Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

1.500 Tahanan Taliban Dibebaskan, Amerika Tarik Pasukanya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Maret 2020 15:39 3:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Maret 2020 15:38
Bagikan
Taliban
Tentara Taliban (military.com)
Bagikan

Hidayatullah.com-  Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, resmi menandatangani dekret untuk membebaskan 1.500 tahanan Taliban. Kebijakan ini merupakan langkah untuk memulai pembicaraan langsung dengan kelompok bersenjata itu untuk mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan.

Dilansir dari Al-Jazeera, Ashraf memberikan persyaratan bahwa semua tahanan Taliban yang dibebaskan harus memberikan jaminan secara tertulis untuk tidak kembali ke medan perang.

“Presiden Ghani telah menandatangani dekret yang akan memfasilitasi pembebasan para tahanan Taliban sesuai dengan kerangka kerja yang diterima untuk dimulainya negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan,” juru bicara Ghani, Sediq Sediqqi, menuliskannya di Twitternya, @sediqsediqqi, Rabu (11/03/2020).

Menurut dekret tersebut, proses pembebasan tahanan akan dimulai dalam empat hari. Mereka belum menjabarkan secara terperinci tentang bagaimana para tahanan akan dibebaska secara sistematis untuk melanjutkan perjanjian damai yang disepakati.

Sebagaimana diketahui bahwa pembebasan tahanan adalah bagian dari kesepakatan yang ditandatangani oleh Amerika Serikat (AS) dan Taliban bulan lalu. Kesepakatan damai itu yang akan memungkinkan pasukan AS dan pasukan NATO menarik diri dari Afghanistan untuk mengakhiri perang selama 18 tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya pada hari Selasa, juru bicara Taliban, Suhail Shaheen mengatakan dalam sebuah kicauan di sosial medianya yang mengatakan bahwa kelompoknya telah menyerahkan daftar 5.000 tahanan ke AS dan sedang menunggu agar keseluruhannya dapat segera dibebaskan. Di hari yang sama, seorang pemimpin senior Taliban yang berdomisili di Doha Qatar mengatakan telah mengirimkan kendaraan untuk membawa 5.000 tahanan itu.

“Setelah pembicaraan kami dengan Zalmay Khalilzad (utusan khusus AS untuk Afghanistan) pada hari Senin, di mana dia menyampaikan kepada kami pembebasan 5.000 tahanan kami, kami mengirim kendaraan untuk menjemput mereka,” kata dia.

Selain ketegangan antara Presiden Ashraf dan Taliban, perseteruan politik yang meningkat antara dia dan rivalnya dalam pilpres Afghanistan, Abdullah Abdullah, juga telah memperumit kekacauan politik di negara itu. Ashraf dilantik untuk masa jabatan kedua pada hari Senin lalu, tetapi upacara pelantikan dirusak oleh serangan roket.

Abdullah, yang menolak menerima hasil pemilu yang dirilis bulan lalu, juga mengadakan upacara pelantikannya sendiri pada hari yang sama. Sementara itu pada hari Selasa, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui resolusi AS tentang kesepakatan antara AS dan Taliban, sebuah dukungan yang jarang dikeluarkan dari perjanjian dengan kelompok bersenjata.

Sebelum ini AS telah menarik pasukannya dari Afghanistan sebagai bagian dari kesepakatan dengan Taliban. AS sepakat mengurangi pasukannya dari 12.000 menjadi 8.600 dalam 135 hari sejak penandatanganan perjanjian. Penarikan ini perupakan  syarat dari perjanjian damai bersejarah yang ditandatangani oleh AS dan Taliban pada 29 Februari lalu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatAshraf GhaniPresiden AfghanistanTahanan TalibanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Sahabat yang Jadi Tetangga Rasul di Surga
Tulisan selanjutnya Fahira Minta Sekolah Ramah Anak Dijadikan Program Prioritas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?