Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Peresmian Klinik Bantuan Baznas untuk Pengungsi Palestina di Yordania

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 April 2019 17:37 5:37 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 23 April 2019 17:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Jordan Medical Aid For Palestinians (MAP), Prince El Hassan Bin Talal, meresmikan klinik bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk pengungsi Palestina di Yordania.

“Klinik mata dan klinik telinga hidung dan tenggorokan (THT) ini merupakan salah satu bantuan dari masyarakat Indonesia yang diamanahkan melalui BAZNAS. Alhamdulillah bantuan kita diresmikan langsung oleh Prince Hassan,” ujar anggota BAZNAS, Irsyadul Halim, dalam keterangan tertulis usai peresmian di Al Talbiyeh Camp, Distrik Jizah, Yordania, Ahad (21/04/2019) diperoleh redaksi pada Selasa (23/04/2019).

Turut hadir Duta Besar RI untuk Yordania dan Negara Palestina, Andy Rachmianto serta sejumlah pejabat Kerajaan Hasyimiyah Yordania dan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO). Sementara, Irsyadul Halim didampingi Manajer Penghimpunan Digital BAZNAS, Hafiza Elfira Novitariani.

Menurut Irsyad, lebih dari 2 juta warga Palestina menjadi pengungsi di Yordania. Mereka tersebar di beberapa titik lokasi yang dikelola lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didedikasikan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan bagi pengungsi Palestina.

“Mereka tinggal dengan bantuan yang diberikan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan. Yordania sebagai negara dengan jumlah pengungsi Palestina terbanyak, juga memiliki lembaga untuk memberikan bantuan bagi program-program sosial, khususnya untuk pengungsi Palestina. Institusi ini bernama Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO),” ucap Irsyadul Halim.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

BAZNAS, tandas dia, memberikan bantuan bagi pengungsi Palestina dalam bentuk penyaluran dana zakat sebesar 150.000 dolar AS melalui JHCO dan 150.000 dolar AS melalui UNRWA pada 2018. “Kini beberapa program telah diimplementasikan seperti bantuan obat-obatan dan sarana pendidikan bagi anak-anak pengungsi Palestina,” kata dia.

Irsyad menjelaskan, lokasi bantuan BAZNAS berada di empat tempat pengungsian di Yordania yang dikerjasamakan dengan JHCO. Yaitu, Hettien Camp yang dibangun pada 1968, berlokasi di Provinsi Zarka dan ditinggali oleh 54.876 pengungsi.

“Para pengungsi tidak memiliki pendapatan yang cukup, sehingga sangat bergantung pada bantuan dari luar. Terdapat empat klinik di mana dua di antaranya dikelola UNRWA dan dua klinik lainnya dikelola Jordan Medical Aid for Palestinians (JMAP).  Bantuan BAZNAS untuk kamp ini dalam bentuk obat-obatan,” kata Irsyad.

Kemudian, lanjut Irsyad, Gaza Camp yang dibangun tahun 1968, terletak di Provinsi Jerash dan ditinggali 37.000 pengungsi. Para pengungsi di sini tergolong sangat miskin dibandingkan dengan pengungsi di kamp lainnya.

“Masih minimnya akses pendidikan dan layanan publik dan juga minimnya infrastruktur dan layanan lainnya, mengakibatkan kualitas hidup yang kurang baik. Terdapat dua klinik yang dibangun UNRWA dan JMAP di sana. Bantuan BAZNAS diberikan di kamp ini dalam bentuk obat-obatan,” ujar Irsyad.

Selanjutnya, papar dia, Alwehdat Camp yang dibangun tahun 1955, berlokasi di Provinsi Amman dan ditinggali oleh 58.311 pengungsi, sehingga tempat ini dikenal sebagai kamp dengan jumlah pengungsi terbanyak di Yordania.

“Terdapat dua klinik dan 19 klinik swasta, satu pusat rehabilitasi untuk difabel yang mayoritas anak-anak, serta klinik pendengaran untuk memberikan bantuan alat pendengaran. Bantuan BAZNAS diberikan di kamp ini khususnya untuk pusat rehabilitasi dan klinik pendengaran dalam bentuk peralatan dan bahan untuk klinik seperti matras, perban, otoskop, papan braille dan sebagainya,” kata Irsyad.

Dan satu lagi, tutur dia, Altalbiyeh Camp yang dibangun pada 1968, berlokasi sekitar 40 kilometer ke arah selatan Kota Amman dan ditinggali oleh 25.000 pengungsi. “Terdapat dua klinik dan satu pusat rehabilitasi untuk difabel, khususnya anak-anak. Bantuan BAZNAS diberikan di kamp ini dalam bentuk penyediaan klinik mata dan klinik THT,” ucap Irsyad.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baznaspalestinapengungsi palestinaPrince El Hassan Bin Talalyordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suara Jokowi sempat Gelembung 1.000 Lebih pada TPS di Bali ini
Tulisan selanjutnya Kemlu RI Pastikan Bomber Sri Lanka Insan Seelawan, Bukan WNI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?