Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

OKI Menolak Rencana ‘Kesepakatan Abad Ini’

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 4 Februari 2020 09:42 9:42 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 Februari 2020 09:28
Bagikan
Pertemuan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Luar Biasa Komite Eksekutif OKI hari Senin Jeddah Arab Saudi
Bagikan

Hidayatullah.com–Organisasi Kerjasama Islam ( OKI ) mengatakan pihaknya menolak rencana perdamaian Timur Tengah buatan Donald Trump bertajuk ‘Kesepatakan Abad Ini‘, yang diluncurkan minggu lalu, dengan memutuskan semua anggota tidak akan terlibat.

Sebanyak 57-anggota OKI, yang mengadakan pertemuan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Luar Biasa Komite Eksekutif  OKI hari Senin Jeddah Arab Saudi , mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka “menyerukan semua negara anggota untuk tidak terlibat dengan rencana ini atau untuk bekerja sama dengan pemerintah AS dalam mengimplementasikan dalam bentuk apa pun,” kutip Al Jazeera.

Pertemuan atas desakan Otoritas Palestina (OP),  dilakukan dua hari setelah Liga Arab mengeluarkan keputusan menolak proposal Deal of The Century “Kesepakatan Abad Ini”, dengan mengatakan : “Itu tidak memenuhi hak minimum dan aspirasi rakyat Palestina.”

Bertempat di Gedung Putih hari Selasa, Trumo dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  menggambarkan rencananya yang telah lama tertunda untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina sebagai “win-wins solution” untuk kedua belah pihak.

Presiden AS mengatakan kesepakatan yang diusulkannya akan memastikan pembentukan solusi dua negara, menjanjikan warga Palestina negara mereka sendiri (Negara Palestina Baru) dengan ibu kota baru di Abu Dis, sebuah pinggiran kota di luar Yerusalem (Baitul Maqdis). Trump juga mengatakan Yerusalem akan menjadi “ibu kota yang tidak terbagi” bagi Israel . Sementara Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang kini diduduki penjajah Israek adalah bagian dari negara masa depan Palestina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pemimpin Palestina, yang absen selama pengumuman dan telah menolak proposal Trump tersebut bahkan sebelum, mengecam rencana tersebut dengan menyebutnya “Deklarasi Balfour baru” yang sangat menguntungkan penjajah dan akan menolak mereka sebagai negara merdeka yang layak.

OKI mengatakan dalam sebuah pernyataan di Twitter pada hari Ahad bahwa “pertemuan komite eksekutif terbuka” tingkat menteri luar negeri (the OIC Executive Committee at the Level of Foreign Ministers ) akan “membahas posisi organisasi setelah pemerintah AS mengumumkan rencana perdamaiannya”.

Dengan negara-negara anggota dari empat benua, OKI adalah organisasi antar pemerintah terbesar kedua di dunia setelah PBB , dengan populasi kolektif mencapai lebih dari 1,8 miliar.

Mayoritas negara anggotanya adalah negara-negara mayoritas Muslim, sementara yang lain memiliki populasi Muslim yang signifikan, termasuk beberapa negara Afrika dan Amerika Selatan. Sementara 22 anggota Liga Arab juga merupakan bagian dari OKI, organisasi ini memiliki beberapa negara anggota non-Arab yang signifikan, termasuk Turki , Iran dan Pakistan. Ia juga memiliki lima anggota pengamat, termasuk Rusia dan Thailand.

Sementara itu, Iran pada hari Senin menuduh saingan regionalnya Arab Saudi memblokir pejabatnya dari menghadiri pertemuan OKI.

“Pemerintah Arab Saudi telah mencegah partisipasi delegasi Iran dalam pertemuan untuk memeriksa rencana ‘kesepakatan abad ini’ di markas besar Organisasi Kerjasama Islam,” kantor berita Fars mengutip Abbas Mousavi, juru bicara kementerian luar negeri Iran , seperti yang dikatakan.

Mousavi mengatakan Iran – salah satu negara yang sangat mengecam rencana Trump – telah mengajukan keluhan kepada OKI dan menuduh saingan regionalnya menyalahgunakan posisinya sebagai tuan rumah bagi markas besar organisasi itu.

Tidak ada komentar langsung dari pejabat Saudi.

Menyusul pembukaan rencana Trump, kementerian luar negeri Saudi menyatakan penghargaan atas upaya Trump dan dukungan untuk negosiasi perdamaian langsung di bawah naungan Washington, sementara media pemerintah melaporkan bahwa Raja Salman telah memanggil Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk meyakinkan dia tentang komitmen tak tergoyahkan Riyadh untuk penyebab Palestina.

Pengumuman rencana Trump mendapat tanggapan beragam dari negara-negara Arab.

Para pengamat mengatakan reaksi itu merupakan indikasi perpecahan di antara negara-negara Arab dan ketidakmampuan mereka untuk memprioritaskan penderitaan rakyat Palestina atas agenda ekonomi domestik dan perhitungan politik sehubungan dengan pemerintahan Trump.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Deal of The CenturyDonald TrumpisraelKesepakatan Abad IniNegara Baru PalestinaOKIOrganisasi Kerjasama Islampalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dirjen Bimas Islam: Al-Qur’an Menginspirasi Bangun Tatanan Dunia
Tulisan selanjutnya arab saudi palestina Saudi Mengaku akan Terus Mendukung Perjuangan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?