Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Makkah, tempat Shalat Terakhir Ustad Jamaluddin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Februari 2014 11:08 11:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Februari 2014 11:06
Bagikan
Ustadz Jamaluddin 'sinjai' -رحمه الله- di masa hidupnya
Bagikan

SENYUMAN khas seorang da’i dalam balutan raut wajah senjanya memancarkan sinar wudhu, itulah kesan pertama ketika saya bertemu Ustad Jamaluddin -رحمه الله- di tepian pantai peradaban Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Indonesia.

Saat itu beliau sedang bersilaturrahim ke kediaman kakek dan orangtuaku di desa yang berhadapan langsung dengan selat Makassar tersebut.

Tidak banyak nasehat dalam bentuk kata yang aku dapatkan darinya, karena jarang bertemu dan memang baru-baru saja menjadi tetangga dekat orangtuaku di PPU, setelah sebelumnya berdomisili di ITCI Kenangan, sebuah komplek pabrik kayu besar di Kaltim, tapi pesan moral sering aku dapatkan darinya.

Hidupnya dihabiskan dalam perjuangan tarbiyah dan dakwah Islam, hijrah meninggalkan Sulawesi Selatan lalu bergabung di Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan akhir tahun 70-an, menjadi santri Ustad Abdullah Said -رحمه الله- kemudian tumbuh menjadi da’i yang selalu siap diterjunkan ke medan dakwah.

Tempat tugas terakhirnya adalah Pesantren Hidayatullah Cabang PPU, sebagai pembimbing dan juru dakwah.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Walau sakit tetap sholat berjama’ah di masjid

Seiring dengan usia yang semakin senja, berbagai penyakit datang menguji kesabarannya, komplikasi. Namun penyakit itu tidak menurunkan semangat untuk berdakwah ke masjid-masjid yang jauh dari pesantren.

“Ustad Jamal itu selalu semangat berdakwah, walaupun yang hadir di majelis cuma lima orang, dia ajari juga, baru tidak pernah itu mengeluh kalau jauh tempatnya, padahal ada reumatiknya,” kata Abi Ustad Jamaluddin Ja’far, partner Ustad Jamal ‘Sinjai’ di medan dakwah PPU.

Pelajaran terpenting yang bisa kita petik dari sosok Ustad Jamal ‘Sinjai’ adalah spiritnya menjaga sholat lima waktu berjama’ah di masjid.

Seberat apapun langkah yang ditahan oleh sakit terus beliau lawan dengan langkah pelan tapi pasti. Hadir di masjid sebelum adzan adalah tradisinya.

Jika langkah kaki sudah tidak mampu menemani ayunan tangan barunya mengendarai sepeda motor menuju masjid. Dan saya menjadi saksi kecil dari puluhan santri dan keluarga yang ada di sana tentang kebaikan ini.

“Selama (saya) masih bisa bangun dari ranjang, insya Allah harus bisa hadir di masjid bersama jama’ah,” begitulah (alm) Ustad Jamal Sinjai, saat saya pernya menyapanya di masjid Aqshol Madinah, Silkar, PPU.

Penyakit yang dideritanya juga tidak menjadikannya meninggalkan kewajiban sebagai seorang suami dan bapak. Ia bahkan biasa mengambil rumput sendiri untuk memberi makan ternaknya di ladang./bersambung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menghapus Lokalisasi vs Mempahlawankan Pezina
Tulisan selanjutnya Biaya Nikah di Luar Kantor Rp 600 Ribu, di KUA Rp 50 Ribu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Berita
20 Juli 2026 17:00
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?