Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah AS Tahan Bantuan Keamanan $105 Juta untuk Libanon

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 November 2019 18:35 6:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 November 2019 18:35
Bagikan
Perdana Menteri Libanon, Saad Al-Hariri
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump menahan pemberian bantuan keamanan senilai $105 juta kepada Libanon, kata dua orang pejabat AS hari Kamis (31/10/2019), dua hari setelah pengunduran diri Perdana Menteri Saad Al-Hariri.

Departemen Luar Negeri hari Kamis mengatakan kepada Kongres AS bahwa kantor anggaran Gedung Putih dan National Security Council (NSC) telah memutuskan menahan pemberian bantuan militer kepada negara asing tersebut, kata dua pejabat itu tanpa bersedia diungkap namanya seperti dilansir Reuters.

Kedua orang itu tidak mengatakan mengapa bantuan itu ditangguhkan. Sebuah sumber mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri tidak memberikan penjelasan tentang alasan kebijakan itu kepada Kongres AS.

Pihak Departemen Luar Negeri AS menolak memberikan komentar.

Pemerintah berusaha mendapatkan persetujuan untuk bantuan itu mulai Mei, dengan alasan bantuan tersebut sangat krusial bagi Libanon, negara sekutu AS di Timur Tengah, agar dapat menjaga perbatasannya. Bantuan yang diminta antara lain berupa teropong visi malam dan persenjataan yang akan dipakai petugas pengawal perbatasan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, Washington berulang kali juga mengutarakan kekhawatirannya akan membesarnya pengaruh Hizbullah dalam pemerintahan Libanon. Kelompok bersenjata Syiah Libanon yang disokong Iran itu oleh Amerika Serikat dimasukkan ke dalam daftar teroris.

Menyusul pengunduran Hariri (politisi Muslim Sunni) dari kursi perdana menteri hari Selasa, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak pemimpin-pemimpin politik membantu pembentukan pemerintahan baru Libanon yang reponsif terhadap tuntutan rakyat dan menyeru agar diakhirinya korupsi yang merajalela di negara itu.

Salah seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa dia meyakini bantuan tersebut diperlukan bagi Libanon, yang harus mengatasi instabilitas di dalam pemerintahan, gangguan keamanan di kawasan Timur Tengah, serta menampung ratusan ribu pengungsi Suriah.

Pejabat itu mengatakan pencabutan bantuan justru membuka jalan bagi Rusia untuk memperluas pengaruhnya di Libanon, yang di Suriah pengaruhnya meluas sejak Presiden Trump mengumumkan penarikan pasukan AS.

Libanon beberapa waktu belakangan beradu argumen dengan donor-donor asing tentang bantuan internasional. Sebelum mengundurkan diri, Hariri gagal meyakinkan pendonor asing untuk merealisasikan bantuan bernilai $11 miliar yang dijanjikan saat konferensi di Paris tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHizbullahLibanonSaad al-Hariri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tinggalkan Menari Demonstran Hong Kong Kursus Bela Diri
Tulisan selanjutnya Istri Gubernur Terburuk Meksiko Diciduk di London karena Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?