Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Breaking The Spell dan Monster Kapitalisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Februari 2014 06:12 6:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Februari 2014 06:12
Bagikan
DVD film Breaking The Spell
Bagikan

Oleh: Aditya Abdurrahman Abu Hafizh 

FILM Breaking The Spell, salah satu video dokumenter yang dibuat oleh para anarkis yang sebenarnya sudah dirilis sejak tahun 1999 oleh kolektif pekerja anarkis, Crimethinc.

Beberapa orang yang berperan dalam pembuatan video ini adalah Tim Lewis, Tim Ream dan Sir Chuck A Rock. Meski ini video lama, saya merasa tidak basi untuk me-review-nya sekarang. Sambil kita mengingat-ingat apa yang terjadi dengan sejarah terkait globalisasi saat itu.

Jangan bayangkan video ini menggunakan peralatan yang canggih dalam pembuatannya. Ini benar-benar digarap dengan kamera video amatir semacam handycam yang direkam oleh beberapa aktivis anarkis yang sedang berada di lokasi demonstrasi besar-besar di Seattle menentang World Trade Organization (WTO).

Dalam video ini, kita juga bisa melihat bagaimana gambaran perlawanan hampir seluruh elemen masyarakat yang kritis terhadap kehadiran New World Order, mulai dari kaum buruh pabrik, pegawai toko, aktivis lingkungan, agamis, seniman, pecinta hewan, leftist, sampai para anarkis radikal macam Black Bloc berkumpul menjadi satu, memadati jalan-jalan di kota Seattle dan melakukan apa saja yang mereka bisa menghambat ‘kebijakan-kebijakan’ sadis para kapitalis dunia terhadap para korbannya, yaitu negara-negara miskin, negara dunia ketiga, pengusaha kecil, para buruh, bahkan bagi bumi sendiri.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Seluruh elemen tersebut memiliki cara sendiri-sendiri untuk menunjukkan perlawanan mereka.

Ada yang membagi-bagikan pamflet, ada yang menuliskan pesan-pesan mereka pada papan dan poster, ada yang orasi dari atas atap toko di pinggiran jalan, ada yang memasuki toko-toko korporasi multinasional sambil berteriak-teriak agar pengunjung tidak nyaman, sampai yang paling ekstrim adalah para anarkis radikal yang merusak, mencoreti, dan menghancurkan instalasi umum dan gerai-gerai perusahaan multinasional macam Nike di Nike Town, McDonald’s, GAP, Wendy’s, dll.

Meskipun ada beberapa ketegangan antar para demonstran tentang penggunaan cara-cara radikal yang destruktif, namun mereka tetap paham siapakah musuh bersama. Yaitu monster yang bernama KAPITALISME.

Yang paling seru dari video ini adalah kita bisa memahami bagaimana para anarkis radikal tidak menyukai cara-cara kompromi dalam bentuk apapun terhadap kapitalisme.

Mereka memilih untuk merusak karena di mata mereka cara itu adalah cara paling nyata dan paling memuaskan hati mereka. Bagi mereka, melihat kaca-kaca besar di toko-toko multinasional di pinggir jalan Seattle itu pecah berhamburan dan tembok-temboknya penuh dengan coretan macam “Fuck You Nike!” adalah kepuasan tersendiri. Mereka seperti sudah lelah bersabar layaknya para demonstran lain yang memilih melakukan aksi secara damai. Sakit hati mereka sudah terlalu dalam dan kesabaran mereka sudah habis.

Selain itu kita juga bisa melihat bagaimana aparat kepolisian di Seattle yang agresif merespon para demonstran bahkan kepada yang melakukan aksi damai sekalipun. Terlihat beberapa demonstran yang hanya duduk-duduk didepan gerai restoran fastfood diserbu puluhan polisi dan dipukuli. Tidak heran polisi di negara ini banyak dijadikan bahan makian band-band punk. Mereka menyebutnya dengan istilah “pig”. Seperti coretan-coretan vandal di mobil yang sedang parkir sekilas di terlihat dalam video ini.

Ada juga beberapa wawancara amatir dengan beberapa demonstran dan politisi lokal dalam video ini. Mereka memberikan opininya tentang perlawanan terhadap WTO dan juga tentang metode-metode perlawanan mereka yang berbeda-beda.

Film berdurasi 1 jam ini didistribusikan secara kolektif pekerja anarkis Crimethinc yang produktif merilis berbagai buku, jurnal dan film.

Kolektif ini pula yang pernah menerbitkan buku Days of War, Nights of Love yang tersohor dikalangan aktivis anarkis diberbagai belahan dunia. Sampai-sampai buku tersebut masuk dalam salah satu scene video klip The Internasional Noise Conspiracy berjudul “Capitalism Stole My Virginity.”

Salah seorang penggerak kolektif ini, kabarnya adalah vokalis band metalcore Catharsis, Brian. Saya mendapati keterlibatan dia dalam kolektif ini sudah sejak tahun 2000-an. Sekitar 14 tahun yang lalu. Entah sekarang masih aktif atau tidak.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:kapitalisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Ormas Berpolitik Sebabkan Kekuatan Kontrol Berkurang
Tulisan selanjutnya Gaya Hidup yang Diedukasi Doktrin Feminisme jadi Pendorong Lahirnya Perilaku LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?