Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Titanic, Corona dan Atheisme

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 April 2020 15:56 3:56 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 April 2020 13:15
Bagikan
Ilustrasi: The Economic
Bagikan

Oleh:  Zahrul Fata

 

Hidayatullah.com | ADA adegan yang menarik untuk dikritisi dalam film Titatic. Yaitu saat kapal akan tenggelam dan hampir seluruh penumpang lari pontang-panting seraya berteriak  “Oh Mmy God” , ada sekelompok pemain musik yang sama sekali tidak merasakan kepanikan sambil terus memainkan alat musik hingga mereka mati tenggelam dengan ‘tenang’.

Dalam dunia nyata, apakah mungkin ditemukan orang yang tidak panik dalam kondisi genting seperti itu? Mustahil.

Jangankan dalam kondisi kapal mau tenggelam. Pada saat kita naik pesawat dan  merasakan ada sedikit goncangan di udara akibat cuaca buruk, kita spontan mengatakan  “Oh my God”  atau “Ya Allah” bagi yang Muslim. Namun tidak demikian adanya dengan adegan film yang menyabet 11 Piala Oscar pada tahun 1997 itu.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Penulis menangkap ada pesan atheisme dalam  snap shoot  yang ganjal di atas.

Para pemain musik yang terlihat tenang saat kapal mau tenggelam seolah-olah memberi pesan;  “Ngapain  Anda teriak-teriak cari Tuhan meminta keselamatan? Hidup itu, waktunya hidup ya hidup, waktunya mati ya mati. Tidak ada Tuhan”.

Hal ini mirip dengan ucapan filsuf Jerman, Nietzsche (1844-1900) yang mencibir orang-orang di sekitarnya yang masih pergi ke gereja, dengan mendeklarasikan  “God is dead” .

Pesan eksplisit atheisme sebagaimana yang diperankan para pemain musik  dalam film yang disutradarai James Cameron tersebut sebenarnya sudah disinggung dan dibantah dalam Al-Qur’an. Perhatikan firman Allah Swt. sebagai berikut:

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

Dan mereka berkata:  “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”  (QS: Al-Jasiyah:24).

Sejatinya rasa kebertuhanan tidak akan pernah hilang dalam diri manusia. Rasa itu memang kadang samar dalam diri seseorang, terutama saat lapang tapi ia tak akan pernah hilang. Secara fitrah perasaan bahwa di sana ada Dzat tempat bergantung akan hadir pada saat sempit. Yang demikian itu karena Allah sudah mengambil sumpah—di zaman azali—dari setiap manusia sebelum jiwanya dihembuskan ke dalam jasadnya (baca: QS:  Al-A’raf: 172).

Bukankah Fir’aun itu moyangnya atheis? Bahkan dia mendeklarasikan dirinya sebagai Tuhan.Tapi apa yang dia ucapkan pada detik-detik terakhir sebelum ditenggelamkan?  “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai Bani Israil dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).”  Demikian penuturan Fir’aun sebagaimana yang direkam dalam Surah Yunus: 90.

Perjalanan manusia mengarungi samudra kehidupan dunia terus berlanjut. Pertarungan antara haq dan bathil selalu ditemukan dengan berbagai corak dan tingkatannya.

Sejarahpun terkadang berulang dengan pemeran yang berbeda. Selalu ada di antara manusia yang ‘lupa daratan’, jauh dari petunjuk Tuhan. ‘Angin yang kencang’, ‘gelombang yang tinggi’ terkadang tidak menyadarkan mereka untuk kembali ke jalanNya. Hedonisme, matrealisme, hingga atheisme telah menjadi pola pikir dan pandangan hidup sebagian umat manusia.

Kini, pola pikir dan pandangan hidup yang jauh dari tuntunan Sang Khalik itu nampaknya mulai disadari kekeliruannya. Sang Pemilik jagat raya menunjukkan kekuasaan-Nya.

Kepongahan sebagian manusia itu akhirnya runtuh oleh makhlukNya yang super-mikro, virus corona (Covid-19). Virus tersebut menyebar dan menyerang tanpa pandang bulu.

Bagi kaum fasik, wabah ini adalah peringatan agar segera kembali ke jalanNya. Bagi orang mukmin, ini adalah ujian kesabaran. Suatu hari Zainab bintu Jahsy R.a. bertanya kepada baginda Nabi ﷺ terkait musibah yang menimpa kaum Mukmin,” Wahai Rasulullah, apakah kami dibinasakan juga padahal masih ada orang-orang sholeh di tengah-tengah kami?” Beliau menjawab, ”Iya, bila keburukan telah demikian banyak.” (HR: Muslim).

Virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Propinsi Hubei, China pada akhir Desember 2019  itu telah menjalar ke hampir 90 persen daratan bumi yang dihuni manusia. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)—sebagaimana dirilis oleh CNN tanggal 10/04/2020– virus ini sudah menelan korban sebanyak 85.711 manusia.

Hingga saat ini virus yang begitu cepat penyebarannya ini belum ditemukan vaksinnya. Wabah ini juga melumpuhkan sistem ekonomi dunia, mulai dari transportasi, perdagangan hingga keuangan.

Di tengah situasi yang tidak menentu seperti ini, tidak ada jalan kecuali sujud bersungkur di hadapan Sang Maha Kuasa, meneguhkan kembali tugas kita (manusia) sebagai khalifah-Nya di atas bumi ini, yaitu menjalani dan memakmurkan kehidupan ini sesuai dengan tuntunanNya.

Pada akhirnya, kekuasaan Allah di atas bumi ini diberikan kepada hamba-hambaNya yang beriman dan berbuat baik sebagaimana yang dijanjikan dalam firmanNya:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik..” (QS: Al-Nur: 55). Semoga badai pandemi ini segera berlalu.*

Penulis PhD dari International Islamic University Malaysia (IIUM),Dept. Qur`an and Sunnah Studies

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ateisatheiscovid-19titanictuhanvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Coronavirus: Warga Amerika Belum Berani ke Bioskop dalam Waktu Dekat
Tulisan selanjutnya Pulang dari Indonesia Puluhan Muslim Thailand Positif Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?