Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jerman Larang Eks Menlu Terima Tawaran Kerja dari Perusahaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2019 21:08 9:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Agustus 2019 21:08
Bagikan
Sigmar Gabriel
Bagikan

Hidayatullah.com–Berlin dikabarkan melarang mantan menteri luar negeri Sigmar Gabriel dari menerima tawaran pekerjaan sebagai anggota dewan pengawas sebuah perusahaan investasi Polandia. Namun, sepertinya upaya Dubes Amerika Serikat untuk menghadang Gabriel dari pekerjaan lain gagal.

Dilansir DW Sabtu (17/8/2019), sebuah perusahaan keuangan berbasis di Polandia, Kulczyk Holding, tertarik untuk mempekerjakan politisi Jerman Sigmar Gabriel sebagai anggota dewan pengawasnya. Namun, langkah itu dijegal oleh pemerintah Jerman, kata para pejabat Jerman.

Kabar itu mencuat dari tanggapan atas pertanyaan yang diajukan anggota parlemen dari Partai Kiri Lorenz Gösta Beutin, yang dilihat sejumlah awak media.

Anggota parlemen dari oposisi itu mengecam kontak antara Gabriel dan perusahaan tersebut, mengatakan bahwa mantan menteri itu seolah-olah menawarkan dirinya “untuk dijual.”

Gabriel memimpin kementerian ekonomi Jerman dari Desember 2013 sampai Januari 2017, ketika dia kemudian pindah ke kementerian luar negeri. Dia memegang posisi sebagai diplomat tertinggi Jerman tersebut sampai Maret 2018. Gabriel juga menjabat sebagai wakil kanselir antara 2013 dan 2018.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Setelah tidak lagi memegang jabatan di pemerintahan, Gabriel mencoba bekerja untuk Kulczyk Holding, perusahaan investasi yang didirikan miliarder Polandia Jan Kulczyk.

Hari Jumat, Gabriel mengatakan kepada AFP bahwa dia “sangat mematuhi” peraturan yang ada dan sudah menginformasikan kepada kabinet perihal minatnya untuk mengisi posisi di perusahaan Polandia itu pada September 2018.

Namun, dia mengklaim membatalkan pembicaraannya setelah mengontak Kulczyk Holding. Perwakilan dari perusahaan tersebut sepertinya “tidak serius,” kata Gabriel.

Akan tetapi, rupanya penyelidikan pemerintah atas keinginan Gabriel tersebut ketika itu sudah dimulai, dan pada November 2018 Gabriel secara resmi sudah diberitahu dia tidak boleh mencari pekerjaan lain selama 12 bulan setelah jabatan pemerintahannya berakhir.

Beralih dari politik ke dunia bisnis merupakan topik sensitif di Jerman. Mamtan kanselir Gerhard Schröder mengundang hujan kritik dengan mengambil tawaran pekerjaan di sebuah perusahaan energi Rusia.

Mantan-mantan menteri Jerman dapat dilarang mengambil pekerjaan tertentu sampai 18 bulan setelah meninggalkan jabatannya apabila dianggap dapat mengganggu atau merugikan “kepentingan publik.”

Bulan Juni 2019, Gabriel menjadi pimpinan “Atlantic Bridge” sebuah asosiasi swasta terkemuka berbasis di Berlin yang misinya memperkuat ikatan antara Jerman dan Amerika Serikat.

Kabarnya, Gabriel juga menghadapi penentangan sebelum menerima pekerjaan itu. Hari Jumat, majalah berita Spiegel melaporkan bahwa Dubes AS untuk Jerman Richard Grenell turut campur tangan guna menghalangi Gabriel dari mendapatkan pekerjaan bergengsi itu.

Namun, rupanya intervensi itu gagal, lapor Spiegel, seraya menambahkan bahwa dubes itu menolak memberikan komentar terkait hal tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:JermanMenlupekerjaanSigmar Gabriel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Merdeka…
Tulisan selanjutnya Nonton Adu Banteng Dua Menteri Prancis Dihujani Kecaman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?