Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Taat Berbuah Nikmat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juni 2019 15:16 3:16 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juni 2019 05:00
Bagikan
Bagikan

SAHABAT berikut, bisa dijadikan contoh bagaimana ketaatan seorang hamba bisa berbuah kenikmatan abadi di akhirat. Beliau adalah Handhalah bin Abi Amir. Meski ayahnya yang bernama Abu Amir adalah seorang rahib yang tidak mau mengimani Rasul, namun ia sama sekali berbeda, ia mau menerima cahaya Islam ke dalam relung hatinya.

Kejadian ini bermula pada pertempuran Uhud. Malam menjelang pertempuran Uhud, Handhalah adalah seorang pemuda yang sedang merayakan malam pengantin baru, ia sedang ber-honey moon. Pagi-pagi buta sewaktu ia telah menggauli istrinya, tiba-tiba ada kabar bahwa Rasulullah akan menghadapi pertempuran Uhud.

Dengan bergegas dan seketika itu juga Handhalah pergi untuk ikut serta berjihad di medan tempur. Sedemikian semangatnya ia sampai lupa belum melakukan mandi junub. Ketika perang Uhud berkecamuk, ia bertempur dengan gagah berani hingga meraih kesyahidannya.

Seusai perang, Rasulullah mencari dan memeriksa Sahabat-sahabatnya yang syahid. Ketika sampai pada Handhalah bin Abi Amir, Beliau beserta Sahabat lain yang masih hidup menjumpai keanehan dari keranda jenazah Handhalah bin Abi Amir. Keranda Handhalah bin Abi Amir meneteskan air. Melihat kejadian aneh ini akhirnya Rasulullah menanyakan langsung kepada istrinya, apa gerangan yang terjadi sebelum Handhalah berjihad.

Isterinya menjawab: Ia pergi berjihad menuju Uhud dalam kondisi belum melakukan mandi junub. Allahu Akbar……setelah itu Rasul mendapat pemberitahuan bahwa air yang menetes itu ialah karena telah dimandikan malaikat dengan air “muzni (awan).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Mungkin anda mengatakan ah masak, itu tidak masuk akal. Bagi anda yang tidak menyikapi ini dengan logika keimanan maka sanggahan semacam itu sangat logis. Logika keimanan menekankan pengetahuan penting pada kita: selama Tuhan yang melakukan, tiada kata mustahil untuk dilakukan.

Selanjutnya kita coba memeras inti sari kandungan hikmah yang dapat diambil dari peristiwa tersebut. Kalau kita analisa mengapa Handhalah mendapat kemulian semacam itu, bisa dijelaskan demikian:

Pertama: Semangat untuk berjuang dan berkorban begitu tinggi (bayangkan meninggalkan istri di waktu masa honey moon sangatlah susah). Kedua: Ketaatan tanpa reserve dan syarat (ketika yakin bahwa jihad itu perintah Rasul dengan seketika ia lakukan). Ketiga: Kerinduan yang sangat dengan kekasih sejati, yaitu Allah (kerinduan yang demikian dalam ini membuat segalanya larut tak bernilai).

Dari ketiga hal ini tentu saja sangat beralasan jika ia mendapat kemulian seperti itu.

Kemudian ada yang juga sangat penting diungkap pada tulisan ini yaitu: bahwa para pejuang di jalan Allah itu pasti dijamin kebutuhannya. Handhalah bin Abi Amir yang meninggal syahid sebelum melakukan mandi junub diberi perhatian yang luar biasa, dengan cara memerintah malaikat untuk memandikannya. Ingat bahwa para pejuang tidak akan disia-siakan kehidupannya oleh Allah. Allah Maha Pemelihara, Maha Penyokong dan Maha Memenuhi kebutuhan hamba.

Dengan dasar ini maka, para pejuang semestinya sudah tidak lagi memikirkan apakah ia akan diganjar dengan semua yang akan dikerjakan. Semua itu secara otomatis akan dipenuhi asalkan dilakukan dengan niat ikhlas dan sesuai dengan juklak dan juknis syariat-Nya.

Berjuang karena sudah tua, tidak punya apa-apa, atau terkucilkan dari komunitas itu bagus tapi biasa. Yang luar biasa ialah ketika usia masih muda, lagi meluap-luapnya, dan sedang mencari kesejatian hidup tapi tetap rela berjuang, berusaha melejitkan ketaatan dan berkorban, maka ini sungguh luar biasa.

Mana ada yang mau meninggalkan malam pengantinnya untuk menuju kematian. Bukankah kematian berarti meninggalkan pengantin; bukankah kematian berarti akhir dari kenikmatan pengantin?

Justru yang perlu digarisbawahi ialah hanya orang-orang yang memiliki keimanan yang tinggi yang mampu melakukannya. Orang beriman memandang bahwa dunia bukanlah akhir dari kenikmatan, bukanlah akhir dari kebahagiaan, bukanlah akhir dari segalanya. Dunia hanya permulaan jalan menuju kehidupan akhirat yang abadi.
Walau secara lahiriah, Handhalah bin Abi Amir terlihat tak untung karena lebih memilih kematian, akan tetapi dia sebenarnya telah mendapatkan kebahagiaan yang tak terkira dari segi keimanan.

Keimanan hakiki mengantarkannya pada keabadian; keimanan hakiki mengantarkannya pada cinta Rahman; keimanan sejati mengantarkannya sebagai pejuang Islam; keimanan sejati menjadikan kehidupannya bernilai dan penuh arti.* Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Handhalah bin Abi AmirImanketaatanmandi junubPerang UhudSahabat Nabitaat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waspada Racun Buah Leci! Ratusan Anak Meninggal di Bihar India
Tulisan selanjutnya Menghafal Doa Harian Lewat Game “Mendoan” karya Mahasiswa ITTP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?