Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Segeralah Tanam Meski Mendengar Besok Mau Kiamat”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Mei 2020 11:23 11:23 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Mei 2020 10:00
Bagikan
Rusmadiannur, dai yang aktif berkebun di belakang rumahnya, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, saat memanen singkongnya (05/02/2019).
Bagikan

“INSYA Allah bulan Syawal panen singkong,” Rusmadiannur tiba-tiba memberi kabar di grup WhatsApp, seraya mengunggah foto kebun singkongnya beberapa waktu lalu (20/03/2020).

Salah seorang anggota grup langsung terpancing. “Elvin mau ngebun (juga).”

“Silakan, ditunggu! Cangkul dah disiapkan,” timpal Rusmadiannur lalu mengatur jadwal berkebun.

Ini bukan grup para petani, tapi grup para pemain sepakbola minisoccer di Depok, Jawa Barat.

Begitulah cara ustadz Nur, demikian dikenal di tengah koleganya, mendakwahkan budaya cocok tanam kepada siapa saja. Termasuk ajakan mencangkul lahan. Memang, selain secara berjamaah, gerakan bercocok tanam juga dilakukan banyak invidu.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Di tengah kesibukannya sebagai pegiat dakwah dan olahraga, Rusmadiannur masih rajin berkebun hingga saat ini. Lahan kosong di belakangan rumahnya, Perumahan Ambar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tak disia-siakan.

Awalnya, lahan mati “seluas mata memandang” itu dipenuhi semak belukar dan rumput liar. Daripada dijadikan saran hewan-hewan liar dan berbahaya, ia pun membabat dan menghidupkan lahan itu. Tentu setelah diberi izin oleh pemilik tanah. Lahan itu memang bukan punya Rusmadiannur.

Ia mengaku mulai rajin berkebun di situ sejak sekitar 5 tahun terakhir. Menariknya, bapak empat anak ini masih bersemangat dan kuat menggarap sendirian kebunnya. Terkadang ada koleganya sesama pesepakbola yang ikut berkebun, cari keringat, istilahnya.

Menurut alumnus Kuliah Muballigh Muballighah alias KMM (1993) Balikpapan, Kalimantan Timur ini, butuh 6 bulan menunggu singkong panen. Sesekali ia membersihkan lahan. Usai panen, lahan ditanami lagi.

Setelah panen, singkongnya dinikmati tak sendirian. Selain untuk keluarga, juga dibagikan ke tetangga, kolega, dan santri-santrinya. Awak hidayatullah.com ini pernah menemaninya panen tahun lalu (05/02/2019). Singkongnya empuk setelah dimasak, enak dimakan.

Satu hal yang mengherankan dirinya kalau melihat ada anak muda yang tidak piawai berkebun –setidaknya dibanding dirinya yang sudah kepala empat. “Ana heran (saat) lihat hasil cangkulan mahasiswa tidak standar untuk ditanami singkong,” tuturnya seraya bercanda.

“Gemes juga sama anak-anak muda tapi kelihatan tua,” selorohnya lantas tertawa.

Oleh karena itu, ia mengaku siap berduet di “lapangan hijau” kebun dengan anak-anak muda untuk “menggocek” cangkul dan “mencetak gol” singkong. Sebab, baginya, salah satu manfaat berkebun sama seperti olahraga: bikin sehat.

Baca: Muhaimin Iqbal: Tanamlah Pangan Meski di Sejengkal Lahan

Dakwah Via Kurma

Cerita menarik lainnya di sektor ketahanan pangan. Adalah salah seorang ustadz Thoifur Bustomi, Ketua DPW Hidayatullah Lampung. Dai asal Bali ini fokus pada komoditisi asal tanah Arab, kurma.

Thoifur mengaku belajar tentang kurma, baik kursus, pelatihan, studi banding, selama hampir dua tahun. “Terjun seriusnya baru setahun ini,” ujarnya kepada hidayatullah.com, April 2020 secara terpisah.

Beberapa waktu lalu, ia meluncurkan penanaman pohon kurma di kampus kampus Ponpes Tahfizhul Qur’an Putri, Yukum Jaya, Kabupaten Lampung Tengah.

Sejauh ini katanya ia dan tim telah menyemai ratusan bibit kurma. “Yang ditanam agak besar sekitar belasan pohon,” ujarnya.

Selain di dalam kampus pesantren, gerakan menanam pohon kurma juga menjadi ladang dakwah ke para jamaah di tanam di area masjid-masjid dan masyarakat umum.

“Pengusaha luar yang banyak respons semangat, karena sangat prospektif untuk investasi perkebunan di masa depan. Karena kebun pohon kurma akan bertahan produktif berbuah sampai seratus  tahun,” ujarnya.

Ia fokus ke kurma karena menurutnya, berdasarkan anjuran keutamaan dalil dari 20 surat al-Qur’an dan 400-an Hadits yang membahas keutamaan dan anjuran mengonsumsi dan menanam kurma.

Selain di Lampung, Thoifur juga berkebun kurma di kampungnya di Bali.

“Semai dan tanam kurma unggul tropis untuk kemakmuran, kesejahteraan, dan keberkahan Indonesia,” tagline yang diusungnya, seraya berpesan bahwa seorang dai harus punya keterampilan hidup lain seperti bercocok tanam.

Thoifur Bustomi (kiri) dan aktivitas menanam pohon kurma di Bali yang digiatkannya (kanan). [Foto: Istimewa]
Pegiat ketahanan pangan, Muhaimin Iqbal, menilai, pada masa pandemi saat ini, kebutuhan mendasar yang perlu segera disikapi adalah pangan.

“Paling serius apa? Ya pangan. Karena kebutuhan dasar,” ujarnya hidayatullah.com di Depok saat diwawancara jarak jauh (25/04/2020).

Oleh karena itu, Muhaimin mendorong masyarakat untuk menghidupkan budaya bercocok tanam, baik ada atau tidak ada wabah. Pendiri Kuttab Al-Fatih ini menyerukan penanaman pangan meski hanya pada sejengkal lahan yang dimiliki seseorang.

“Masyarakat dimanapun yang masih ada (punya lahan) sejengkal tanah, tanam!” seru ekonom Muslim ini.

Baca: Rahasia Sederhana di Balik Sunnah Bercocok Tanam

Rasulullah pun Berkebun

Jauh sebelumnya, 14 abad silam. Sejarah telah mencatat ketahanan pangan yang digalakkan kaum Muslimin, termasuk yang dicontohkan oleh Sang Suri Teladan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Menurut peminat sejarah, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr Abdurrohim SHum MSI, Nabi Muhammad juga berkebun.

Abdurrohim bertutur. Kalau mengulik ke dalam Sirah Nabawi, tidak ada peristiwa paceklik yang sampai memicu bencana kelaparan.

Namun sepertinya, kata dia, sistem ketahanan pangan di zaman Rasulullah bersumber dari sejumlah aspek. Antara lain faktor kota Madinah yang relatif subur (oasis).

“Sehingga kaum Muslimin juga berprofesi sebagai petani dan bercocok tanam,” ujarnya kepada hidayatullah.com di Balikpapan, Kalimantan Timur, April lalu secara terpisah.

Saat itu, jelas dai yang sebelumnya diamanahi sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah dua periode berbeda ini, komoditas pertanian yang utama di Madinah adalah kurma.

“Bahkan Rasulullah sendiri pada akhirnya setelah perang Khaibar, memiliki sepetak kebun kurma di Fadak, di mana beliau bahkan mempekerjakan beberapa orang untuk membantu beliau berkebun di areal tersebut,” ujarnya.

Kembali ke Indonesia saat ini. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan. Presiden Joko Widodo beberapa waktu telah menyampaikan terjadinya defisit pangan di mayoritas provinsi se-Indonesia.

Baca: Prabowo Subianto: Tanam Bahan Pangan, Gunakan Setiap Lahan

Prabowo Subianto pada Rabu (22/04/2020) memperkirakakan Indonesia kemungkinan akan menghadapi situasi sulit beberapa saat ke depan dampak pandemi Covid-19. Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Menteri Pertahanan ini menyerukan masyarakat agar memanfaatkan lahan-lahan dengan menanam tanaman untuk ketahanan pangan.

Bagi Rusmadiannur, pria asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini, spirit penting dalam bercocok tanam adalah wejangan Rasulullah.

“Motivasinya adalah apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, bahwa jika ada bibit di tanganmu, bibit apa saja selama bermanfaat dan produktif, maka segeralah tanam meskipun engkau mendengar besok mau kiamat,” tutur dai yang tampak awet muda ini kepada hidayatullah.com penghujung April 2020.

Sebenarnya begitu banyak para pegiat dakwah lainnya yang selama ini aktif bercocok tanam. Termasuk dari kalangan pondok pesantren. Di antaranya diulas panjang lebar dalam Laporan Khusus Majalah Suara Hidayatullah edisi Juni 2020/Syawal1441H yang insya Allah segera terbit.* Abdus Syakur/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cocok tanamcovid-19daidakwahketahanan pangankurmapanganrasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LSP MUI Lakukan Uji Kompetensi Via Online Saat Pandemi
Tulisan selanjutnya Ribuan Orang di Bosnia Protes Misa Gereja untuk Orang Kroasia Kolaborator Nazi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?