Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Perpanjang Lockdown Covid-19 Sampai 11 Mei

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 April 2020 10:24 10:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 April 2020 10:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Prancis Emmauel Macron hari Senin (13/4/2020) mengatakan bahwa dia memutuskan untuk memperpanjang virtual lockdown sampai 11 Mei guna mengerem laju penyebaran coronavirus penyebab Covid-19. Dia mengatakan kemajuan sudah tampak, tetapi pertempuran melawan virus maut itu belum usai.

Macron juga mengatakan bahwa perbatasan dengan negara-negara non-Uni Eropa masih akan ditutup.

Mengakui bahwa pemerintahannya tidak siap dalam menghadapi wabah Covid-19 di awal penyebarannya, Macron mengatakan bahwa pembatasan-pembatasan yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara itu menunjukkan hasil.

“Epideminya mulai melambat. Tampak menunjukkan hasil,” kata Macron dalam pidato yang ditujukan kepada rakyat yang disiarkan televisi, lapor Radio France Internationale. “Terima kasih atas upaya Anda semua, setiap hari kita membuat kemajuan.”

“Namun, negara kita awalnya tidak cukup siap untuk menghadapi krisis ini. Kita semua akan menanggung konsekuensinya,” ujar Macron.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pidato Macron itu disampaikan di akhir masa empat pekan lockdown. Selama itu, warga Prancis diperintahkan untuk tinggal di rumah dan tidak bepergian kecuali untuk membeli maknan, pergi bekerja, mencari pengobatan atau berolahraga sendirian.

Setelah terus bertambah, jumlah pasien yang dirawat di ICU di berbagai rumah sakit Prancis pada awal April mulai berkurang.

Namun, sementara rumah sakit sudah tidak lagi kewalahan –setelah dibantu dengan pemindahan pasien dengan menggunakan pesawat, helikopter, dan bahkan kereta cepat dari wilayah Prancis bagian timur dan Paris ke barat, panti-panti jompo masih terus bekerja tak kenal lelah menangani penghuni panti yang sangat rentan terpapar Covid-19.

Per hari Senin, coronavirus telah merenggut nyawa 14.967 jiwa di Prancis, keempat tertinggi di dunia, dengan kasus infeksi terkonfirmasi mencapai 98.076, menurut data resmi pemerintah.

Macron mengatakan pada 11 Mei Prancis akan sudah dapat melakukan tes terhadap siapa saja yang menunjukkan gejala Covid-19. Sekolah dan taman bermain serta penitipan anak juga akan secara bertahap dibuka kembali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruslockdownPrancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salah Memaknai Puasa Ramadhan
Tulisan selanjutnya Kenapa Ada Program Mimbar Katolik di Waktu Jeda Belajar dari Rumah TVRI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?