Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warganya Abaikan Imbuan Kesehatan, Kasus Covid-19 di Djibouti Melonjak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 April 2020 11:49 11:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 April 2020 11:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Djibouti melaporkan tujuh kali lipat peningkatan kasus Covid-19 dalam kurun dua pekan, menurut Afrika Centres for Diseases Control and Prevention (CDC). Dengan 98,6 kasus per 100.000 orang, negara itu memiliki prevalensi tertinggi Covid-19 di Benua Afrika, yang disebabkan oleh ketidakpedulian warganya akan kebijakan kesehatan yang dibuat pemerintah untuk meredam penyebaran wabah.

“Aturan tetap tinggal di rumah tidak dipatuhi oleh semua orang, dan sayangnya banyak di antara kita yang masih menganggap remeh penyakit ini,” kata Presiden Ismail Omar Guelleh dalam pidato yang disiarkan televisi pekan ini.

“Wabah semakin parah,” kata Menteri Kesehatan Djibouti pekan lalu.

Meskipun Djibouti negara kecil, sudah 999 orang terjangkit Covid-19 dan dua orang meninggal. Negara yang lokasinya strategis di Tanduk Afrika ini hanya memiliki penduduk sekitar satu juta jiwa –di samping ribuan pasukan asing dari AS, Prancis dan China yang ditempatkan di sejumlah pangkalan militer, dan sejauh ini sudah melakukan 11.000 tes Covid-19, lapor RFI Jumat (24/4/2020).

Guelleh, presiden yang berkuasa tanpa batas akhir jabatan, dikecam karena dianggap tidak becus menangani pandemi Covid-19.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Balbala, dua dokter asal Mesir dipanggil kembali ke Djibouti untuk bekerja di Rumah Sakit Al-Rahma, kemudian orang yang dinyatakan positif coronavirus dipindahkan ke sebuah rumah sakit di bagian selatan negara itu, sehingga semakin banyak orang yang tertular.

Bagi sebagian rakyat kebijakan lockdown datang tiba-tiba sejak 23 Maret. Hanya pekerja di bidang usaha esensial yang boleh pergi keluar. Transportasi publik tidak dioperasikan, sekolah dan tempat ibadah ditutup, hanya toko penjual bahan kebutuhan harian yang diperbolehkan tetap buka.

Orang masih tampak berkeliaran di jalan, berbelanja di pasar-pasar yang penuh sesak di Djibouti, ibu kota yang bernama sama dengan negaranya. Laporan Agence France Presse (AFP) menyebutkan hanya sedikit orang yang mengenakan masker ketika berada di luar rumah.

Rata-rata orang Djibouti berpenghasilan kurang dari 3 euro per hari dan hampir setengah dari populasi merupakan pengangguran. Mereka yang hidup dengan pendapatan harian yang hanya cukup untuk makan, menghadapi kesulitan selama lockdown yang rencananya berlangsung sampai 28 April.

Bulan ini presiden sudah memutuskan dana darurat senilai 5,2 euro untuk membantu meringankan kesusahan orang miskin. Akan tetapi pembagiannya dikabarkan tidak adil sebab dilakukan atas dasar favoritisme.

Sebagian warga mencurigai kebijakan pemerintah yang memerintahkan penutupan masjid selama bulan Ramadhan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa
Tulisan selanjutnya “Menikmati Ramadhan di Luar Negeri” dalam Sehari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?