Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putra Korban Penculikan di Mali: Pemerintah Prancis Mengorbankan Ibu Saya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 April 2019 08:31 8:31 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 April 2019 08:31
Bagikan
Kelompok bersenjata Muslim menculik wanita tua bernama Sophie Petronin pada 24 Desember 2016 di Gao, wilayah bagian utara Mali.
Bagikan

Hidayatullah.com—Dua setengah tahun setelah warga negara Prancis Sophie Patronin diculik oleh kelompok bersenjata di Mali, putranya menuding Kementerian Luar Negeri Prancis tidak berbuat cukup banyak untuk membebaskan ibunya.

Putra dari wanita manula pekerja sosial tersebut menuding Paris menolak berunding dengan para penculiknya, lapor RFI dalam pernyataan yang disiarkan hari Ahad (28/4/2019).

Kelompok bersenjata Muslim menculik wanita tua bernama Sophie Petronin pada 24 Desember 2016 di Gao, wilayah bagian utara Mali, di mana dia melakukan kerja sosial membantu anak yatim.

Putranya, Sebastien Chadaud-Petronin, mengatakan kepada koran Journal du Dimanche bahwa pejabat-pejabat Prancis menolak tawaran dari kelompok penculik, yang diterimanya ketika dirinya mengunjungi Mali pada bulan Desember.

Sebastein mengatakan pihak Kemenlu Prancis mengabaikan dirinya dan mengambil keputusan sendiri dengan mengatasnamakan dirinya, yaitu “keputusan untuk mengorbankan ibu saya”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menanggapi pernyataan Sebastien itu, sebuah sumber yang dekat dengan Kemenlu kepada AFP mengatakan bahwa Prancis terus berusaha melakukan segala cara untuk membebaskan Petronin, dan komentar putranya itu sama sekali tidak membantu.

Sumber itu mengatakan putra Nyonya Petronin menerima sokongan dari pemerintah Prancis yang membiayai delapan kali perjalanannya ke kawasan Sahel, Mali.

Sumber itu mengatakan, karena Sebastien Chadaud-Petronin menolak mengungkap identitas aslinya ke pihak intelijen Prancis –sementara dia melakukan kontak dengan pihak perantara penculik– maka pihak otoritas Prancis sulit memverifikasi kredibilitas Sebastien.

“Kami tidak menyangsikan kesungguhannya, tetapi dia telah dimanipulasi oleh para penculik dan banyak perantaranya,” imbuh sumber tersebut.

Juni 2018, penculik Petronin mengirim rekaman video yang menunjukkan wanita tua itu dalam kondisi lemah dan meminta bantuan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Dalam video lain bulan November 2018, yang hanya menunjukkan foto Petronin, para penculiknya mengatakan kondisi kesehatan wanita tersebut memburuk.

Berbicara kepada AFP hari Ahad, Sebastien Chadaud-Petronin mengatakan bahwa dirinya berharap ibunya masih hidup, meskipun belum menerima informasi pasti.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jenewa Larang Penjualan Plastik Sekali Pakai Mulai 2020
Tulisan selanjutnya Kapal Sipil Vietnam Tabrak Kapal Perang TNI AL yang Tangkap Maling Ikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?