Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dalih Prancis Soal Misilnya yang Ada di Pangkalan Pasukan Pro-Jenderal Haftar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juli 2019 19:16 7:16 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Juli 2019 07:10
Bagikan
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pimpinan LNA Jen. Khalifa Haftar.
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis membantah melanggar embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Libya setelah empat misil anti-tanknya ditemukan di sebuah pangkalan pasukan pendukung Jenderal Haftar.

Kementerian Pertahanan Prancis mengatakan misil-misil Javelin “tidak terpakai” buatan Amerika Serikat itu tidak pernah dimaksudkan untuk diberikan kepada kelompok bersenjata manapun, dan sebenarnya akan dihancurkan.

Akan tetapi misil-misil tersebut ditemukan berada di sebuah kamp di selatan ibukota Tripoli, yang

dipakai oleh pasukan Libya yang loyal kepada Jenderal Khalifa Haftar, lansir BBC. Pasukan pro-Haftar saat ini sedang berusaha untuk menguasai Tripoli.

Pertempuran memperebutkan ibukota Tripoli, rumah bagi pemerintah Libya yang diakui oleh PBB, dimulai sejak Haftar dan pasukannya melancarkan serangan pada bulan April, yang sejak itu ratusan orang tewas hingga saat ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keempat misil Prancis itu ditemukan pada bulan Juni, ketika pasukan pemerintah yang mendapat sokongan PBB menyerbu kamp pro-Haftar tersebut, dan memicu penyelidikan oleh pihak Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataan hari Rabu (10/7/2019), Prancis mengakui senjata-senjata itu –yang dapat dipergunakan untuk menghancurkan tank dan kendaraan-kendaraan lain– adalah milik mereka.

“Senjata-senjata itu untuk perlindungan pasukan yang melakukan misi intelijen dan kontraterorisme,” bunyi pernyataan tersebut.

Ditambahkan pula bahwa misil-misil tersebut “rusak dan tidak dapat dipakai” dan “disimpan sementara di sebuah gudang untuk kemudian dimusnahkan.”

Prancis senantiasa membantah mempersenjatai pasukan Jenderal Haftar, tetapi menawarkan dukungan diplomatik.

Menyusul pembunuhan Muammar Qadhafi pada tahun 2011, hingga saat ini tidak ada satu kekuatan pun yang benar-benar menguasai negara Libya.

Selain kelompok-kelompok bersenjata kecil yang saling berebut wilayah kekuasaan di berbagai daerah, secara umum di Libya saat ini terdapat dua kubu besar yang saling berhadapan dengan senjata terkokang. Kelompok pertama adalah Government of National Accord (GNA) dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dipimpin Perdana Menteri Fayez Mustafa Al-Saraj. Kelompok kedua adalah Libyan National Army (LNA) pimpinan Khalifa Haftar yang berbasis di kota-kota Benghazi dan Tobruk di bagian timur Libya.

Haftar sudah aktif dalam perpolitikan Libya sejak lebih dari 40 tahun silam, dan dia merupakan salah satu pendukung Qadhafi sampai tahun 1980-an ketika perselisihan di antara mereka menyebabkan dirinya terpaksa mengasingkan diri ke Amerika Serikat.

Baik GNA maupun LNA masing-masing memiliki dukungan internasional. LNA sejak lama mendapatkan dukungan Mesir dan Uni Emirat Arab, dan belakangan juga mengandalkan Rusia serta Arab Saudi. Sedangkan GNA memiliki pendukungnya sendiri, di antaranya Turki dan Qatar.

Kebanyakan negara-negara Barat ingin Libya dikendalikan oleh sebuah pemerintahan persatuan.

Prancis secara teknis berperan sebagai mediator dalam konflik di Libya. Namun, ada kecurigaan negara itu memberikan sokongan kepada Jenderal Haftar.

Para analis menduga, dukungan Prancis terhadap Haftar ada kaitannya dengan upaya memerangi militan di kawasan Libya, yang akan mendongkrak peluangnya dalam bisnis di negara kaya minyak itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khalifa HaftarLibyaPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kota Utrecht Pasang Halte Bus Ramah Lingkungan
Tulisan selanjutnya Pamekasan & MUI Kembangkan Koperasi Syariah lewat Pukomsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?