Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Debat Capres, Jokowi Paparkan Data Tidak Sesuai Fakta

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 18 Februari 2019 05:47 5:47 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 18 Februari 2019 05:47
Bagikan
Capres petahana Jokowi dalam debat capres Pilpres 2019 kedua di Jakarta, Ahad (18/02/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Debat calon presiden pada Pilpres 2019 berlangsung di Hotel Sultan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad (17/02/2019) malam, antara capres nomor urut 01 Joko Widodo dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Dalam debat tersebut, Jokowi memaparkan sejumlah data terkait kinerja pemerintahannya selama periode empat tahun kepemimpinannya.

Terungkap, sejumlah data yang disampaikan Jokowi ternyata tak sesuai fakta. Berdasarkan pemantauan hidayatullah.com saat debat tengah berlangsung, sejumlah data dari Jokowi yang tak sesuai fakta tersebut diungkapkan sejumlah pihak.

Antara lain diungkap oleh Greenpeace Indonesia yang membantah pernyataan Jokowi yang menyebutkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak terjadi selama tiga tahun terakhir.

Menanggapi itu, Greenpeace Indonesia lantas menuliskan bantahannya. Greenpeace mengungkapkan, faktanya kebakaran hutan besar terjadi pada tahun 2015 dan kebakaran masih terus terjadi hingga saat ini.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pak @jokowi tadi mengeluarkan statement bahwa tidak terjadi kebakaran hutan selama 3 tahun terkahir (terakhir, Red). Faktanya? Sejak tragedi kebakaran hutan terbesar 2015, kebakaran hutan dan lahan terus terjadi setiap tahun hingga sekarang. #DebatCapres,” tulis Greenpeace Indonesia melalui akun Twitter @GreenpeaceID, semalam saat debat tengah berlangsung.

Greenpeace bahkan mengungkapkan fakta bahwa pada bulan Februari 2010 ini, kebakaran hutan kembali terjadi di Riau. Greenpeace pun menambahkan bukti pernyataannya itu dan mencantumkan link sebuah artikel berita media online yang memberitakan bahwa sebanyak 497,7 hektare lahan di Riau dilahap api.

Dalam debat semalam, Jokowi sang petahana mengklaim, pemerintahan yang dipimpinnya berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan dalam tiga tahun terakhir.

“Dalam lingkungan hidup, kebakaran lahan gambut tidak terjadi lagi dan ini sudah bisa kita atasi. Dalam tiga tahun ini tidak terjadi kebakaran, hutan, kebakaran lahan gambut. Itu adalah kerja keras kita semua,” ujar Jokowi dalam debat yang disiarkan langsung berbagai stasiun TV tersebut.

Berdasarkan data Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memang terjadi penurunan luas wilayah kebakaran hutan dan lahan. Menurut data Sipongo yang merupakan Karhutla Monitoring System, terdapat 14.604,84 hektare lahan yang terbakar pada 2016. Angka ini kemudian berkurang menjadi 11.127,49 hektare pada 2017 dan 4.666,39 hektare pada 2018.

Data Kementerian LHK, pada 2015 hingga 2017 telah terjadi penurunan jumlah hotspot sebesar 93,6 persen. Penurunan itu dari 70.961 hotspot pada 2015 menjadi 2.440 hotspot tahun 2017.

Pada 2015, tercatat area terbakar seluas 2.611.411 hektare, kemudian pada 2016 seluas 438.363 hektare, dan pada 2017 seluas 165.484 hektare.

Kemudian, pada 2018 atau empat hari sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 ditemukan titik api terbanyak di Provinsi Riau berjumlah 90 titik. Selain itu, ada 13 titik di Sumatera Selatan, 27 titik di Bangka Belitung, 22 titik di Sumatera Utara, 10 titik di Sumatera Barat, 4 titik di Provinsi Jambi, dan 3 titik di Lampung.

Kemudian, peneliti dari lembaga lingkungan hidup Auriga, Iqbal Damanik mengatakan bahwa tidak benar kalau tidak ada kebakaran hutan dan lahan dalam tiga tahun terakhir.

“Dalam 2 tahun terakhir terjadi kebakaran dan indikasinya dengan titik panas. Dicatat oleh KLHK, bahwa pada tahun 2017 saja setidaknya 11 ribu hektar masih terindikasi terbakar,” ucap Iqbal kutip Kompas.com, Ahad.

Menurut data Auriga, kebakaran hutan dari tahun ke tahun sebagai berikut: 2015-2016: 261.060 hektar 2016-2017: 14.604 hektar 2017-2018: 11.127 hektare.

Selain soal kebakaran, Jokowi juga memaparkan sejumlah data lainnya yang terungkap kemudian bahwa data-data tersebut tak sesuai fakta.

Misalnya, Jokowi mengklaim, dengan dana desa Rp 180 triliun, pemerintah telah membangun 191 ribu km jalan desa dan 58 ribu unit irigasi. Namun, faktanya berdasarkan data Kementerian Keuangan per November 2019, jalan desa yang terbangun baru 95.200 km, serta 103.405 unit drainase dan irigasi.

Jokowi juga menyebut, produksi kelapa sawit 46 juta ton per tahun. Faktanya, berdasarkan data BPS, produksi sawit sebagai berikut: Tahun 2015 sebanyak 26.542.224 ton; 2016 (31.487.986 ton); dan 2017 (34.468.293 ton).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:debat capresdebat pilpresGreenpeace IndonesiaJoko widodoJokowi bohongkebakaran hutanPilpres 2019sawit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dipecat, Pria Amerika Tembak Mati Rekan-Rekan Kerjanya
Tulisan selanjutnya #JokowiBohongLagi Trending Topic habis Debat Capres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?