Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ramadhan

Ngabuburit di Stasiun Transit

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Mei 2019 15:56 3:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Mei 2019 15:43
Bagikan
Pengguna KRL shalat magrib berjamaah di mushalla Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Kamis (09/05/2019).
Bagikan

SAMPAI di dalam, tujuan pertamaku adalah charging booth. Telepon genggam sudah lowbat, daya listriknya harus diisi segera.

Sore itu, sepulang dari liputan di sejumlah lokasi di Jakarta Pusat, saya memutuskan untuk segera ke kantor. Namun, sebagaimana biasa pada hari kerja, lalu lintas di Jakarta macet apalagi menuju pinggiran ibukota. Jarak yang dekat jadi lama waktu tempuhnya. Terlambat tiba di kantor = terlambat menggarap berita.

Akhirnya datang ilham; ke stasiun terdekat saja. Nah, cocok. Stasiun Manggarai adalah destinasi yang dimaksud. Sekalian jalan pulang.

Dari gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakpus, jarak ke Manggarai cukup dekat. Naik ojek online beberapa menit saja.

Tiba di sana, calon penumpang cukup ramai mengantre untuk membeli tiket, baik di loket manual –dilayani petugas– maupun di mesin khusus pembelian tiket kereta rangkaian listrik, dikenal dengan sebutan commuter vending machine (C-Vim).

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Jubah 1.000 Dirham: Totalitas Tamim Ad-Dary Menjemput Lailatul Qadar
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman

Keramaian juga telihat di dalam stasiun, apalagi di sekitar tempat colokan listrik, yang memang disediakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di setiap stasiun, gratis.

Sejumlah pria-wanita tampak khusyuk memainkan gadget masing-masing. Saya menyapa dengan ucapan “Maaf, permisi”. Sebagian mempersilakan, sebagian tak menggubris.

Kebanyakan lubang nge-charge sudah dijamah para pemburu colokan. Syukurnya masih kebagian jatah satu lubang. Handphone berbasis Android-ku pun segera “berbuka puasa” lebih dulu dari majikannya.

Tak menunggu lama, sejumlah berita segera tergarap. Sebelumnya, beberapa berita cepat sudah saya kirim dari lapangan langsung, siang tadi.

Seiring itu, pemburu colokan silih berganti, datang dan pergi, kecuali 2-3 orang yang masih membersamaiku. Tahu-tahu langit semakin gelap dengan lebih cepat. Selain karena sudah mendekati malam, ternyata juga mau hujan. Langit mendung. Hujan pun turun dengan derasnya Cepat kuselesaikan tugas, sambil berkali-kali melirik jam di laptop, memastikan berapa menit lagi masuk waktu magrib.

Jika ada slogan “pantang pulang sebelum menang”, maka bagi jurnalis media online, termasuk hidayatullah.com, slogannya “pantang pulang sebelum kirim berita”. Memang sudah diniatkan menunda pulang sebelum berita hasil liputan hari ini kelar digarap dan dikirim.

Alhamdulillah, target sore itu tercapai. Bersiap menuju mushalla untuk berbuka puasa dan shalat magrib. Di stasiun memang enak. Tempat “nongkrong” ada, tempat shalat tersedia. Asyik deh.

Adzan belum juga terdengar saat laptop kumasukkan ke dalam tas. Namun ternyata, waktu berbuka puasa telah tiba. Dapat diketahui karena tiba-tiba orang-orang di kanan kiriku satu per satu mengeluarkan makanan masing-masing. Rupanya mereka sedari tadi sudah siap memanti waktu berbuka. Sementara suara adzan sepertinya “lenyap” ditelan hujan dan keramaian.

Manggarai begitu ramai. Para pengguna KRL memadati peron-peron stasiun besar ini. Rupanya, mereka atau kami telah ngabuburit bareng, meski sebagian besar mungkin tanpa janjian karena memang tak saling kenal.

Terlihat para KRL mania, baik pria, wanita, orangtua, mulai menyantap makanan dan minuman. Ada yang bawa air minum kemasan, ada yang bawa gorengan dan berbagai jenis kue lainnya seperti lontong, ada yang bawa roti, dan seabrek jenis menu berbuka puasa.

Pengguna KRL berbuka puasa di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Kamis (09/05/2019). [Foto: SKR/hidayatullah.com]
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring, mengabuburit artinya “menunggu azan magrib menjelang berbuka puasa pada waktu bulan Ramadan”.

Tenyata seru juga ngabuburit di stasiun transit ini. Keseruan lainnya ini; betapa indahnya tradisi bangsa Indonesia. Muslim-Muslim di sekitar saya bergantian menawarkan hidangan buka puasa. Mulai air mineral gelas sampai kue yang dibungkus plastik.

“Ini, Bang, minumnya!” salah seorang pria menawarkan. Ingin menerimanya, tapi agak sungkan, selain saya juga bawa bekal sebungkus kurma, juga karena minuman yang ditawarkan itu dingin –faktor kesehatan menjadi alasan menolaknya dengan halus, “Terima kasih, Mas! Saya sudah ada.”

Begitu pula, orang-orang di sekeliling yang saya tawarin kurma juga menolak dengan halus. Kami saling memberi sekaligus saling menolak. Masya Allah deh, tenteram dan adem rasanya kalau satu negara begini akhlaknya. (Aamiin)

Sementara itu, seantero stasiun riuh rendah dengan acara buka puasa bareng. Termasuk yang sedang di dalam gerbong-gerbong KRL. Larangan makan dan minum di dalam kereta tidak diberlakukan bagi yang berbuka puasa Ramadhan, selama ini memang begitu kebijakan PT KAI.

Makan berjamaah jadi pemandangan unik, “dijamin” hanya ada di bulan puasa Ramadhan. Ada yang lesehan, ada yang duduk di kursi, ada yang berdiri, sebagian sambil ngobrol, yang lainnya makan-minum sembari berjalan, ya begitulah….

Selepas buka puasa singkat tadi, sebagian peserta bukber bergegas ke mushalla. Ternyata shalat magrib berjamaah sudah berlangsung. Tempat shalat padat. Sebagian jamaah menunggu giliran.

Magrib itu entah ada berapa “kloter” jamaah yang bergantian shalat magrib di mushalla. Dalam hitungan saya, setiap “kloter” ada sekitar 100 orang lebih.

Menurut Dadang, salah seorang petugas keamanan dalam di Stasiun Manggarai, suasana di mushalla stasiun termasuk ngabuburit tadi sudah rutin berlangsung selama Ramadhan itu.

“Apalagi pas hujan begini (tambah ramai),” ujarnya kepadaku di sela-sela dia menjaga jamaah shalat.

Usai menghadap Allah lewat sujud dan rukuk, sebagian jamaah menuju ke peron untuk menunggu KRL masing-masing. Baik yang ke arah tujuan akhir Jawa Barat seperti Bekasi maupun Bogor, maupun ke arah Jakarta Kota, Tanah Abang, Tangerang, dan sebagainya.

Pada salah satu gerbong KRL tujuan Jawa Barat, isinya tidak terlalu penuh. Berbeda dengan waktu sore jelang magrib, biasanya selalu sangat sesak. Biasanya pula, selama Ramadhan, kereta akan kembali agak padat selepas waktu isya.

Pengguna KRL menunggu kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta Pusat, Kamis (09/05/2019). [Foto: SKR/hidayatullah.com]
Dalam perjalanan, para penumpang sibuk dengan aktivitas masing-masing, mayoritas bermain gadget. Mungkin di antara mereka ada yang sedang membaca Al-Qur’an “mushaf” digital, sebagaimana beberapa kali pernah kutemui.

Mungkin pula yang lainnya melahap kabar-kabar politik yang tengah menghangat, termasuk berita demo ratusan massa di depan gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa jam sebelumnya, Kamis (09/05/2019) siang itu, dimana massa mendesak badan pengawas pemilu agar menindak KPU atas dugaan kecurangan pemilu.

Ini demo yang saya liput siang-sore tadi, dengan kondisi kepala nyut-nyut bin pening, entah kenapa, mungkin karena panasnya isu, atau panasnya cuaca, atau karena lapar dan haus. Yang jelas, pemilu sekarang ini bikin pusing banyak kepala. Ya, enggak?!*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buka puasaJakartaKRLngabuburitRamadhanRamadhan 1440H/2019Mstasiun kereta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan Bilik Taqarrub
Tulisan selanjutnya MUI Pantau Program Tayangan Ramadhan di Televisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Inspirasi RamadhanRamadhan

Bulan Puasa Melatih Pola Hidup Sederhana

16 Maret 2026 05:00
BeritaInspirasi Ramadhan

Dapur Ramadhan Hammad: 500 Ifthar Harian Plus 50.000 Dirham Lebaran

15 Maret 2026 17:00
Ramadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 8 : Saat Hitungan Sebulan Ramadhan Jadi 120 Hari

15 Maret 2026 11:30
KajianRamadhan

Selain yang Iktikaf, Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Lailatul Qadar?

15 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?