Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Hapus Pajak Pembalut Wanita

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2018 20:15 8:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Oktober 2018 20:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Australia akan menghapuskan pajak atas produk pembalut wanita menyusul kampanye bertahun-tahun oleh kelompok-kelompok peduli kesejahteraan kaum Hawa.

Saat ini, tampon dan pembalut wanita dijual dengan tambahan pajak barang dan jasa sebesar 10%, karena dianggap sebagai bukan barang kebutuhan mendasar.

Kaum perempuan menganggap hal tersebut tidak adil, mengingat kondom dan losion tabir surya dikecualikan dari pajak tersebut.

Hari Rabu (3/10/2018), pemerintah federal dan negara-negara bagian di Australia setuju untuk menghapuskan pajak atas pembalut wanita, lapor BBC.

“Kami sangat senang karena semua orang setuju untuk menghapuskan pajak yang tidak adil ini,” kata Menteri Urusan Wanita Kelly O’Dwyer kepada Sky News Australia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dikenal luas sebagai pajak tampon (kapas penyerap darah haid yang berbentuk seperti pipa), pajak atas pembalut tersebut mendapatkan kritik sejak pajak pertambahan nilai atas barang dan jasa (di Australia dikenal dengan sebutan GST) diterapkan pada tahun 2000.

Pada tahun 2015, petisi berisi protes terhadap pajak pembalut itu ditandatangani oleh lebih dari 90.000 orang.

Negara-negara bagian dan teritori Australia diprediksi akan kehilangan pendapatan sekitar A$30 juta dengan dihapuskannya pejak pembalut.

Ketika GST akan diberlakukan. Perdana Menteri Scott Morrison sudah menyatakan sebelumnya bahwa pembalut wanita seharusnya tidak dikenai pajak.

Sementara itu di India, pada bulan Juli pemerintah sudah mencoret pajak 12% atas produk pembalut wanita menyusul kampanye serupa. Sedangkan di Inggris, pembalut wanita masih dikenai pajak 5%, meskipun ada seruan agar pajak dihapuskan sama sekali untuk produk kebutuhan bulanan para perempuan itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Curi Uang Nasabah Kaya untuk Orang Miskin, Bankir Italia Lolos dari Penjara
Tulisan selanjutnya Tersandung Kasus Pemerkosaan, Cristiano Ronaldo Keluar Timnas Portugal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?