Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Waspada Racun Buah Leci! Ratusan Anak Meninggal di Bihar India

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juni 2019 18:32 6:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juni 2019 18:32
Bagikan
uah leci mengandung amino acids tidak biasa yang dapat mengganggu gluconeogenesis tergantung pada tingkat kematangan, jumlah buah yang dimakan dan kondisi kegizian anak yang bersangkutan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Sedikitnya 53 anak meninggal dunia di Muzaffarpur, negara bagian Bihar, India, akibat penyakit otak yang diduga berkaitan dengan buah leci. Puluhan anak lainnya saat ini dirawat di rumah sakit.

Acute Encephalitis Syndrome (AES), dikenal dengan nama Chamki Bukhar di India, merupakan penyakit otak yang dikaitkan dengan zat beracun dalam buah leci. Gejala yang dialami penderita antara lain demam, muntah dan tidak sadarkan diri.

Lebih dari 40 anak yang saat ini ditempatkan dalam ruang perawatan intensif mengalami gejala sama dengan anak-anak yang sudah meninggal dunia di distrik Muzzafarpur tersebut. Distrik itu merupakan daerah pertanian leci terbesar di India.

Setelah 150 orang di distrik itu meninggal dunia akibat penyakit tersebut pada tahun 2014, riset yang dilakukan oleh Lancet Global Health menemukan hubungan antara konsumsi buah leci dan kematian AES.

Buah leci mengandung amino acids tidak biasa yang dapat mengganggu gluconeogenesis tergantung pada tingkat kematangan, jumlah buah yang dimakan dan kondisi kegizian anak yang bersangkutan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Biasanya dialami oleh anak-anak yang tidur dengan perut kosong di malam hari dan memakan buah-buah leci yang jatuh ke tanah,” kata Menteri Kepala Bihar Nitish Kumar seperti dilansir RT dari laporan The Hindu Rabu (12/6/2019).

Sejak 2010, sebanyak 398 anak meninggal di Muzzaffarpur diduga akibat AES.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Indialeciracun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Nigeria Bayar Sekolah Bisa Pakai Sampah Botol Plastik
Tulisan selanjutnya Taat Berbuah Nikmat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Berita
1 September 2026 12:00
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?