Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Antara Tradisi-Kultur Sunni dan Adu Domba Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2014 18:48 6:48 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2014 08:55
Bagikan
Fatwa Pendiri NU Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dan Habib Salim bin Ahmad bin Jindan Tentang Syi’ah. “Muqaddimah Qanun Asasi li Jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ mengingatkan bahaya Syiah
Bagikan

Oleh: Kholili Hasib

“SYIAH dan NU memiliki titik temu di bidang fikih dan tasawuf seperti tahlilan, qunut, maulidan, ziarah kubur, hormati ahlulbait  dll jadi bisa bersatu..

Titik Temu Islam Ahlus Sunnah (NU) dan Islam Syi’ah ada dibidang fikih dan tasawuf serta sama sama anti Wahabi Nejed,” demikian salah satu klaim kaum Syiah dalam sebuah situsnya belum lama ini.

Hari-hari ini adalah momen di mana Syiah mencari tempat pijakan di tubuh NU, dengan alasan memiliki beberasa kesamaan  kultur. Di internet, bisa mudah kita temukan bagaimana kaum Syiah mencari momen ‘meminjam’ tangan NU guna memusuhi sesama Ahlus Sunnah.

Strategi lain dari dakwah Syiah saat ini yang perlu diperhatikan adalah, klaim-klaim Syiah terhadap tradisi sebagian penganut Ahlus Sunnah dan indikasi adu domba antar kelompok.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Isu tentang tradisi atau kultur yang berlaku di kalangan NU, misalnya menjadi semakin marak, ketika Syiah mengklaim sebagian tradisi diamalkan. Tradisi-tradisi yang menjadi isu di antaranya; pembacaan maulid Nabi shallallahu’alaihi Wassallam, diba’an, metode membaca harakat tulisan Arab di kalangan orang Jawa dan lain sebagainya.

Selain itu, Syiah juga ‘bermain’ dengan memunculkan wacana seoalah-olah keturunan Ahlul Bait (Alawiyyin) itu representasi Syiah. Polemik makin serius, sebab pada satu sisi, sebagian tradisi tersebut dipersoalkan oleh satu kelompok dari kalangan Sunni, dan pada sisi lain Syiah tampil seakan-akan membela keabsahan tradisi tersebut.

Sebelumnya, pada 19 Maret 1996, budayawan Agus Sunyoto, memunculkan isu tersebut di harian Jawa Pos.

Waktu itu, muncul istilah ‘Syiah kultural’ untuk menyebut kaum nahdliyyin yang mengamalkan tradisi-tradisi yang ia katakan mirip dengan Syiah. Namun, tulisan Agus Sunyoto tersebut baru sebatas spekulasi. Bahkan lebih mengedepankan mitos-mitos.

Beberapa waktu lalu, di sejumlah kota, seorang tokoh Syiah mengadakan peringatan maulid Nabi Saw sembari mengklaim bahwa tradisi tersebut dari Syiah. Dikatakan, mula-mula dipelopori Dinasti Fatimiyah. Lagi-lagi, klaim ini spekulatif dan ahistoris. Sejarawan Muslim Alwi Alattas membantah klaim tersebut dalam tulisannya “Mencari Asal-Usul Maulid Nabi” dengan data-data ilmiah. Ia menulis:

“Di antara informasi awal yang menyebutkan tentang adanya peringatan maulid di dunia Sunni adalah catatan perjalanan Ibn Jubair. Ia melintasi Mesir dari Aleksandria ke pelabuhan Aydzab, dalam perjalanan hajinya, antara bulan Dzul Hijjah 578 H (April 1183) dan Rabiul Awwal 579 H (Juli 1183). Setelah menetap di Tanah Haram dan melakukan ibadah haji, ia meneruskan perjalanan ke Iraq dan Suriah sebelum kembali ke negerinya, Andalusia. Satu-satunya peringatan maulid yang ia sebutkan hanya berlangsung di kota Makkah yang berlangsung setiap bulan Rabiul Awwal. Maulid yang disebutkan oleh Ibn Jubair (2001: 111) berbeda dengan perayaan maulid yang kita kenal sekarang dan mungkin memiliki asal-usul yang lebih tua daripada maulid Fatimiyah” (baca lengkap Alwi Alattas, Mencari Asal-Usul Maulid Nabi 1-3 di hidayatullah.com).

Persia pasti Syiah?

Klaim Syiah terhadap traidis membaca diba’ dan barzanji juga tidak tepat. Sebab, di Iran pusat Syiah, tidak pernah ditemukan diba’ . Klaim Syiah makin lemah, sebab di dalam kitab diba’ terdapat syair-syari pujian kepada Sahabat Nabi. Syair tersebut misalnya berbunyi: “Ya Rabbi wardha ‘ani al-Shahabah ya Rabbi wardha ‘ani al-Sulalah” (Ya Allah semoga ridha atas para Sahabat, Ya Allah semoga ridha atas keturunan Nabi).*/lanjut halaman berikutnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:syiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pilih Capres Terpuji, Bukan Orang Serakah dan Curang
Tulisan selanjutnya Bus Polisi Pakistan Diserang Bom, Belasan Tewas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?