Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Membangun Keluarga Sakinah, Sambut Seruan #Dirumahsaja

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 2 April 2020 10:45 10:45 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 2 April 2020 10:24
Bagikan
jihad keluarga
pinterest
Bagikan

Hidayatullah.com | GUNA mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk melakukan beberapa hal.  Salah satunya dalah tinggal di rumah saja. Atau, lebih akrab dengan tanda pagar (tagar) #dirumahaja.

Tidak hanya seruan. Sebagai upaya suksesi program ini,  pemerintah pun telah meliburkan sekolah-sekolah. Dunia kerja pun dihimbau untuk mengambil langkah serupa.

Dalam konteks keluarga, kebijakan ini seharusnya menjadi ‘anugerah’ tersendiri. Karena menjadi momentum berkumpul dengan seluruh anggota keluarga. Khususnya suami-istri.

Sebab di waktu-waktu normal, kerap tidak ada kesempatan untuk berduaan, guna memadu kasih. Membangun kemesraan, agar cinta yang sudah cukup lama itu, kembali diperbaharui lagi. Semakin lengket lagi.

Apalagi bagi pasangan yang aktif di dunia karir. Hmmmmm… Sibuknya tak ketulungan. Berangkat pagi. Pulang malam. Tinggallah rasa letih sampai di rumah. Bawaannya langsung mau makan dan tidur aja.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Tapi nyatanya, untuk sebagian orang tinggal di rumah itu musibah. Malah lebih senang di luar. Berdekat-dekat dengan pasangan, justru mengundang banyak keributan. Bukan keharmonisan. Aneh, kan!

Buktinya di China, terjadi banyak kasus perceraian, ketika program lockdown diberlakukan di sana.  Alasannya. Terjadi banyak cekcok antar pasangan suamu-istri, ketika mereka berdua lama-lama berdiam di rumah. Bermula dari perselisihan sepele,  naik level ke perdebatan sengit. Dan akhirnya berujung kepada gugatan  perceraian.

Untuk bulan lalu saja (Februari). Tercatat 300 pasangan yang mengajukan perceraian. Demikian diungkap oleh Lu Shijun, manajer pendaftaran pernikahan di Dazhou, Provinsi Sichuan di China, sebagaimana dikutip HindustanTimes (30/3/2020).

Kunci Keharmonisan

Lalu, langkah apa yang harus ditempuh, agar keharmonisan itu terbangun.  Pertama; tentu saja harus ada niat masing-masing pasangan untuk memanfaatkan momentum #dirumahaja ini, untuk itu.

Sebab kalau hal ini tidak. Apalagi kedua-duanya sama-sama tidak ada kemauan melangkah ke sana, maka tidak akan ada upaya.

Akhirnya, hari-hari berlalu dengan begitu-gitu saja. Menjemukan. Tidak ada upaya membangun kehangatan hubungan. Bahkan cenderung dingin. Maka berpotensi mengundang keributan.

Berbeda kalau sama-sama ada niatan. Masing-masing berusaha membangun. Tidak saling menuntut diperhatikan. Tapi lebih terpanggil untuk memberikan.

Kedua, saling jaga sikap. Santun, lembut, lagi penuh kasih sayang. Perilaku ini telah dituntunkan oleh Rasulullah ﷺ. Dan melarang kaum muslimin untuk berbuat sebaliknya.

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya.” (HR. Tirmidzi).

Untuk menumbuhkan sikap ini, melahirkan rasa empati terhadap urusan masing-masing pasangan bisa menjadi jembatannya.

Misal, bagaimana Umar bin Khattab bersikap sabar menghadapi istrinya. Padahal, beliau sendiri sejatinya berjiwa tempramen. Maka, berikut ini jawaban beliau, ketika ada yang menyoal;

“Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku, ia juga yang mengasuh anak-anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya,” jawabnya.

Jadi, marilah berlatih untuk menjadi pribadi lembut itu. Sehingga pasangan kita pun akan semakin sayang. Sebab hanya kelembutan lah yang bisa meluluhkan hati yang keras. Laksana tetesan air yang bisa membuat lobang batu cadas.

Dan yang ketiga, sekaligus yang terakhir dalam catatan kali ini; menjaga gaya komunikasi.  Mengatur pembicaraan dengan pasangan itu sangat penting. Sebab, banyak kericuhan terjadi di rumah tangga, tak jarang bermula dari lisan yang kurang terkontrol.

Mulai dari doyan menghardik, memotong pembicaraan, mematahkan argumen dengan sepihak, dan seterunya.  Kalau lisan ini tidak bisa dijaga untuk berkata-kata lembut lagi indah dengan pasangan, jangan pernah harap keharmonisan itu bisa terjalin.

“Perkataan itu bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus jarum (hati).”

“Tergelincirnya kaki lebih selamat dari tergelincirnya lidah.”

Begitu pribahasa mengilustrasikan bahaya lisan.  Maka, kita dapati Nabi sangat lembut tutur katanya. Tentang bagaimana beliau memanggil para istrinya. Khususnya Aisyah.

“Ya Khumaira (Wahai pipi yang kemerah-merahan),” sapa Nabi ﷺ.

Mungkin panggilan ini terasa sangat mengganjal bagi mereka tak terbiasa. Ada rasa-rasa tidak enak. Tak mengapa. Coba saja. Nanti akan terbiasa. Laksana kata pepatah melayu, “Alah bisa karena biasa.”

Cobalah sekali-kali puji penampilan pasangan. Atau untuk suami; puji masakan istri. Atau gunakan sedikit ‘prank,’ untuk menggodanya.

Misal; “Dik, masakan adik kok selalu kayak gini, sih rasanya?.”

Kalau ditanya balik: “Kenapa, emangnya mas?”

“Selalu enak untuk dinikmati.” He…he…

Poinnya, marilah kita manfaatkan momentum #dirumahaja ini, untuk hal-hal yang positif. Termasuk dalam hal berkeluarga.

Terakhir. Selain berikhtiar menjaga diri. Mari, jangan lupakan terus berdoa, semoga Allah bersegera mengangkat wabah ini dari muka bumi.*/Khairul Hibri, Pengasuh STAI Luqman al-Hakim, Surabaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#Dirumahsajacovid-19karantina wilayahKeluargasakinahvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tiga Kali Meninggalkan Shalat Jumat karena Covid-19, Apa Hukumnya?
Tulisan selanjutnya Kapten Kapal Induk Nuklir dengan Lebih 100 Pelaut Terinfeksi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran

Berita
18 Juni 2026 14:41
Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT

Terbaru

  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?