Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Puluhan Burung di New Zealand Mati dan Terluka Akibat Hiasan Natal

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Januari 2019 14:20 2:20 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Januari 2019 14:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Puluhan burung ditemukan mati atau terluka di New Zealand dengan hiasan Natal terikat di bagian leher dan sayap mereka.

Burung-burung pipit dan merpati dengan “pernak-pernik hiasan” terikat di tubuh mereka ditemukan di Wellington. Sebagian dari burung itu mati karena kelaparan sebab mereka tidak dapat terbang dan mencari makanan, menurut kelompok peduli kesejahteraan hewan SPCA seperti dilansir BBC Rabu (9/1/2019).

Insiden serupa pernah terjadi pada tahun 2015, tetapi kali ini jumlah burung yang menjadi korban hiasan Natal bertambah.

New Zealand Herald melaporkan bahwa pihak berwenang berkeyakinan burung-burung tersebut sengaja diberi hiasan Natal. Pasalnya, perada dan pita yang tersemat di tubuh burung-burung itu terikat sangat ketat dan dipasang dengan cermat.

“Kebanyakan burung itu berusaha mengenyahkan benda-benda asing dari tubuh mereka dengan paruh dan cakar kakinya, akibatnya mereka justru semakin terbelit dan membuat mereka tidak dapat makan, minum dan terbang. Sementara pada burung-burung lain, hiasan yang disematkan diikat dengan sangat erat sehingga menghalanngi sirkulasi darah mereka,” kata jubir SPCA Paige Janssen dalam email yang dikirimkan kepada BBC.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Burung-burung yang selamat dan tiba di tempat kami selalu dalam kondisi yang sangat buruk, sangat kekurangan makan dan stres, sehingga kami terpaksa dengan rasa kemanusiaan meng-euthanasia mereka,” imbuhnya.

Menurut Janssen, terdapat sejumlah laporan masuk perihal burung-burung “yang dihias” sejak 2015. Namun, jumlah kasusnya bertambah pada masa Natal dan Tahun Baru belum lama ini.

“Pada periode itu saja kami menerima sekitar 30 laporan telepon. Ada banyak laporan penampakan puluhan burung yang masih bergerak dan terbang di sekitar daerah Kilbirnie [bagian tenggara Wellington] yang tidak dapat kami jangkau,” kata Janssen.

SPCA Wellington berusaha mencari orang di belakang tindakan tindakan keji terhadap hewan tersebut dan pekan lalu meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi apapun berkaitan dengan masalah tersebut.

Hari Selasa (8/1/2019), SPCA menyelamatkan tujuh burung merpati yang dihiasi dekorasi Natal dari sebuah properti di Kilbirnie. Burung-burung itu ditemukan dalam kondisi stres tetapi cukup sehat. Sebagian dari burung itu juga dicat dengan warna sama dengan perada yang diikatkan di tubuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemilik Restoran Non Muslim Dilarang Perdaya Pelanggan dengan Tulisan “Halal”
Tulisan selanjutnya Laboratorium Halal LPPOM MUI Memudahkan Pemeriksaan Produk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Berita
20 Juli 2026 11:05
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?