Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Syiah al Houthi Serang Orang Shalat Malam, 100 Orang Meninggal

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 20 Januari 2020 16:32 4:32 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 20 Januari 2020 16:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah serangan di sebuah kamp pelatihan militer di provinsi Marib Yaman telah menewaskan100 orang tewas dan puluhan lainnya, yang dituduhkan kepada milisi pemberontak Syiah Al-Houthi di Yaman, kata para pejabat, hari Ahad

Dikutip Arab News,  serangan Sabtu malam itu “melibatkan tiga rudal”. Sasaran termasuk pengumpulan pasukan pemerintah dan gudang persenjataan.

Satu sumber medis di rumah sakit Kota Marib, tempat korban diangkut, sebelumnya sempat mengatakan bahwa 83 tentara tewas dan 148 lainnya cedera dalam serangan itu.

Pemberontak Al-Houthi menyerang sebuah masjid di sebuah kamp militer di provinsi pusat Marib – 170 kilometer (105 mil) timur ibukota Sana’a – selama shalat malam, kata sumber-sumber militer mengatakan pada AFP.

“Kami mengutuk keras serangan teroris di sebuah masjid oleh milisi Houthi … yang menewaskan lebih dari 100 orang dan puluhan lainnya cedera,” kata kementerian luar negeri Yaman melalui akun Twitter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

The death toll in yesterday's Houthi attack on a Saudi linked military camp in Marib rises to more than 70. pic.twitter.com/odxRjfQ4KL

— Clint Warren (@ClintWarren6) January 19, 2020

Korban tewas termasuk tentara dan warga sipil, bahwa pasukan Houthi akan menghadapi pembalasan yang “kejam” atas serangan itu, kata juru bicara militer mengatakan.

Korban tewas dalam konflik Yaman sering dipersengketakan, tetapi daftar korban besar di Marib merupakan salah satu serangan tunggal paling berdarah sejak perang meletus pada 2014 ketika milisi teroris itu merebut Sana’a.

Tidak ada klaim pertanggungjawaban segera tetapi televisi pemerintah Saudi menyalahkan pemberontak Houthi Yaman, yang terkunci dalam konflik selama bertahun-tahun dengan pasukan pemerintah yang didukung oleh koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi-UEA.

Televisi Al-Hadath milik Saudi menyiarkan video yang katanya menunjukkan akibat serangan itu.

Bagian tubuh dapat dilihat di lantai di antara serpihan puing-puing yang hancur. Darah menggenang di karpet dan berhamburan ke dinding.

Serangan pesawat tak berawak dan rudal itu terjadi sehari setelah pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi melancarkan operasi besar-besaran terhadap milisi Houthi di wilayah Nihm, utara Sana’a.

Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi mengecam serangan “pengecut dan teroris” di masjid, lapor Saba.

“Tindakan memalukan dari milisi Houthi tanpa keraguan mengkonfirmasi keengganannya untuk (mencapai) perdamaian, karena ia tidak tahu apa-apa selain kematian dan kehancuran dan merupakan alat murah Iran di wilayah tersebut,” kata Hadi seperti dikutip.

Martin Griffiths Utusan Khusus PBB untuk Yaman, mengutuk serangan udara dan apa yang dia katakan adalah peningkatan kegiatan militer di tiga gubernur “di mana serangan udara, rudal dan serangan darat dilaporkan terjadi.”

“Saya telah mengatakan sebelumnya bahwa kemajuan yang diperoleh dengan susah payah yang telah dilakukan Yaman dalam de-eskalasi sangat rapuh. Tindakan seperti itu dapat menggagalkan kemajuan ini, ”katanya dalam sebuah pernyataan.

Griffiths menyambut apa yang dia sebut sebagai “salah satu periode paling sunyi dari konflik ini,” dalam sebuah pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB di mana dia memperingatkan bahwa ketenangan tidak dapat dipertahankan tanpa kemajuan politik.

Serangan terhadap kamp pelatihan militer itu terjadi setelah serangan yang terus menerus oleh pasukan yang didukung Saudi terhadap sasaran Houthi di timur Sanaa. Serangan-serangan itu menewaskan sedikitnya 22 orang di kedua sisi, menurut pejabat.

Puluhan ribu orang, sebagian besar warga sipil, telah terbunuh dan jutaan orang terlantar dalam perang yang telah menghancurkan negara itu, memicu apa yang digambarkan PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Yaman telah dihancurkan oleh kekerasan dan kekacauan sejak 2014 ketika milisi pemberontak Syiah al-Houthi menduduki Istana Kepresidenan Yaman, sebagian besar kantor pemerintah, termasuk Sanaa.

Krisis meningkat pada Maret 2015 ketika koalisi yang dipimpin Arab Saudi-UEA meluncurkan kampanye udara dahsyat yang bertujuan menggulung Houthi dan memulihkan pemerintahan Hadi, yang sekarang berbasis di kota pelabuhan selatan Aden.

Perang lima tahun, yang menurut PBB telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, diperkirakan telah menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong negara itu ke ambang kelaparan.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HouthiiranKoalisi Saudipemberontak al HouthiPerang YamansyiahSyiah Hautsiyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Munas VII Tetapkan Ketua Umum dan Nama Pemuda Hidayatullah
Tulisan selanjutnya Parlemen Yordania Keluarkan RUU untuk Melarang Impor Gas dari Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?