Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktivis Pro-Palestina Menangkan Gugatan Melawan Inggris di Mahkamah Agung

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Mei 2020 12:31 12:31 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 3 Mei 2020 12:31
Bagikan
Aksi protes gerakan BDS terhadap SodaStream di luar toko John Lewis di Inggris
Bagikan

Hidayatullah.com-Mahkamah Agung Inggris memutuskan bahwa skema pensiun lokal dapat melepaskan diri atau melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pendudukan militer Israel. Hal ini dilihat para aktivis pro-Palestina sebagai perkembangan besar dalam melawan upaya pemerintah Inggris untuk mengkriminalkan dukungan terhadap gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS).

Di pengadilan skema pensiun atau PCS menantang pedoman tahun 2016 pemerintah Inggris yang melarang dana pensiun publik melakukan kebijakan yang dianggap bertentangan kebijakan luar negeri atau pertahanan Inggris. Ini berarti dana tersebut tidak dapat melepaskan diri atau memboikot perusahaan yang terlibat dalam penjajahan Israel dan pengembangan pemukiman ilegal di Jerusalem Timur, Tepi Barat dan Daratan Tinggi Golan Suriah, atau blokade terhadap Jalur Gaza.

BDS adalah topik yang sangat sensitif bagi Zionis Israel, yang memiliki hubungan dekat dengan rekan Konservatif Inggrisnya. Keputusan Mahkamah Agung itu juga memberikan hak untuk keluar dari investasi di industri pertahanan Inggris.

Sejak 2017, PSC telah menggugat pemerintah di pengadilan dengan dukungan Quakers, Campaign Against Arms Trade dan War on Want. Gugatan tersebut menang di Pengadilan Tinggi dan kalah di Pengadilan Banding – minggu ini menang di putusan final Mahkamah Agung. PSC menggugat pedoman 2016 yang memberlakukan larangan terhadap “divestasi etika pensiun”, yang melanggar hukum.

Putusan Mahkamah Agung memberikan dana Skema Pensiun Pemerintah Lokal (LGPS) hak untuk memutuskan bagaimana dan di mana uang tersebut akan diinvestasikan lapor Middle East Eye.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Skema pensiun ini adalah salah satu yang terbesar di Inggris. Pada Maret 2019, skema ini melayani 5,9 pekerja sektor-publik di Inggris dan Wales, dan memiliki dana yang bernilai pasar sangat besar, diperkirakan  287,2 miliar Euro. Skema ini, di mana karyawan membayar bulanan hingga pensiun, dikelola di 99 dana pensiun regional di negara tersebut.

Kemenangan bersejarah

Menanggapi putusan MA tersebut, ketua Kampanye Solidaritas Palestina Kamel Hawwash mengatakan: “Kemenangan bersejarah ini merupakan kemenangan besar yang tidak hanya bagi kampanye untuk hak-hak Palestina, namun bagi prinsip-prinsip dasar demokrasi, kebebasan berekspresi dan keadilan.”

“Pada saat Israel terus meningkatkan penindasan terhadap rakyat Palestina dan tindakan ilegalnya … pemerintah harus bertindak untuk menegakkan hukum internasional dan membela hak asasi manusia, tidak menyerang kampanye damai yang berupaya melakukan hal itu,” tambahnya.

Pengacara PSC, Jamie Potter, mengatakan: “Anggota LGPS sekarang memiliki kebebasan untuk mengejar prinsip mereka sendiri sehubungan dengan peran perdagangan senjata dan negara-negara asing dalam pelanggaran hak asasi manusia di seluruh dunia, ketika menentukan bagaimana uang pensiun mereka diinvestasikan. ”

Pada bulan Desember, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana untuk memperkenalkan undang-undang baru yang melarang badan publik Inggris untuk bekerja dengan mereka yang terlibat dalam kampanye BDS. Boris telah menjadi penentang keras BDS sejak lama, mengatakan pada BBC pada tahun 2015 bahwa ia “tidak bisa memikirkan hal yang lebih bodoh” daripada memboikot Israel.

Gerakan BDS menanggapi seruan Palestina untuk melepaskan dan memboikot Israel dalam upaya menekan negara untuk mengakhiri pendudukan militer 53 tahun dan melindungi hak-hak Palestina. PSC mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Selama beberapa tahun, Israel dan sekutunya telah terlibat dalam pertempuran untuk mendelegitimasi aktivisme untuk hak-hak Palestina … Upaya pemerintah Inggris untuk memperkenalkan peraturan-peraturan ini harus dipahami dalam konteks itu.” *

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aktivisBDSboikotisraelpalestinayahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Apotek di Seluruh Turki Bagikan 40 Juta Masker pada Warganya secara Gratis
Tulisan selanjutnya Shalat tarawih kilat viral Ramadhan: Madrasah Keshalihan Individual dan Keshalihan Sosial

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?