade militer Iran hari Sabtu, juru bicara Pasukan Revolusi Iran (IRGC) Ramezan Sharif menuduh pelaku didanai Arab Saudi.

“Serangan beberapa elemen kelompok al-Ahvaziya yang diberi makan oleh Arab Saudi, bertujuan untuk menutupi kemegahan pawai pasukan bersenjata Iran,” kata Ramezan Sharif melalui Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani menyalahkan Amerika Serikat (AS) yang dinilai terlibat serangan dalam parade militer di Kota Ahwaz yang menewaskan 29 orang dan melukai sekitar 70 orang lain.

“Semua negara kecil yang merupakan tentara bayaran yang kita lihat di kawasan ini didukung oleh Amerika. Amerika yang menghasut mereka dan memberi sarana yang diperlukan untuk melakukan kejahatan ini,” ujar Rouhani.

Baca: Jumlah Korban Tewas Serangan Menargetkan Pawai Militer Iran Bertambah

Selain menuduh AS,  Hassan Rouhani juga menuduh negara-negara Teluk sekutu Amerika Serikat mendukung mereka yang berada di balik penembakan tetapi ia tidak menyebut nama-nama negara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin Tertinggi Syiah Ayatollah Ali Khamenei juga menuding Amerika Serikat berada di balik serangan itu dengan mengatakan para pelaku merupakan ulah ‘boneka-boneka Amerika Serikat’ yang mencoba ‘menciptakan ketidakamanan” di Iran.

Gerakan Perlawanan Islam Lebanon Hizbullah dalam statemennya mengutuk serangan teror di Ahvaz barat daya Iran.

Seperti dilaporkan al-Alam, milisi bersenjata Syiah ini  mengucapkan bela sungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran sambil menuduh, di balik aksi teror ini ada tangan-tangan setan dan bengis yang ingin merusak keamanan dan stabilitas Iran.

“Kejahatan ini adalah reaksi langsung dan tranparan atas kemenangan besar yang diraih kubu muqawama di kawaasan dan di berbagai front,” papar Hizbullah.

Sebagaimana diketahui, sejumlah pria yang menyamar sebagai tentara elit Iran, ICRG, hari Sabtu (22/09/2018) menembaki parade militer tahunan di bagian barat daya yang dikenal kaya minyak itu. Serangan ini adalah yang paling menelan banyak korban jiwa dalam hampir sepuluh tahun. Diantara tentara-tentara Garda Revolusioner Iran yang tewas itu juga terdapat perempuan dan anak-anak yang sedang menonton parade tersebut.

Insiden itu bermula ketika empat pelaku melepaskan tembakan membabi buta di tengah parade militer yang digelar untuk memperingati Perang Iran-Iraq pada 1980-1988.

Suasana seketika kacau balau. Para tentara merangkak sembari mencari sumber tembakan, sedangkan perempuan dan anak-anak berlarian menyelamatkan diri.

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, menepis tuduhan Presiden Iran, Hassan Rouhani, bahwa Washington dan negara-negara Teluk sekutunya terlibat dalam serangan berdarah dalam parade militer di Ahvaz, Iran selatan.

Nikki Haley mengatakan kesalahan sepenuhnya berada di tangan otoritas Iran dan serangan terjadi karena rakyat Iran sudah muak ditindas.

“Ia (presiden Iran) perlu melihat ke dalam untuk mengetahui dari mana asal serangan itu. Saya pikir rakyat Iran sudah muak,” kata Nikki Haley, Ahad (23/09/2018) dikutip BBC.

Baca: Mengapa Rusia dan Iran Menghindari Perang dengan Israel

Setelah kejadian, Iran hari Ahad (23/09/2018) memanggil diplomat-diplomat Inggris, Denmark dan Belanda untuk dimintai keterangan karena diduga menyembunyikan apa yang dia sebut “anggota kelompok teroris’’ yang melancarkan serangan itu.

Media dan pejabat negara menyalahkan militan Sunni atau nasionalis Arab.

Ahvaz adalah salah satu kota tempat berlangsungnya protes besar menuntut pemerintah atas standar hidup yang menurun pada akhir tahun lalu.

Sebelumnya, melalui situs Amaq, Daesh mengklaim bahwa Presiden Iran Hassan Rouhani menghadiri parade militer yang ditargetkan. Namun situs web itu belum mengunggah rekaman atau video serangan itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:DaeshiranIRGCISISmiliter Iran DiserangPasukan Darda Revolusi IranSaudiserangan militer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Elektronik Saudi dan 45 PT Indonesia Jalin Kerja Sama
Tulisan selanjutnya Dua Macam Ulama Perspektif al-Qur`an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?