Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Myanmar Siap Terima Gelombang Pertama Repatriasi Rohingya

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 November 2018 17:22 5:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 November 2018 17:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pejabat Myanmar mengatakan pada Ahad siap menerima lebih dari 2.000 umat Muslim Rohingya yang berada di Bangladesh pada 15 November mendatang, lansir Reuters.

Pada gelombang pertama, sebanyak 5.000 pengungsi Rohingya di Bangladesh akan kembali sesuai perjanjian kedua negara pada bulan lalu.

Tetapi lebih dari 20 daftar orang yang akan dikirim oleh Bangladesh mengaku menolak untuk kembali ke negara bagian Rakhine utara.

Bangladesh mengatakan tidak akan memaksa pengungsi untuk melaksanakan repatriasi.

PBB juga mengatakan kondisi di Rakhine belum aman, sebagian karena umat Buddha Myanmar telah memprotes pemulangan tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  2000 Pengungsi Rohingya akan Dipulangkan ke Mynmar November Ini

UNCHR mengatakan bahwa pengungsi Rohingya harus diizinkan untuk melihat kondisi di Myanmar sebelum mereka memutuskan untuk kembali.

“Itu tergantung pada negara lain, apakah pemulangan ini benar-benar akan terjadi atau tidak,” kata Win Myat Aye, Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pemukiman Sosial Myanmar, dalam konferensi pers di Ibu Kota Yangon, Ahad, merujuk ke Bangladesh.

“Tapi kita harus siap. Kita telah melakukan itu,” tambah Win dikutip Anadolu.

Myanmar dan Bangladesh menandatangani kesepakatan repatriasi pengungsi Rohingya pada 23 November 2017, untuk memulai memulangkan beberapa dari lebih dari 700.000 Muslim Rohingya yang telah lolos dari penumpasan besar-besaran oleh militer di Myanmar tahun lalu.

Menurut mereka, tentara setempat dan umat Buddha membunuh keluarga, membakar ratusan desa dan memperkosa wanita secara massal. Peneliti PBB juga menuduh tentara “berniat melakukan pembantaian” dan pembersihan etnis.

Baca: Myanmar Hanya Verifikasi 374 Lebih dari 8.000 Dokumen Pengungsi Rohingya

Namun, Myanmar membantah semua tuduhan ini mengatakan bahwa pasukan keamanan menghadapi terorisme.

Repatriasi rencananya diluncurkan dua bulan setelah perjanjian. Namun seiring waktu, repatriasi belum kunjung juga dilaksanakan.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai orang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi sejumlah serangan sejak kekerasan komunal meletus pada 2012 dan menewaskan ribuan jiwa.

PBB mencatat adanya pemerkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak-anak – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa yang dilakukan oleh personel militer.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshetnis Muslimgenosidakamp pengungsimyanmarPBBpembantaianpembunuhan etnispemulanganrepatraiasiRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasukan Penjajah ‘Israel’ Bunuh 7 Orang Palestina
Tulisan selanjutnya senjata israel Lebih 150 Tewas dalam Pertempuran Terbaru di Hudaidah, Yaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?