Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kenya Bantah Prajuritnya Sembunyi di Rerumputan ketika Al-Shabaab Menyerang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Januari 2020 20:01 8:01 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Januari 2020 20:01
Bagikan
Pangkalan militer Amerika Serikat, Camp Simba, Kenya.
Bagikan

Hidayatullah.com—Militer Kenya kepada BBC membantah artikel di The New York Times yang mengklaim bahwa prajuritnya “bersembunyi di antara rerumputan” ketika kelompok bersenjata al-Shabaab melakukan serangan di pangkalan militer Manda Bay.

Seorang personel militer Amerika Serikat dan dua orang pekerja kontraknya tewas dalam serangan 5 Januari itu.

Pangkalan itu, yang diberi nama Camp Simba, terletak di kawasan pesisir populer Lamu dan digunakan oleh pasukan Kenya dan tentara Amerika Serikat.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan hari Rabu (22/1/2020), The New York Times mengklaim bahwa performa tentara Kenya ketika serangan itu terjadi membuat frustasi kolega-kolega mereka dari Amerika.

Artikel itu juga mengklaim bahwa al-Shabaab kemungkinan mendapatkan informasi yang menguntungkan dari orang-orang Kenya yang ditempatkan di pangkalan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Namun, jubir militer Kenya Kolonel Paul Njuguna mengatakan kepada BBC bahwa artikel itu tidak berdasarkan fakta.

Dia mengatakan detil terkait serangan itu hanya akan terungkap jelas setelah tim investigasi merilis hasil termuannya.

“Artikel itu sama sekali tidak berdasarkan fakta. Investigasinya masih berlangsung. Sejauh ini belum ada laporan dari pihak penyidik, belum ada yang resmi,” imbuh Kolonel Njuguna seperti dikutip BBC Kamis (23/1/2020).

Koran Kenya Daily Nation, mengutip keterangan seorang pejabat militer senior yang tidak diungkapkan identitasnya, yang berkata, “Kamp Simba merupakan fasilitas (militer Amerika yang berada di tanah Kenya yang digunakan untuk operasi keamanan. Kamp itu diawaki dan dijaga keamanannya oleh orang Amerika.”

Sumber itu menambahkan, “Apa yang terjadi di dalam kamp itu merupakan rahasia. Hingga saat ini, Amerika masih bungkam tentang berapa jumlah personel yang ada di tempat itu ketika serangan terjadi. Merekalah yang mengendalikan segala sesuatu di pangkalan itu.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Genkai Jepang Akui Terima Uang dari Perusahaan Konstruksi Shiohama
Tulisan selanjutnya BNPB: Potensi Zona Sumber Gempa di Ambon Terdeteksi, Siapkan Mitigasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?