Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dubes China Kunjungi Kamp Pengungsi Rohingya untuk Pertama Kali

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Juni 2019 12:58 12:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 Juni 2019 12:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Untuk pertama kalinya, Duta Besar China untuk Bangladesh Zhang Zuo melakukan kunjungan ke kamp-kamp pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, untuk membahas kemungkinan pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar, lansir the Irrawady.

Kunjungan pertama Dubes China ke kamp-kamp Rohingya itu “sangat penting” karena China memiliki hubungan diplomatik kuat dengan Bangladesh dan Myanmar dalam masalah perdagangan dan pembangunan, ujar pejabat Bangladesh menggambarkan.

Kunjungan Zhang ini dilakukan menjelang kunjungan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina ke China pada awal Juli mendatang.

Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen mengatakan kunjungan itu sebagai hal yang positif.

“China mengamati secara langsung keadaan di dalam kamp… Kami tidak punya niat untuk menyembunyikan apa pun,” kata dia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan Dhaka berharap China dapat menekan Myanmar untuk menyelesaikan krisis.

Abdul juga mengatakan Hasina kemungkinan akan mengunjungi China pada bulan Juli dan bahwa krisis Rohingya adalah salah satu masalah yang akan dibahas selama pembicaraan bilateral.

Zhang juga bertemu dengan aktivis HAM Rohingya termasuk Mohib Ullah, Ketua Masyarakat Arakan Rohingya untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia (ARSPHR), yang sejak 2018 menjadi salah satu kelompok hak asasi terkemuka yang bekerja di dalam kamp.

ARSPHR mengatakan mereka mendiskusikan proses pemulangan dengan duta besar.

“Kami menunjukkan semua jenis dokumen yang menegaskan bahwa kami adalah salah satu etnis minoritas Myanmar,” kata seorang juru kampanye hak asasi Rohingya yang menghadiri pertemuan itu.

Tidak ada pernyataan dari Kedutaan China di Dhaka yang telah dikeluarkan pada hari Selasa malam dan Kedutaan tidak menanggapi permintaan email tentang kunjungan Duta besar ke kamp Rohingya.

Zhang tiba di Dhaka untuk menempati jabatannya pada bulan Februari 2018.

Pada 18 Mei, ia hadir di sebuah acara National Press Club di ibu kota untuk meresmikan Forum Jalan Sutra Bangladesh-China untuk memperdalam “ikatan Antar Masyarakat”.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang mempromosikan skema tersebut, diplomat China berkata, “kami… mengusulkan solusi tiga fasa mengakhiri kekerasan, repatriasi dan pembangunan untuk isu negara bagian Rakhine di Myanmar; mengadakan pertemuan tripartit informal antara Bangladesh, Myanmar dan China; dan mendorong Bangladesh dan Myanmar untuk mencapai konsensus mengenai prinsip pemulangan Rohingya, menunjukkan rasa tanggung jawab China terhadap perdamaian dan stabilitas regional.”

Bangladesh saat ini rumah bagi lebih dari 1.100.000 Rohingya. Mayoritas dari mereka masuk Cox’s Bazar sejak 25 Agustus 2017, setelah serangan militer Myanmar di utara negara bagian Rakhine.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok yang paling teraniaya di dunia, menghadapi serangan terus-menerus sejak puluhan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh tentara Myanmar.

Laporan OIDA yang berjudul ‘Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira’ mengungkapkan ada lebih dari 34.000 orang Rohingya dibakar hidup-hidup, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli.

Sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan ratusan rumah Rohingya dibakar atau dirusak.

Amnesty International mengungkapkan lebih dari 750.000 pengungsi – sebagian besar anak-anak dan perempuan – melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan kekerasan ke kelompok Muslim minoritas itu pada Agustus 2017.

PBB mencatat adanya perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penculikan yang dilakukan oleh personel militer Myanmar.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArakanBangladeshchinaDubes China untuk BangladeshmyanmarRakhineRohingyaZhang Zuo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menkes Minta Blokir Iklan Rokok di Internet, Ini Respons Kominfo
Tulisan selanjutnya Polisi Turki Tahan WNI yang Bayinya Ditemukan Tewas di Bak Sampah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?