Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Legislator Partai Nasionalis Hindu, BJP India Serukan Warga Tak Beli Sayuran yang Dijual Muslim

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 Mei 2020 23:34 11:34 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 1 Mei 2020 23:34
Bagikan
Suresh Tiwari
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang legislator dari Bharatiya Janata Party (BJP) membuat sebuah pernyataan kontroversial yang melarang warga untuk tidak membeli sayuran dari umat Muslim India meskipun di tengah-tengah lockdown nasional. Legislator bernama Suresh Tiwari dilaporkan telah meminta warga di distrik Deoria untuk tidak membeli sayuran dari pedagang Muslim. Pernyatanya melalui sebuah video itu viral di media sosial.

“Ingat satu hal, saya memberi tahu semua orang secara terbuka, tidak ada yang harus membeli sayuran dari Muslim,” katanya kepada beberapa orang, termasuk pejabat pemerintah pada hari Selasa, dilansir laman indianexpress.com.

Suresh Tiwari merupakan anggota dewan dari partai nasionalis Hindu yang berkuasa,  dari asal pemilihan Kota Deoria,  negara bagian utara Uttar Pradesh.

BJP MLA Suresh Tiwari told people in Deoria district not to purchase vegetables from Muslim vendors.
"Keep one thing in mind, I am telling everyone openly, no one should purchase vegetables from Miyas [Muslims]," he is seen telling people, including govt officials. pic.twitter.com/1K8YkSFBez

— Mohammed Zubair (@zoo_bear) April 28, 2020

Ketika dihubungi, Tiwari mengatakan telah membuat pernyataan itu minggu lalu, selama kunjungannya ke kantor Barhaj Nagar Palika, di mana beberapa pejabat pemerintah ikut hadir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Setelah mendengar keluhan bahwa orang-orang dari suatu komunitas tertentu telah menjual sayuran setelah mencemarinya dengan air liur dalam upaya untuk menyebarkan penyakit virus corona, saya menyarankan mereka untuk tidak membeli sayuran dari mereka,” begitu tuduhnya.

Menyusul laporan penyebaran Covid-19 dan adanya beberapa anggota Jamaah Tabligh positif Covid-19 dalam sebuah acara ijtima’ di New Delhi bulan, Muslim India kena imbasnya. Kaum Muslim telah menjadi sasaran di berbagai daerah. Beberapa politisi dan jurnalis dari BJP menggambarkan kasus Jamaah Tabligh sebagai “terorisme corona” dan menuduh komunitas Muslim yang telah menyebarkan virus.

Menurut Al Jazeera, seruan Tiwari untuk memboikot pedagang Muslim bukanlah insiden yang pertama. Sebuah kelompok sayap kanan India terlihat membagikan bendera berwarna oranye ke pedagang sayur di banyak tempat untuk memungkinkan konsumen mengidentifikasi mereka sebagai penjual beragama Hindu.

Sebuah lingkungan tertentu di New Delhi dan negara bagian lain termasuk Karnataka, Telangana, dan Madhya Pradesh juga memasang poster untuk menghentikan masuknya umat Islam. Mereka membuat larangan adzan di tempat ibadah Muslim. Beberapa masjid diserang karena mengumandangkan adzan.

Hari Selasa, sekelompok pria di distrik Gorakhpur Uttar Pradesh diduga merusak masjid dan menyerang seorang muazin. Kelompok tersebut tidak berhenti menyerang karena muazin tidak ingin berhenti untuk mengumandangkan adzan. Seorang muazin bernama Abdul Rahman, yang berusia 35 tahun mengalami luka ringan akibat sebuah insiden serangan.

Seorang juru bicara BJP, Rakesh Tripathi mengatakan, partai nya “tidak mendukung pernyataan seperti itu” dan akan mempertanyakan sang legislator atas ucapanya.  Sementara itu, semua berita Radio India dalam sebuah unggahan di Twitter mengatakan BJP mengeluarkan pemberitahuan tentang kasus sang legislator yang dinilai telah “menargetkan komunitas tertentu”.

Dalam sebuah laporan tahunan yang diterbitkan pada hari Selasa, Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS (USCIRF) mengatakan bahwa India akan bergabung dengan jajaran negara-negara yang menjadi perhatian khusus yang akan dikenakan sanksi jika India tidak memperbaiki catatannya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bharatiya Janata PartyBJPIndialockdownMuslimPartai Nasionalis HinduSuresh Tiwari
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Angkat Pejabat dari Minoritas Syiah Hazara
Tulisan selanjutnya PKS Tolak Bahas RUU Ciptaker Demi Kedaulatan Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?