Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Singgung Listrik, JK: Ketergantungan pada Infrastruktur Sebegitu Beratnya

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2019 14:51 2:51 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Agustus 2019 14:51
Bagikan
Shalat tarawih dua shift
Ketua Dewan Masjid Indonesia Presiden Jusuf Kalla
Bagikan

Hidayatullah.com– Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, bangsa ini sudah sangat tergantung dengan teknologi. Ketergantungan itu bahkan telah menjadi gaya hidup pada sistem dan akan semakin berat apabila tidak bisa menciptakan inovasi yang lebih baik.

Ia mencontohkan ketergantungan itu saat terjadinya pemadaman listrik (blackout) secara serentak di sebagian Pulau Jawa sejak Ahad-Senin pekan ini.

“Waktu hari Minggu terjadi blackout listrik, tiba-tiba kita merasakan kesepian menghubungi teman tidak bisa, nonton televisi tidak bisa, hubungi anak tidak bisa, kita kesepian, itu menunjukan ketergantungan kita pada infrastruktur sudah sebegitu beratnya, akhirnya ketergantungan kita pada suatu sistem didunia ini,” ucap Wapres disertai gelak tawa hadirin saat memberikan keynote speech pada acara Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ke 24, di Jakarta, Rabu (07/08/2019).

Baca: Wapres JK: Indonesia Terlambat Antisipasi Perkembangan Dunia

Menurutnya, untuk bertahan di era globalisasi yang penuh ketidakpastian dan persaingan, dibutuhkan inovasi dalam teknologi dan membangun pemikiran ekonomi yang konstruktif.

Hal ini perlu ini dilakukan agar perekonomian Indonesia dapat bertahan menghadapi persaingan dengan negara lainnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Bicara mengenai teknologi kita harus memacu inovasi, gabungan ekonomi dan teknologi inovasi untuk menyelesaikan masalah- masalah ini, menjaga persaingan di negara-negara, dan itu tugas kita semua, karena kita semua tergantung dengan teknologi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Wapres menekankan, negara Indonesia tidak bisa menghindari perubahan yang cepat di era globalisasi.

Namun, menurutnya, Indonesia harus mampu bertahan dengan mencari solusi dan mengambil efek yang baik melalui percepatan perjanjian bilateral dan multilateral dengan negara yang memiliki pasar besar.

“Kita harus tanggap dan cepat mengambil antisipasi-antisipasi mempercepat perjanjian bilateral, multilateral pada negara yang mempunyai pasar yang besar seperti Uni Eropa dan Korea, sehingga kita mempunyai medan yang sama dibandingkan dengan negara negara Asia ini,” sebutnya dilansir Setwapres.

Baca: Viral Pohon Sengon “Dituduh Penyebab” Listrik Padam Serentak di sebagian Jawa

Wapres JK menjelaskan perbedaan antara inovasi teknologi dengan pemikiran ekonomi. Apabila inovasi teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sedangkan pemikiran ekonomi dapat berubah jika ada masalah sehingga menghasilkan teori baru, yang menyebabkan perubahan di dunia menjadi lebih baik sebagaimana yang terjadi dengan Amerika dan China.

JK lantas mencontohkan perubahan-perubahan yang dapat terjadi seperti Amerika yang berubah menjadi protektif, sedangkan China yang semula protektif menjadi liberal.

“Perubahan dapat terjadi. Situasi global negara kapitalis cenderung liberal, sosialis cenderung proteksionis ekonominya, sekarang terbalik seratus persen, Amerika yang kapitalis (saat ini) cenderung proteksionis, Tiongkok yang sosialis cenderung liberal, saya nanti tidak tahu teori apa yang muncul, itu terjadi karena menjawab tantangan di dunia ini, karena teknologi dan ini menyebabkan ketergantungan, pemikiran dan solusi-solusi,” sebutnya.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blackoutekonomiJusuf Kallalistrikpemadaman listrikWapresWapres JK
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Legislator: Kita Ingin Kuatkan Nasionalisme, Kok Impor Rektor
Tulisan selanjutnya Warga Hongaria Marah setelah Iklan Coca-Cola Tampilkan Pasangan Homo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?