Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Salah Memaknai Puasa Ramadhan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 14 April 2020 11:18 11:18 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 14 April 2020 10:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | ADA pesan menarik dari Ustad Hilman Rosyad Shihab Lc Rahimahullahu kepada jamaah di sebuah musholla kecil di pinggiran kota Depok, Jawa Barat, beberapa bulan sebelum beliau wafat pada pertengahan Januari 2018.

Kala itu menjelang Ramadhan. Alumnus Universitas Islam Madinah ini sengaja diundang oleh DKM musholla kecil tersebut untuk mengisi tarhib Ramadhan. Pesan yang beliau sampaikan amat pas untuk kita renungkan kembali menjelang datangnya bulan penuh hikmah yang kini tinggal menghitung hari.

Hilman mengatakan, setidaknya ada empat kesalahan yang kerap kita jumpai pada masyarakat dalam memaknai puasa Ramadhan. Kesalahan tersebut kadang tak disadari karena ia sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Padahal, meski tidak sampai membatalkan puasa, kesalahan itu bisa mengurangi nilai puasa kita. Jika tidak buru-buru kita perbaiki maka kita akan rugi.

Kesalahan pertama, puasa –atau menahan diri dari makan dan minum serta “bergaul” dengan pasangan pada siang hari– kerap dijadikan target utama, sedangkan amalan-amalan lain cenderung diabaikan.  Celakanya, mereka merasa telah melewati Ramadhan secara sempurna hanya dengan menahan tiga hal tadi selama sebulan penuh.

Padahal, menahan ketiga hal tadi bukanlah hal terpenting selama Ramadhan. Rasulullah ﷺ sendiri mengingatkan dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Ath Thobroni, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga saja.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Puasa Ramadhan memang diwajibkan kepada setiap Muslim sesuai seruan Allah Taala dalam al-Quran surah al-Baqarah [2] ayat 183. Namun, tak ada yang istimewa jika kita menjalankannya hanya untuk menggugurkan kewajiban saja. Apalagi puasa adalah ibadah yang ringan. Tak ada orang sehat yang menjadi sakit, apalagi sampai meninggal, gara-gara berpuasa.

Yang istimewa justru apabila kita mampu melakukan amalan-amalan lain sepanjang Ramadhan, seperti shalat malam, tilawah, zikir, zakat, sedekah, itiqaf, dan mengkaji ilmu. Allah Ta’ala telah menjanjikan pahal berlipat bila kita sanggup melaksanakan amalan-amal seperti itu di bulan Ramadhan.

Kesalahan kedua, puasa dijadikan alasan untuk mengurangi aktivitas sehari-hari. Kebanyakan kita beranggapa rasa lapar bisa menjadi pemakluman kalau kinerja kita menurun. Akibatnya, waktu kita habis untuk tidur atau bersantai selama Ramadhan. Apalagi bila kita beranggapan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah sesuai bunyi hadits yang dinyatakan lemah oleh banyak ulama dan disalah tafsirkan oleh kebanyakan masyarakat.

Padahal, Rasulullah ﷺ tidak mengajarkan kita untuk berleha-leha selama Ramadhan. Justru sebagian perang pada zaman Rasulullah ﷺ berlangsung pada bulan Ramadhan. Jadi hendaknya kita tetap produktif selama Ramadhan, apalagi dalam hal kebaikan. Insya Allah pahalanya pun akan berlipat.

Kesalahan ketiga, kebanyakan kita menjadikan saat berbuka puasa sebagai ajang “balas dendam”.  Segala jenis makanan dan minuman yang enak kita sajikan. Setidaknya, lebih banyak dari biasanya. Lihatlah para penjual makanan selalu ramai dikunjungi menjelang berbuka. Masyarakat menjadi konsumtif. Padahal, Ramadhan adalah saat yang tepat untuk berhemat.

Rasulullah ﷺ tentu tidak mencontohkan hal seperti itu. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, Anas bin Malik bercerita bahwa Rasulullah ﷺ biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada ruthab, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada juga, beliau meminum seteguk air.

Kesalahan keempat, kata Hilman, adalah anggapan bahwa Ramadhan sebagai ajang latihan untuk menahan hawa nafsu. Seharusnya, tidak ada lagi latihan selama Ramadhan. Yang ada justru pertandingan. Ramadhan adalah saat berkompetisi dalam kebaikan.

Jadi, saat Ramadhan tiba, kita benar-benar harus all out (habis-habisan), bukan lagi coba-coba. Rugi kita jika masih menganggap Ramadhan sebagai ajang latihan sementara saat di luar Ramadhan justru kita tak pernah all out.

Mudah-mudahan pesan almarhum ini menjadikan kita tak salah lagi dalam memandang Ramadhan, dan semoga menjadi amal kebajikan penambah pahala buat beliau. Aamiiin.*/Mahladi Murni

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:laparPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Tengah Krisis Covid-19, AS & ‘Israel’ Menyelesaikan Peta Baru Pencaplokan Tepi Barat
Tulisan selanjutnya Prancis Perpanjang Lockdown Covid-19 Sampai 11 Mei

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?