Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kabinet Jerman Setuju Perkeras Aturan Deportasi Migran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 April 2019 18:33 6:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 April 2019 18:33
Bagikan
Salah satu tempat penampungan migran pencari suaka di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer membeberkan rencana pemberlakuan peraturan yang akan mempersulit migran yang ditolak suakanya menghindari deportasi.

Dilansir DW, hari Rabu (17/4/2019) Seehofer mendapat dukungan kabinet atas rancangan undang-undang pendeportasian migran Geordnete-Rückkehr-Gesetz.

RUU itu akan dibawa ke parlemen untuk diperdebatakan dan kemungkinan diloloskan sebelum reses musim panas.

Akan tetapi, tidak semua negara bagian setuju dengan RUU itu, yang akan menempatkan para pencari suaka yang akan dideportasi dalam penjara di masing-masing wilayah dan bukannya di fasilitas penampungan deportasi.

Tahun 2018, Jerman mendeportasi sekitar 25.000 orang. Jumlah itu hanya sepersepuluh lebih sedikit dari jumlah total orang yang diperintahkan untuk segera meninggalkan negara itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Kementerian Dalam Negeri Federal sekitar 240.000 orang telah diperintahkan untuk meninggalkan Jerman pada akhir Februari. Dari jumlah itu, 184.000 orang diberi toleransi tinggal di Jerman karena sakit atau identitasnya belum tuntas diverifikasi.

RUU itu nantinya akan menambah hampir 1.000 sel pradeportasi di penjara-penjara regional. Usulan ini mendapat penentangan dari menteri-menteri regional karena dianggap melanggar ketentuan yaitu orang yang akan dideportasi harus dipisahkan dari narapidana.

RUU tersebut menetapkan ketentuan baru bagi migran yang mendapatkan toleransi tinggal karena identitasnya belum diverifikasi, yang mana mereka dapat dikenai larangan mencari pekerjaan atau daerah tempat di mana mereka boleh tinggal dibatasi.

Tidak hanya itu, tunjangan sosial bagi migran yang mendapatkan suaka di negara Uni Eropa lain akan dikurangi.

RUU itu juga akan mempidanakan pegawai pemerintah yang memberikan peringatan kepada migran yang akan dideportasi perihal penundaan pelaksanaan deportasinya.

Bagi mereka yang sudah mendapatkan suaka pada tahun 2015, 2016 dan 2017, akan diberlakukan perpanjangan masa evaluasi dari tiga menjadi lima tahun. Apabila hasil evaluasinya buruk, mereka akan dipulangkan ke negara asal.

Horst Seehofer merupakan salah satu politisi yang paling menentang kebijakan Kanselir Angela Merkel yang membuka pintu lebar-lebar bagi migran dan pengungsi untuk mencari suaka di Jerman. Dia juga tidak suka pendatang dari luar Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prabowo-Sandi Menang 73,40% di Mesir, Relawan: Kita Jaga Kemenangan
Tulisan selanjutnya Rabithah Alawiyah Minta KPU Adil dan Jujur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?