Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

ICC Pertimbangkan untuk Menyelidiki Kejahatan Perang Militer Inggris di Afghanistan dan Iraq

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2019 23:50 11:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 November 2019 10:12
Bagikan
Gedung ICC di Den Hague, Belanda.
Bagikan

Hidayatullah.com—International Criminal Court (ICC) kemungkinakan akan menyelidiki militer Inggris untuk pertama kalinya, setelah muncul dugaan bahwa kejahatan perang telah dilakukan oleh serdadu-serdadu kerajaan Ratu Elizabeth II.

Dalam program televisi Panorama, BBC melaporkan bahwa telah terjadi pembunuhan atas warga sipil di Afghanistan dan Iraq oleh tentara Inggris yang ditutup-tutupi oleh London.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan tuduhan itu tidak berdasar.

Bocoran dokumen berisi sejumlah bukti menunjukkan pasukan Inggris terlibat dalam pembunuhan anak-anak dan penyiksaan warga sipil.

Penelusuran bersama yang dilakukan BBC/Sunday Times memperoleh bukti-bukti baru dari Iraq historic allegations team (Ihat), tim yang menyelidiki dugaan (tuduhan) kejahatan perang yang dilakukan tentara Inggris di Iraq, serta bukti dari Operation Northmoor yang menyelidiki dugaan kejahatan perang di Afghanistan, lansir The Guardian Senin (18/11/2019).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah menutup Ihat dan Operation Northmoor pada tahun 2017, setelah Phil Shiner –pengacara yang membawa lebih dari 1.000 kasus ke Ihat– dicabut praktik hukumnya dengan tuduhan dia membayar orang-orang di Iraq untuk mendapatkan klien.

Akan tetapi, sejumlah mantan investigator di Ihat dan Operation Northmoor mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Shiner hanyalah alasan yang dipakai pemerintah untuk menutup dan menghentikan penyelidikan terhadap dugaan kejahatan perang yang dilakukan tentara Inggris di Iraq dan Afghanistan. Tidak ada kasus yang diselidiki Ihat dan Operation Northmoor yang diajukan ke pengadilan.

Menurut BBC, pihak Mahkamah Kejahatan Internasional mengatakan menanggapi tuduhan-tuduhan itu dengan serius.

“ICC mengatakan akan secara independen menelaah temuan-temuan BBC dan memulai kasus besar apabila diyakini pemerintah (Inggris) melindungi tentaranya dari penuntutan,” kata BBC Senin pagi.

ICC sebelumnya sudah menyimpulkan kredibel tentara Inggris melakukan kejahatan perang di Iraq berkaitan dengan perlakuan buruk terhadap para tahanan.

Investigasi selama setahun mengklaim telah menemukan bukti pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh seorang anggota SAS (Special Air Service, unit pasukan khusus dalam Angkatan Darat Inggris), serta kematian-kematian di dalam tahanan, pemukulan, penyiksaan, dan kekerasan seksual terhadap para tahanan oleh anggota Black Watch.

Seorang komandan senior SAS dilaporkan ke kejaksaan karena berusaha menghalangi proses pengadilan, klaim pihak penyidik.

Panorama Investigation: War Crimes Scandal Exposed disiarkan BBC One pada hari Senin (18/11/2019) pukul 9 malam waktu setempat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanICCinggrisiraqkejahatan perang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Lakukan Standardisasi Dai untuk Direkomendasikan Berdakwah
Tulisan selanjutnya Politisi Pakatan Harapan Desak PM Mahathir Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?