Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sakit Tak Menghalangi Rasa Syukur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Maret 2019 09:05 9:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Maret 2019 09:05
Bagikan
Bagikan

NIKMAT sehat dan kesempatan merupakan dua nikmat yang sering kali dilalaikan oleh manusia. Banyak sekali di antara manusia yang lupa bersyukur ketika dia diberi nikmat sehat dan kesampatan oleh Allah subhanahu wata`ala. Baru setelah kedua nikmat itu dicabut, timbullah rasa penyesalan yang mendalam untuk mendambakan nikmat itu kembali, bahkan berjanji untuk bersyukur.

Seandainya manusia benar-benar mensyukuri kedua nikmat tersebut, niscaya syukur dan sabar akan mampu dilakukan sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan dunia menuju akhirat.

Orang yang tak pandai bersyukur, tidak akan mungkin pandai bersabar. Kalau manusia pada umumnya: mana yang anda pilih punya kesempatan dan sehat wal afiat apa tidak punya kesempatan dan sakit-sakitan? Bisa ditebak pasti jawabannya: ingin punya kesempatan sekaligus sehat. Tentu saja ini jawaban yang lumrah dan normal.

Baca: Temuan Ilmiah Modern: Syukur Menambah Nikmat ! 

Jika kita mau jeli membaca sejarah emas sahabat Nabi Muhammad ﷺ ternyata ada yang menyalahi jawaban tadi. Ada sahabat yang memiliki permohonan unik kepada Allah. Permohonannya menyalahi kebanyakan manusia. Ia malah ingin sakit sepanjang hayat. Ia tetap bersyukur meski dalam kondisi sakit. Siapakah gerangan sahabat yang unik itu? Berikut kisahnya:

“Bersumber dari Sa`id al-Khudri ia menceritakan bahwa ada salah seorang lelaki dari kalangan orang muslim bertanya: Ya Rasulallah apa pendapatmu tentang penyakit yang menimpa kami, kami dapat apa? Nabi menjawab: “Sebagai kaffarat (penebus dosa).” Lalu Ubay bin Ka`ab bertanya: “Ya Rasulallah meski penyakit itu ringan?” Rasul menjawab: “Meskipun hanya terkena duri, atau yang lebih kecil darinya.” Lalu Ubay berdoa agar tidak dipisahkan dari penyakit demam hingga meninggal dunia, dan meminta agar penyakit demam itu tidak menghalangi dirinya untuk haji, umrah, jihad dan shalat wajib secara berjama`ah.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Abi Sa`id al-Khudri berkata: “Tidak seorangpun yang menyentuh Ubay pasti merasakan panas padanya hingga ia meninggal dunia”. Di riwayat lain dijelaskan: Ubay berkata: “Ya Rasulallah apa ganjaran orang kena penyakit demam?” Rasulullah menjawab: “Kebaikan akan mengalir pada yang ditimpanya.” Lalu Ubay berdoa: Ya Allah sungguh aku meminta pada-Mu sakit demam yang tidak menghalangiku keluar di jalan-Mu. Maka (setelah itu) tidaklah Ubay disentuh, melainkan terkena penyakit demam(HR:  Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)”.

Riwayat itu menjelaskan kepada kita keunikan sahabat yang bernama Ubay bin Ka`ab. Sahabat kawakan yang pakar dan piawai dalam bidang qira`ah. Ia sangat disiplin, zuhud, dan termasuk sahabat yang terdepan dalam masalah keilmuan. Ia juga merupakan satu-satunya sahabat yang Allah memerintahkan Nabi-Nya langsung membacakan ayat-ayat-Nya dari langit ke tujuh kepadanya langsung.

Perhatikan betapa aneh permintaannya!. Ia ingin diberikan sakit demam sepanjang hayatnya. Kalau kita amati benar-benar penggalan riwayat di atas kita akan menemukan pelajaran yang berharga. Sebagaimana manusia pada umumnya, sebenarnya ia juga menginginkan kondisi yang sehat. Tetapi pada umumnya kesehatan den kesempatan ternyata banyak yang membuat orang terlena.

Baca: Riset: Makin Bersyukur, Makin Sehat! 

Ia terkesima mendengar penjelasan Rasulullah bahwa sakit merupakan kaffarat bagi dosa. Sakit juga merupakan kebaikan yang mengalir pada yang ditimpanya, tentu saja kalau pasrah dan ikhlas karena-Nya. Tapi yang unik ialah Ubay tak sekadar meminta sakit sepanjang hayat, tapi disertai dengan ungkapan: sakit yang tidak menghalangiku berjuang di jalan Allah.

Ya Allah, Allahu Akbar. Siapa yang berani di antara kita yang bersikap seperti Ubay bin Ka`ab. Melalui media sakit, dia bisa selalu bersyukur dan ingat kepada Allah. Ia tahu betul bahwa kesempatan dan kesehatan justru banyak melenakan orang. Dengan meminta sakit sepanjang hayat yang tak menghalanginya berjuang di jalan Allah, dia memiliki dua keuntungan sekaligus: dosa-dosanya akan senantiasa terhapus, dan dia akan selalu dialiri kebaikan, karena sakit tak menghalanginya untuk berjuang di jalan Allah.

Inilah salah satu keunikan generasi sahabat, sakitpun bisa dihikmahi dan diarifi sedimikian rupa untuk mengharap ridha Allah subhanahu wata`ala. Lalu bagaimana dengan kita yang masih punya banyak kesempatan dan masi sehat bugar ini? Kebaikan apa yang bisa dilakukan di masa yang akan datang? Apakah kita bisa menjadi hamba yang bersyukur dengan kenikmatan yang diberi Allah, atau malah menjadi hamba yang kufur?*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:rasa syukursyukur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anies Berterima Kasih ke Pekerja MRT, Minta Nama Mereka Dicatat
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ – AS Bahas Dataran Golan, Suriah Ancam Rebut Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?