Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lagi, Dituding Mencabuli Anak Pendeta Prancis Bunuh Diri di Gereja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2018 20:14 8:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Oktober 2018 20:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pendeta di bagian tengah Prancis yang dituduh mencabuli seorang anak memilih merenggut nyawanya sendiri di gereja tempatnya bertugas, kata otoritas Katolik hari Senin (22/10/2018). Kasus seperti ini merupakan yang kedua dalam satu bulan ini di Prancis.

Pierre-Yves Fumery, 38, menggantung dirinya sendiri di kepastorannya di kota Gien di daerah Loire. Mayatnya ditemukan hari Sabtu lalu (20/10/2018).

Kepala kantor kejaksaan setempat Loic Abrial kepada AFP mengatakan bahwa Fumery sudah ditanyai polisi, pekan lalu, perihal dugaan serangan seksual terhadap seorang anak di bawah usia 15 tahun, lansir RFI.

Fumery belum resmi dijadikan tersangka, tetapi dia masih dalam penyelidikan karena ada sejumlah laporan dari masyarakat perihal tindak-tanduknya, kata pihak kejaksaan.

Uskup Orleans Jacques Blaquart, yang keuskupannya mencakup Gien, mengatakan bahwa sejumlah jemaat gereja Fumery memperhatikan perilaku pendeta itu yang dianggap “kurang pantas” terhadap sejumlah anak berusia 13,14, dan 15 tahun, termasuk seorang anak perempuan yang “pernah dipeluknya dan beberapa kali diantar pulang ke rumah dengan mobilnya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Uskup Orleans itu mengatakan bahwa klaim-klaim itu tidak mengharuskan keuskupannya melaporkan pendeta bersangkutan kepada pihak berwajib, dan dia mengaku pernah menasihati Fumery agar “mundur” (menjauhi anak-anak), menjalani terapi dan meninggalkan kota itu untuk sementara waktu.

Pendeta muda itu kemudian mengikuti sarannya dan kembali ke Gien setelah cuti sebentar. Namun, dia belum kembali menjalani rutinitas tugasnya, kata Blaquart.

Fumery adalah pendeta kedua dalam sebulan ini di Prancis yang melakukan bunuh diri karena masalah serupa.

Pada 19 September, Jean-Baptise Sebe, yang juga berusia 38 tahun, menggantung dirinya sendiri di gerejanya di kota Rouen, setelah seorang wanita menuduhnya mencabuli putrinya yang sudah masuk usia dewasa.

Belum ada gugatan hukum yang dilayangkan atas Sebe ketika pendeta itu bunuh diri.

Gereja Katolik di Prancis selama 25 tahun terakhir diguncang skandal seksual yang dilakukan oleh para rohaniwan. Rohaniwan Katolik paling senior di Prancis yang terjerat skandal itu adalah Kardinal Philippe Barbarin, yang bulan Januari lalu menjalani proses persidangan dengan tuduhan menutup-nutupi kasus pencabulan seorang pendeta terhadap anak-anak anggota pramuka di Lyon pada tahun 1980-an.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Jerman Meracuni Makanan Bayi untuk Memeras Perusahaan Pembuatnya
Tulisan selanjutnya Presiden Erdogan: Pembunuhan Khashoggi ‘Direncanakan’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?