Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terhambat Birokrasi Pengungsi di Jerman Sulit Cari Kerja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juni 2019 12:51 12:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juni 2019 12:51
Bagikan
Pengungsi Iraq di Jerman.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah studi mendapati bahwa meskipun banyak pengungsi mendapatkan pekerjaan di Jerman, tetapi kebanyakan bersifat sementara. Para peneliti mengatakan selain keterampilan individu, birokrasi ikut menghambat pengungsi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Pengungsi mungkin berhasil mendapatkan pekerjaan di Jerman, tetapi mereka cenderung mengisi lowongan kerja paruh waktu bergaji rendah, dan bukannya benar-benar berintegrasi ke dalam pasar kerja di Jerman. Demikian menurut hasil studi yang dilakukan oleh wadah pemikir Berlin Institute yang dirilis hari Selasa (18/6/2019), seperti dilansir DW.

Institut itu mendapati bahwa sekitar 95.000 pengungsi –kebanyakan berasal dari Afghanistan, Eritrea, Iran, Iraq, Nigeria, Pakistan, Somalia dan Suriah– mendapat pekerjaan antara Februari 2018 dan Januari 2019. Sepertiga dari mereka memperoleh pekerjaan cukup layak –dengan fasilitas asuransi– sedangkan sisanya bekerja di sektor jasa atau sebagai pekerja paruh waktu.

Secara umum hanya seperenam dari pengungsi bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) tanpa keterampilan, tetapi hampir setengah pengungsi yang bekerja di Jerman menjalani pekerjaan itu.

Peneliti mengatakan bahwa meskipun hambatan personal –seperti kurangnya keterampilan berbahasa Jerman– membatasi kesempatan pengungsi untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi birokrasi juga ikut andil mempersulit mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kebanyakan responden yang diwawancarai berusia antara 18 dan 24 tahun, dengan demikian berhak untuk memperoleh pelatihan kerja. Akan tetapi, untuk bisa mendapatkan pelatihan kerja diperlukan waktu yang cukup lama dan pengungsi harus melewati sejumlah tahap. Setiap kandidat, kata peneliti, harus mengikuti terlebih dahulu kursus intensif bahasa Jerman sedikitnya 2 tahun sebelum bisa mendaftar untuk memperloleh pelatihan kerja selama 2-3 tahun.

Kebanyakan pengungsi tidak hanya harus memenuhi kebutuhan hariannya tetapi juga menunjang hidup keluarga dan membayar utang kepada penyelundup manusia yang membawa mereka sampai ke Eropa. Oleh karena itu, pengungsi biasanya langsung mengambil kesempatan kerja apa saja yang lewat di depan mata.

Frederick Sixtus dari Berlin Institute mengatakan Jerman harus mengakui kualifikasi yang dimiliki oleh sebagian pengungsi yang didapatnya di negara asal mereka. Namun, masalahnya kebanyakan pengungsi yang memiliki keterampilan kerja tidak memiliki sertifikat keahlian. Sertifikat keahlian mereka bukan hilang, tetapi negara asalnya memang tidak mengeluarkan sertifikat keahlian. Padahal, bukti kualifikasi formal umum diminta oleh perusahaan-perusahaan Jerman.

Peneliti mempertanyakan kebijakan pemerintah yang memberikan kursus bahasa Jerman hanya kepada para pengungsi yang berpeluang mendapatkan izin menetap di negara itu.

Reiner Klingholz dari Berlin Institute menyeru agar parlemen mengubah peraturan perundangannya, sehingga semua pengungsi berpeluang mendapatkan kursus bahasa. Pasalnya, pemberian keterampilan bahasa kepada pengungsi berusia muda akan memberikan kontribusi besar pada partisipasi mereka dalam pasar kerja secara keseluruhan.

Isu-isu di atas hanya sebagian contoh dari segunung hambatan akibat regulasi dan birokrasi yang berlika-liku yang menghambat pengungsi mendapatkan pekerjaan layak di Jerman, negara terkuat perekonomiannya di Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermanpengungsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sepertiga Rakyat Prancis Tak Percaya Vaksin
Tulisan selanjutnya PKS Ingatkan Para Kadernya Jati Diri Partai Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?