Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kru Diperlakukan Buruk dan Kurang Stok Makanan, Australia Tahan Kapal Jerman

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Maret 2019 17:24 5:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Maret 2019 05:30
Bagikan
Kapal kargo Anna-Elisabeth.
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah kapal kargo milik perusahaan asal Jerman bernama “Anna Elizabeth” ditahan di lepas pantai Australia setelah para krunya melaporkan perihal kondisi kerja yang buruk, kata Australian Maritime Safety Authority (AMSA) hari Rabu (27/3/2019).

Kapal kargo raksasa berbendera Liberia tersebut milik perusahaan pelayaran Jerman Johann MK Blumenthal. Petugas inspeksi mengatakan bahwa kondisi buruk yang dilaporkan awak kapal merupakan kondisi “sistemik di perusahaan tersebut.”

Kapal Anna Elizabeth saat ini ditahan di Pelabuhan Kembla di New South Wales, Australia, lansir DW.

Awak kapal –terdiri dari 17 pekerja asal Sri Lanka dan Filipina– mengatakan bahwa mereka mengalami perundungan dan kondisi kerja di atas kapal yang tidak aman.

Mereka tidak boleh memgambil cuti berlabuh sejak 23 Januari, ketika kapal berada di Afrika Selatan, menurut International Transport Workers Federation (ITF).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

AMSA kemudian mengatakan bahwa kapal tersebut kekurangan stok makanan, dan sebuah derek perahu penyelamat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, lapor Australian Associated Press.

Pihak berwenang Australia memutuskan untuk melakukan penyelidikan setelah menerima pengaduan dari ITF dan Maritime Union of Australia.

Koordinator nasional ITF Dean Summers mengatakan bahwa petugas inspeksinya menaiki kapal tersebut dan mendapati tidak ada cukup makanan bagi para awak kapal dalam perjalanan mereka menuju Singapura.

“Daging dan ikan menghitam di freezer dan bahan-bahan pangan segar sangat sedikit, yang pastinya tidak cukup untuk 17 orang berlayar ke Singapura,” kata Summers dalam sebuah pernyataan.

Allan Shwartz, general manajer keselamatan pelayaran AMSA, mengatakan bahwa perusahaan yang berulang kali melanggar hukum buruh maritim negara itu akan dilarang berlayar di perairan Australia.

Johann MK Blumenthal yang berbasis di Hamburg, belum merespon laporan tersebut, lansir DW.

ITF mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, petugas inspeksi di Eropa mendapati kasus kekurangan makanan di atas kapal-kapal milik perusahaan asal Jerman tersebut.

“Kami curiga bahwa perusahaan ini mengalami tekanan finansial berat dan harus dapat menghemat uang sebisa mungkin,” kata Summers.

Dalam pernyataannya ITF menyeru kepada pemerintah Australia agar mendesak negara-negara lain melakukan “audit dan penahanan” kapal-kapal Blumenthal kapan pun bila ditemukan pelanggaran terhadap hak-hak awak kapal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prabowo: Sungguh Kejam Saya Dituduh Larang Tahlilan dan Ubah Pancasila
Tulisan selanjutnya Prabowo Nasihati Jokowi: Hati-hati, Banyak yang ‘Asal Bapak Senang’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?