Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Konflik Afghanistan: Serangan AS dan Bentrokan Hancurkan Genjatan Senjata

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 6 Maret 2020 09:50 9:50 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 6 Maret 2020 09:50
Bagikan
militan isis
Pejuang Taliban yang ditangkap
Bagikan

Hidayatullah.com- Pasukan AS memulai serangan udara di Afghanistan setelah Taliban mengakhiri genjatan senjata dengan pasukan pemerintah. Hal ini meragukan perundingan damai yang dijadwalkan minggu depan lapor BBC.

Lusinan insiden di lebih dari 16 provinsi menewaskan delapan orang dan enam warga sipil. Sumber resmi mengatakan delapan personil keamanan juga terbunuh.

Sementara itu Donald Trump mengatakan dia memiliki “pembicaraan yang sangat bagus” dengan pemimpin Taliban. Panggilan telepon mereka terjadi pasca kesepakatan damai antara AS dan Taliban pada akhir pekan kemarin.

Seorang juru bicara Taliban mengatakan panggilan antara presiden AS dan Mullah Abdul Ghani Baradar berlangsung lebih dari satu jam setengah. Keduanya menyatakan keinginan untuk membawa perdamaian ke Afghanistan.

Taliban mengatakan Trump akan meminta Menteri Luar Negerinya Mike Pompeo untuk berbicara dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, memastikan negosiasi antara pemerintah Afghanistan dan Taliban berjalan sesuai rencana. Ini sebagai bagian dari kesepakatan damai mereka.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Perselisihan tentang pertukaran tahanan telah menimbulkan pertanyaan terhadap kesepakatan itu – di mana pemerintah Afghanistan bukan pihak langsung.

Di bawah perjanjian, sekitar 5.000 tahanan Taliban dan 1.000 tahanan pasukan keamanan Afghanistan akan ditukar pada 10 Maret. Ini merupakan hasil perundingan antara Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Namun Presiden Ashraf Ghani mengatakan pada Ahad pemerintahannya tidak menyetujui pembebasan semacam itu. Dan pada Senin militan mengatakan perundingan tidak akan terjadi jika tahanan mereka tidak dibebaskan terlebih dahulu.

Pemerintah Afghanistan mengatakan lebih dari 20 orang telah tewas dalam 24 jam sejak Taliban melanjutkan kembali serangannya terhadap target-target lokal.

“Akibatnya, enam warga sipil terbunuh dan 14 terluka. Delapan musuh juga terbunuh, 15 lainnya terluka,” kata juru bicara kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi.

Dua tentara terbunuh dalam sebuah serangan di provinsi Kandahar, kantor berita AFP melaporkan, mengutip pernyataan pemerintah.

Di provinsi Logar dekat Kabul, serangan menewaskan lima polisi di sebuah pos pemeriksaan di luar tambang tembaga, kata jurubicara gubernur provinsi itu.

Di Herat di barat, seorang tentara Tentara Nasional Afghanistan terbunuh dalam serangan Taliban, kata Kementerian Pertahanan kepada BBC.

Apa yang dikatakan Taliban?

Taliban mengatakan mereka akan menemui pejabat pemerintah Afghanistan namun hanya untuk membahas pembebasan tahanan.

“Sekarang, hal ini ada dalam kesepakatan dan terserah AS bagaimana negara itu memenuhi komitmen yang mereka buat dalam kesepakatan,” juru bicara Taliban di Doha, Suhail Saheen, mentweet.

Meskipun kesepakatan Taliban-AS mengatur pertukaran tahanan, deklarasi Afghanistan-AS terpisah menyatakan pemerintah di Kabul hanya berpartisipasi dalam pembicaraan mengenai “kelayakan” pembebasan tahanan semacam itu, kantor berita Reuters melaporkan.

Diperkirakan 10.000 anggota Taliban ditahan di Afghanistan. Kelompok garis keras Islam itu telah mengamati “pengurangan kekerasan” dalam minggu menjelang perjanjian dengan AS yang ditandatangani pada hari Sabtu di Qatar.

Mereka mengatakan mereka akan melanjutkan pertempuran dengan pasukan Afghanistan, tetapi tidak akan menarget tentara internasional.

Sebelumnya Taliban menolak bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan, sehingga kesepakatan Sabtu itu hanya dengan AS, yang menginvasi Afghanistan beberapa minggu setelah serangan September 2001 di New York oleh al-Qaeda, yang saat itu berbasis di Afghanistan.

Taliban digulingkan dari kekuasaan sehingga menjadi kekuatan pemberontak yang pada tahun 2018 aktif di lebih dari dua per tiga negara itu.

Bagaimana reaksi AS?

Jenderal Scott Miller, komandan pasukan AS di Afghanistan, mengatakan berkurangnya kekerasan “adalah pembangun kepercayaan”, menambahkan: “Kami sangat serius tentang kewajiban kami dan kami berharap Taliban akan serius dengan kewajiban mereka.

“Amerika Serikat sangat jelas tentang harapan kami – kekerasan harus tetap rendah.”

Kesepakatan Sabtu meliputi penarikan tentara AS dan tentara sekutu NATO dari Afghanistan dalam waktu 14 bulan – jika militan mematuhi kesepakatan itu.

Sekitar 12.000 tentara AS masih ditempatkan di negara itu.

Presiden Trump, yang telah berjanji untuk mengakhiri konflik Afghanistan, mengatakan pada hari Sabtu bahwa sudah waktunya untuk membawa orang-orang kita pulang.

Trump mengatakan 5.000 tentara AS akan meninggalkan Afghanistan pada Mei.

Dia menambahkan bahwa pasukan AS telah membunuh “ribuan” militan di Afghanistan dan sekarang “saatnya bagi orang lain untuk melakukan pekerjaan itu dan itu akan menjadi Taliban dan bisa juga negara-negara di sekitarnya”.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerika SerikatASDonald TrumpMullah Abdul Ghani BaradarTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yunani Menyangkal Membunuh Imigran yang Menyeberang dari Turki
Tulisan selanjutnya Wamenag Berharap Virus Corona Tidak Berdampak pada Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?