Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sepeda Listrik Laris Manis di Belanda

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Maret 2019 21:36 9:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Maret 2019 07:00
Bagikan
Salah satu tempat parkir sepeda di Universitas Delft, Belanda.
Bagikan

Hidayatullah.com—Siapa yang tidak tahu kecintaan orang Belanda akan sepeda. Di negeri kincir angin itu ada 22,5 juta sepeda sementara jumlah penduduknya 17 juta jiwa. Seiring dengan perkembangan teknologi kini mereka tidak hanya menyukai sepeda yang dikayuh pedal, tetapi juga sepeda bertenaga listrik.

Lebih dari 1 juta sepeda terjual tahun lalu di Belanda, naik 5,7% dari tahun 2017, dan pada saat yang sama konsumen di Belanda terlihat tidak ragu-ragu untuk merogoh kantong membeli sepeda listrik (selis) atau e-bike, demikian menurut data statistik yang dikutip The Guardian Kamis (1/3/2019).

Selis menyumbang sekitar 823 juta euro dari 1,2 miliar euro penjualan sepeda tahun 2018 di Belanda. Itu pertama kalinya penjualan sepeda menembus angka 1 miliar euro dan untuk pertama kalinya pula penjualan sepeda listrik melampaui sepeda konvensional. Apabila ditinjau dari unit yang terjual, sebanyak 409.400 sepeda listrik terjual tahun lalu atau naik 40% dari tahun 2017. Akibatnya, rata-rata harga sepeda di Belanda terdongkrak sekitar 200 euro menjadi 1.207 euro. Padahal tahun 2011 harga rata-rata sepeda di negara bekas penjajah Indonesia itu 734 euro.

Ketika ditanya apakah kenaikan harga akan mengurangi minat orang Belanda menggunakan alat transportasi beroda dua tanpa bahan bakar itu. “Tidak di Belanda. [Bersepeda] itu sudah menjadi budaya kami, sudah mendarah daging,” kata Floris Liebrand dari RAI Vereniging, organisasi payung sektor otomotif dan sepeda.

“Kami negara sepeda nomor 1 di dunia sehingga kami terbiasa berinvestasi dalam sepeda inovatif, jadi berbeda dengan negara-negara lain, termasuk Inggris,” kata Liebrand, seraya menambahkan bahwa sepeda listrik sekarang tidak lagi dianggap hanya cocok untuk kalangan manula.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sepeda listrik akan menjadi pemandangan normal baru, menurut saya, dalam waktu 10 sampai 15 tahun. Menurut saya semua sepeda nantinya akan dilengkapi dengan mesin kecil, … Di Belanda, 60% orang yang tempat kerjanya berjarak sekitar 15km cocok menggunakan sepeda listrik,” imbuhnya.

Meskipun demikian Liebrand mengingatkan konsekuensinya. Di Belanda tidak banyak kematian akibat kecelakaan lalu lintas, “tetapi ada kenaikan luka berat karena semakin banyak orang yang bersepeda, demikian pula ketika orang beranjak tua. Orang-orang masih bersepeda ketika mereka berusia 80 tahun.”

RAI Vereniging mendorong peningkatan investasi sektor sepeda sebelum pemilu provinsi pada 20 Maret.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Berita Foto] Pameran Buku Islam IBF 2019
Tulisan selanjutnya KAMMI Tegas Tolak Militer Masuk Kementerian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?