Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

AS Bantah Latihan ‘Decapitation Strike’ untuk Tumbangkan Rezim Korut

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 Desember 2019 20:30 8:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 27 Desember 2019 20:30
Bagikan
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Kim Jong-un.
Bagikan

Hidayatullah.com–Departemen Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon membantah laporan media lokal Korea Selatan yang menyebutkan bahwa latihan militer bersama AS-Korsel belum lama ini merupakan latihan “decapitation strike” terhadap tokoh-tokoh Korea Utara.

Laporan-laporan media lokal itu menyebutkan bahwa latihan militer dari bulan Agustus sampai November 2019, yang digelar di Gunsan di Provinsi Jeolla Selatan, mensimulasikan “serangan bedah” untuk meruntuhkan rezim Pyongyang dengan cara menyingkirkan para pemimpin Korea Utara. Laporan media Korsel itu mengutip gambar foto dan video yang diunggah Pentagon ke websitenya pada 16 Desember.

“Klaim bahwa Dephan melakukan latihan semacam itu atau miliki video latihan seperti itu di platform digital kami adalah sangat absurd,” kata Pentagon kepada radio Voice of America ketika ditanya mengapa Dephan AS itu mengunggah video-videonya lalu tak lama kemudian menghapusnya, seperti dilansir The Korea Herald Selasa (24/12/2019).

“Pemberitaan semacam itu tidak saja salah, tetapi juga tidak bertanggung jawab dan sangat membahayakan,” imbuh Pentagon tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Dalam keterangan pers hari Selasa, Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan sikap pemerintah Seoul sama dengan Washington dalam masalah itu, mengindikasikan bahwa media lokal salah memahami sifat dari latihan bersama itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sejauh yang kami tahu latihan bersama itu meliputi kontraterorisme dan operasi penyelamatan,” kata jubir Choi Hyun-soo dalam keterangan pers. “Seperti apa sebenarnya (latihan) itu, kami tidak mengungkapkannya,” imbuh Choi.

Laporan berbagai media Korsel menyebutkan bahwa laporan militer bersama AS dan Korsel itu melibatkan unit-unit pasukan khusus kedua negara, termasuk pesawat tempur F-16 milik AS.

Foto-foto latihan bersama itu masih terpasang di website Pentagon, yang dapat dilihat oleh orang dari berbagai belahan dunia.

Decapitation strike adalah salah satu taktik serangan untuk melumpuhkan musuh dengan cara mengenyahkan terlebih dahulu tokoh-tokoh sentral lawan. Contoh konkret decapitation strike yang pernah dilakukan Amerika Serikat adalah terhadap rezim Saddam Hussein di Iraq. Istilah ini diambil dari kata decapitation yang artinya pemisahan kepala dari badan atau pemenggalan kepala.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatKim Jong-unKorea SelatanKorea Utara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahan Uang Malaysia Tak Mengandung Lemak Babi
Tulisan selanjutnya Kementerian Jepang Akui Pegawainya Bunuh Diri karena Kebanyakan Lembur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?