Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sebelum Dilarang Turis Berbondong Panjat Uluru

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juli 2019 18:43 6:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juli 2019 18:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Para pelancong yang memadati Uluru mengundang kontroversi karena berbondong-bondong memanjat tempat sakral orang asli Australia itu, yang akan ditutup untuk pemanjatan dalam beberapa bulan mendatang.

Foto-foto yang beredar online menunjukkan banyak orang mengular di jalur pemanjatan gundukan raksasa itu. Sebagian warganet membandingkannya dengan “kemacetan” di jalur pendakian Puncak Everest belum lama ini, lansir BBC Kamis (11/7/2019).

Pada tahun 2017, Dewan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta secara bulat memutuskan untuk tidak lagi memperbolehkan pelancong memanjat monolit berwarna merah itu disebabkan arti pentingnya sebagai situs sakral orang Aborigin. Larangan itu akan berlaku efektif bulan Oktober 2019.

Sejak keputusan tersebut diumumkan, pengunjung Uluru –dulu dikenal dengan nama Ayers Rock– semakin bertambah.

Penduduk lokal mengatakan para turis membuang sampah sembarangan di tempat itu dan berkemah secara ilegal di dekatnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Glenn Minett, yang memotret kerumunan orang di Uluru pekan ini, mengatakan kepada BBC bahwa kawasan perkemahan di dekatnya penuh sesak hingga ke bagian tepi. Sejumlah turis bahkan nekat berkemah di lokasi pemberhentian truk tidak jauh dari tempat itu.

“Hanya ada satu blok toilet di bagian dasar Uluru dan saluran pembuangannya tersumbat,” kata Minett.

Parks Australia mengatakan Uluru kedatangan 70.000 pengunjung lebih banyak pada tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya. Statistik kunjungan selama beberapa bulan terakhir belum tersedia.

Pimpinan eksekutif Tourism Central Australia Stephen Schwer mengatakan kepada ABC bahwa banjir turis di Uluru justru menambah jumlah sampah.

“[Para pengunjung] mengira mereka melakukan kebaikan dengan berkemah sesukanya di sepanjang jalan. Namun, yang mereka sesungguhnya lakukan adalah menerobos lahan pengembalaan dan kawasan lindung yang dikelola bersama, dan sepertinya banyak orang tidak menyadari [kesalahan] mereka,” kata Schwer.

“Itu adalah tempat yang sangat penting, bukan taman bermain seperti Disneyland,” kata Sammy Wilson, pria suku Anangu yang juga ketua Dewan Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta ketika mengumumkan keputusan larangan memanjat Uluru pada tahun 2017. Suku Anangu merupakan suku yang diberi amanat sebagai penjaga tanah sakral di kawasan Uluru, yang menurut kepercayaan orang-orang asli Australia merupakan tempat bersemayamnya roh nenek moyang mereka.

Banyak warganet yang mengecam kelakuan para pelancong Uluru.

“Bisakah kalian bayangkan jika banyak orang mulai memanjati Australian War Memorial,” kata pengguna Twitter bernama Sally Rugg, mengecam kelakuan turis yang tidak menghormati kesakralan Uluru.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Uluru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prabowo Mengaku Siap Membantu Jokowi dan Mengkritiknya
Tulisan selanjutnya Puluhan Anggota Hells Angels Jadi Terdakwa Serangan di Portugal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?