Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

5 Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Krisis Politik di Sudan

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Juni 2019 12:08 12:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Juni 2019 12:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Media sosial di seluruh dunia sedang memantau ke Sudan ketika negara itu dilanda krisis politik menyusul jatuhnya pemerintah Omar al-Bashir (Umar al Basyir) pada 11 April oleh kudeta militer setelah memerintah selama tiga dekade.

Omar diperkirakan akan dibawa ke pengadilan minggu depan dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, penyuapan, dan kepemilikan mata uang asing.

Selain itu, Omar juga didakwa dengan tuduhan pencucian uang, pembunuhan, dan terorisme.
Berikut adalah lima hal yang perlu Anda ketahui tentang krisis di Sudan:

1. Presiden digulingkan

Presiden Omar al-Bashir yang memerintah selama 30 tahun digulingkan oleh militer pada 11 April 2019.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

2. Militer mengambil alih pemerintahan

Sudan berada di bawah Dewan Transisi Militer (TMC) yang dipimpin oleh Abdel Fattah al-Burhan dan wakilnya Mohamad Hamdan Dagalo atau lebih dikenal sebagai Hemedti. Hemedti bermaksud untuk menggantikan Omar al-Bashir sebagai presiden.

2. Aksi protes

Jenderal Abdel Fattah awalnya setuju dengan Deklarasi Kemerdekaan dan Kekuatan Perubahan (DFCF) menuju transisi pemerintah dalam waktu tiga tahun.

Namun dia kemudian mendesak pemilihan (pemilu) diadakan dalam waktu sembilan bulan yang tidak memberikan partai oposisi kesempatan untuk menempatkan kandidat.

Rakyat bertindak di jalanan dengan menunjukkan urgensi pemerintah pro-demokrasi.

3. Agenda Dewan Transisi Angkatan Darat (TMC)

TMC mengklaim bahwa negara tersebut harus berada di bawah pemerintahan pemerintah junta untuk alasan keamanan.

Namun, Hemedti bertindak keras terhadap peserta unjuk rasa dan mengarahkan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) untuk menyerang Khartoum.

Tindakan pemerintah junta diduga didukung oleh negara-negara sekutu AS seperti Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Mesir.

4. Kematian dan kekerasan

Sejak 3 Juni, 118 kematian telah dilaporkan tetapi pemerintah junta hanya mengakui 61 kematian termasuk tiga yang melibatkan personil keamanan sejak pekan lalu.

Sementara itu, sekelompok dokter menemukan 40 mayat yang diduga menjadi korban serangan RSF di Sungai Nil.

5. #KempenBiru

Gelombang biru tersebar di berbagai platform media sosial melalui tagar #BlueforSudan mengikuti pembatasan internet di negara ini.

Blue dipilih untuk mengenang orang mati, Mohamed Mattar, yang ditembak mati pada 3 Juni.

Menurut keluarganya, warna biru adalah warna favorit insinyur berusia 26 tahun itu. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdel Fattah al-BurhanHemedtikrisis SudanMohamad Hamdan DagaloOmar al-BashirSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seruan #KawalProsesMKJujurDanAdil Membahana
Tulisan selanjutnya Ratu Johor Zarith Sofiah Sultan Idris Resmikan Pusat Studi Islam RZS-Casis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Berita
3 September 2026 13:38
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?