Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Tolak Desakan Barat untuk Menutup Kamp Penjara Massal di Uihgur

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 November 2018 11:07 11:07 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 November 2018 11:07
Bagikan
Le Yucheng, Wakil Menteri Luar Negeri China yang memimpin delegasi di PBB
Bagikan

Hidayatullah.com–Negara-negara Barat termasuk Prancis, Jerman dan Amerika Serikat (AS) menyerukan kepada China pada hari Selasa untuk menutup kamp-kamp tahanan yang oleh para aktivis dikatakan telah menahan satu juta orang etnis Muslim Uighur.

Namun China menolak kecaman Barat atas dugaan penahanan massal dan pengintaian berat terhadap warga Uighur di wilayah barat Xinjiang, yang menepis tuduhan itu sebagai “sangat jauh dari fakta”.

“Kami tidak akan menerima tuduhan politik dari beberapa negara yang penuh dengan prasangka dan mengabaikan fakta,” kata Le Yucheng, Wakil Menteri Luar Negeri China yang memimpin delegasi beranggotakan 66 orang, dalam pertemuan berkala  Dewan HAM Perserikatan Bangsa-bangsa Bersatu (PBB) di Jenewa, kutip laman New York Times.

Dalam sebuah perdebatan di forum Jenewa – yang melaporkan dugaan pelanggaran di setiap negara anggota PBB setiap lima tahun dan meninjau catatan China pada hari Selasa.

Baca:   PBB Khawatirkan Penahanan Satu Juta Muslim Uighur di China

China mengatakan Xinjiang menghadapi ancaman yang biasa ia sebut ‘militan dan separatis Islam’. Ia menolak semua tuduhan penganiayaan dan menyangkal melakukan pengintaian massal, meskipun para pejabat China mengatakan beberapa warga yang bersalah atas pelanggaran kecil sedang dikirim ke ‘pusat-pusat kejuruan’ untuk bekerja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Stabilitas adalah yang paling penting, pencegahan harus dilakukan terlebih dahulu … Menyiapkan pusat pelatihan adalah tindakan pencegahan untuk memerangi terorisme,” demikian isyilah Le, mengacu pada Xinjiang.

Delegasi China lainnya mengatakan pihak berwenang “memberikan pelatihan kejuruan gratis dengan ijazah setelah ujian” yang diberikan kepada mereka yang telah “dipaksa atau dipikat” kelompok-kelompok ekstremis.

“Terorisme ekstrim di Xinjiang cukup serius, yang secara serius merusak stabilitas dan ketenangan di wilayah itu dan menimbulkan kemarahan yang kuat dari rakyat,” kata Yasheng Sidike, Wali Kota Uighur dari Ibu Kota Xinjiang, Urumqi.

Wanita Uighur berdiri di samping jalan untuk menunggu bus di pusat kota Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang 1 Mei 2014

Selama 22 bulan terakhir “tidak ada insiden terorisme kekerasan”, tambahnya.

Sebanyak 13 negara mengangkat keprihatinan tentang kamp penjara China, mereka menyerukan Beijing untuk menutup fasilitas tidak manusiawi tersebut.

Di antara mereka yang mendesak menutup kamp penjara massal adalah; Australia, Inggris, Kanada, Belgia, Republik Ceko, Finlandia, Jerman, Prancis, Islandia, Irlandia, Swedia, Swiss, dan Amerika Serikat. Termasuk juga Turki.

Baca:  Pakistan Kritik China atas Perlakuan terhadap Muslim Uighur

Peringatan

Sebuah panel ahli hak asasi manusia AS mengatakan pada 10 Agustus telah menerima banyak laporan yang dapat dipercaya bahwa satu juta etnis Muslim Uighur di China ditahan dalam apa yang menyerupai “kamp tahanan massal yang diselimuti kerahasiaan.”

Negara-negara Barat berbicara menentang apa yang mereka gambarkan sebagai kemerosotan hak asasi manusia China sejak peninjauan terakhir pada 2013, terutama atas perlakuannya terhadap Muslim di Xinjiang.

“Kami khawatir dengan pemerintah China yang melakukan tindakan keras terhadap warga Uighur, Kazakh, dan Muslim lainnya di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang,” kata Mark Cassayre, pejabat AS.

Amerika Serikat mendesak China untuk “menghapus semua bentuk penahanan sewenang-wenang, termasuk kamp-kamp tahanan massal di Xinjiang, dan segera membebaskan ratusan ribu, mungkin jutaan, orang-orang yang ditahan di kamp-kamp ini”, katanya.

China harus membebaskan aktivis termasuk Wang Quanzhang, Ilham Tohti dan Huang Qi, kata Cassayre.

Baca:  Saya Muslim Uighur yang Melarikan Diri dari Aksi Brutal China 

Beijing harus “menghentikan penjara besar-besaran” dan “menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan, termasuk di Tibet dan Xinjiang,” kata Duta Besar Prancis Francois Rivasseau.

“China harus mengakhiri penuntutan dan penganiayaan atas dasar agama atau kepercayaan,” kata Deputi Wakil Tetap Kanada ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tamara Mawhinney.

Kritik yang disuarakan oleh negara-negara yang tenggelam karena sebagian besar negara anggota lainnya memuji prestasi dan prestasi China.

Bahkan, sebagian besar negara Islam, termasuk Malaysia, Indonesia, Pakistan, dan Kuwait juga tak banyak bicara karena mengkritik ekonomi terbesar kedua dalam kaitannya dengan masalah isolasi Xinjiang.

“Malaysia memuji pendekatan strategis China untuk memastikan kesejahteraan penduduk, serta menyatakan bahwa negara menunjukkan pencapaian yang baik dalam hak asasi manusia.

“Kuwait telah menyarankan bahwa Beijing fokus pada isu-isu remaja untuk memastikan kesehatan fisik dan psikologis mereka. Arab Saudi telah menyarankan China melanjutkan praktik lintas budaya dan agama, ” lapor The Globe and Mail.

Sementara Turki yang sangat menentang kebijakan China yang melibatkan pembatasan pada hak dan kebebasan mendasar, seperti isolasi individu tanpa alasan hukum, dan pemisahan dari keluarga dan masyarakat.

John Fisher dari Human Rights Watch mengatakan setelah perdebatan bahwa China “gagal memberikan penjelasan yang kredibel” atas pelanggaran berat, termasuk kamp “pendidikan politik”.

Setidaknya 1.000 pemrotes Tibet dan Uighur dari seluruh Eropa melakukan aksi di luar markas besar AS di Jenewa selama perdebatan hari Selasa.

Mereka membawa pesan bertuliskan “Hentikan pembersihan etnis Uighur oleh China” dan “Tibet sekarat, China Berdusta”.

Baca:  Temuan Baru, ‘Kamp Rahasia’ Penjara Muslim Uighur di China [1]

Dilxat Raxit, juru bicara kelompok aktivis Kongres Uighur Dunia di luar negeri, mengatakan bahwa pengajuan Beijing untuk peninjauan kembali PBB adalah versi realitas yang sangat terdistorsi.

“Jika China percaya bahwa ini benar-benar hanya pusat pelatihan kejuruan … maka seharusnya tidak ada kekhawatiran tentang komunitas internasional yang mengunjungi daerah itu untuk melakukan penyelidikan independen.”

Pengacara bermarkas di Washington dan aktivis Uighur Nury Turkel menolak intervensi China sebagai contoh “klasik” dari taktik politik Beijing untuk “menyangkal, mencampur, dan membingungkan seolah menjadi korban.”

“Ini adalah apa yang sering dilakukan pihak bersalah untuk membenarkan kesalahan sementara tidak pernah mengakui kesalahan dan mengalihkan kesalahan pada orang lain,” katanya kepada RFA.

“Bagaimana akan terlibat dalam rekayasa manusia modern, penahanan sebagian besar penduduk di kamp konsentrasi bergaya Nazi, menciptakan lingkungan seperti neraka di luar kamp… dan mengkriminalisasi seluruh bangsa berdasarkan etnis dan agama menjadi kesalahan orang lain?, ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatbaratchinaJermankomunisMuslim UighurPBBPrancisuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengungsi Suriah di Turki bisa Mencapai 5 Juta dalam 10 Tahun
Tulisan selanjutnya Hukuman Para Pembohong, Dicabutnya Kesadaran Dirinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?