Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Kesabaran Imam at Thobari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2018 15:02 3:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Desember 2018 11:14
Bagikan
Bagikan

ADALAH Imam Thobari, salah satu ulama mufassir, muhadist sekaligus muarikh. Lahir di Thabaristan (sebuah wilayah di negeri Parsi, yang terletak antara Jurjan dan Dailam), pada tahun 224 H, dan meninggal di Baghdad pada tahun 310 H.

Karya-karya yang telah ditulisnya adalah Jami’ul Bayan Fannu Ta’wili Ayil Qur’an yang lebih dikenal dengan Tafsir Thobari, Ikhtilaful Fuqaha’, Attarikh Atthabari, dll.

Dia adalah seorang ‘alim yang memiliki kepribadian yang mulia dan tawadhu’, baik terhadap para tamu dan murid-muridnya. Tidak memiliki sifat takabur atau menjadi sombong karena ilmu yang telah dimilikinya (Lihat, Al Imam At Thobari, karya Dr. Muhammad Zuhayli, hal. 79).

Berkata Abu Bakar bin Kamil, salah satu ulama yang hidup semasanya: “Aku menjenguk Abu Ja’far (Imam Thabari) ketika ia hendak meninggal, dan aku memintanya untuk memaafkan semua orang yang telah memusuhinya. Aku berbuat demikian dikarenakan guruku, Abu Hasan bin Husain, dimana aku telah menimba ilmu tentang Al Qur’an darinya” (dan dia telah memusuhi Imam Thobari, dikarenakan Imam Thobari telah memuji Imam Abu Hanifah). Maka Imam Thobari pun menjawab permintaan Abu Bakar bin Kamil: “Semua yang telah memusuhiku telah aku maafkan, kecuali mereka yang telah menuduhku berbuat bid’ah.” (Mu’jamul Udaba’, hal 84, vol.18).

Baca: Imam Syafi’i, Ulama Hebat dari Kaum Quraisy 

Muhammad bin Dawun Adhahiri, salah satu ulama Madzhab Dhahiri, anak dari Dawud Adhahiri, pendiri Madzhab Dhahiri, telah telah menuduh Imam Thabari dengan beberapa-tuduhan batil, mencelanya dan mengkritiknya.

Baca Juga

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

Hal itu dikarenakan Imam Thabari telah mendebat ayah Muhammad bin Dawud. Namun setelah Imam Thabari bertemu dengan Muhammad bin Dawud ia memaafkannya seluruh perbuatan si anak dan ia memuji ayahnya, sehingga Muhammad bin Dawud tidak lagi melemparkan tuduhan buruk terhadap Thobari (Al Imam At Thobari hal. 76, lihat juga Mu’jamul Addiba’ hal. 80, vol 18).

Ketika Imam Thobari sampai ke Bagdad dari Thabaristan, para pengikut Madzhab Hambali menanyakan kepadanya beberapa hal, salah satunya adalah sebab Imam Thobari tidak mencantumkan nama Imam Ahmad dalam kitabnya, Ikhtilaful Fuqaha’.

Maka Imam Thobari menjawab: “Adapun Imam Ahmad tidak dihitung khilafnya”. Lalu mereka menyanggah: “Tapi para ulama menyebutnya dalam ikhtilaf”. Dijawab Oleh Imam Thobari: “Aku tidak melihat bahwa hal itu diriwayatkan dari Imam Ahmad, dan aku juga tidak melihat para sahabatnya merujuk kepadanya dalam masalah fiqih, adapun Imam Ahmad adalah imam dalam hadits dan tidak membangun sebuah Madzhab fiqih”.

Maka ketika mereka mendengar jawaban Imam Thabari mereka menganiayanya dan melempari pintu rumahnya dengan bebatuan.

Baca: 10 Ulama Besar yang Dipenjara dan Dikriminalisasi Penguasa

Tidaklah Imam Thabari kecuali berbicara kepada mereka sesuai dengan akal, pemahaman dan ta’ashub mereka. Dan ia menulis sebuah buku untuk menjelaskan alasannya, lalu ia menyebut madzhab dan akidahnya yang sesuai dengan madzhab dan aqidah Imam Ahmad dan salaf, lalu membacakan buku itu untuk mereka. Maka usailah perselisihan.

Akan tetapi sebagian dari sebagian dari kaum awam mdzhab Hambali tetap tetap memperlakukan Imam Thabari, ketika ia sudah wafat, mereka melarang penguburan jenazhanya di siang hari dan munuduhnya sebagai pengikut Rafidhan dan orang-orang bodoh menuduhnya sebagai orang yang telah murtad. Hingga akhirnya jenazah Imam Thobarai dikebumikan di dalam rumahnya (Lihat Mu’jamul Addiba’ hal. 59, vol. 18, juga At Thabaqah As Syafi’iyah Al Kubra, hal. 124, vol. 3, juga Al Bidayah wan Nihayah, hal. 146, vol. 11).

Ibnu Katsir, dalam kitabnya, Al Bidayah wan Nihayah  ia mengatakan: “Hal itu merupakan hal yang mustahil terdapat pada diri Imam Thobari akan tetapi sebaliknya, ia adalah salah satu ulama dan imam umat Islam, yang beramal berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah (Al Bidayah wan Nihayah, hal. 154, vol. 11).

Bahkan beberapa ulama menyampaikan pujian untuknya, salah satunya adala Imam Ad Dzahabi, ia berkata dalam Mizanul I’tidal: “Seorang imam besar, mufassir, Abu Ja’far, pemilik banyak karya tertulis…, salah satu dari ulama besar yang dijadikan rujukan (Mizanul I’tidal ).*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ikhtilafImam at ThobarikesabaranKhilafmadzhabmuarikhmufassirmuhadistsabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Oman Izinkan Pesawat Zionis Melintasi Langitnya
Tulisan selanjutnya taj mahal hindu Kurangi Kepadatan Pengunjung, India Naikkan Tarif Masuk Taj Mahal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?