Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hanya Jubir, Menantu Bin Ladin Tak Punya Peran Militer

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Maret 2014 10:08 10:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Maret 2014 10:08
Bagikan
Sulaiman Abu Ghaith, menantu Usama bin Ladin dan Khalid Sheikh Muhammad (inzet).
Bagikan

Hidayatullah.com—Sulaiman Abu Ghaith menantu Usama bin Ladin yang dituduh sebagai otak serangan 9/11 dan saat ini sedang disidang di New York, tidak memiliki peran dalam operasi militer Al-Qaida.

Dilansir Aljazeera (17/3/2014), Khalid Sheikh Muhammad mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diajukan ke pengadilan federal Manhattan Ahad malam (16/3/2014) bahwa Ghaith berperan sebagai jurubicara Al-Qaida karena dia seorang pembicara yang fasih dan memukau.

Namun Muhammad mengatakan, Abu Ghatih, 48, “bukan seorang militer dan tidak ada urusannya dengan operasi militer.”

Abu Ghaith didakwa melakukan konspirasi untuk membunuh orang Amerika. Dia merupakan tokoh Al-Qaida level tertinggi yang diproses hukum oleh Amerika Serikat dalam kasus serangan 11 September 2001 atas gedung World Trade Center di New York.

Jaksa penuntut mengatakan, Abu Ghaith merupakan bagian dari rencana Al-Qaida dan perannya sebagai jurubicara dalam video-video, serta sebagai motivator kelompok itu di kamp pelatihan di Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pengacara Abu Ghaith mengatakan, kliennya yang kelahiran Kuwait itu memang mengeluarkan pernyataan yang berapi-api, tetapi dia tidak berkonspirasi untuk melakukan terorisme.

Para pengacara pembela Abu Ghaith berusaha menggunakan pernyataan dari Muhammad, yang sekarang dikurung di penjara Guantanamo. Mereka membutuhkan izin dari hakim distrik Lewis A Kaplan untuk bisa menggunakannya di pengadilan.

“Bapak Muhammad tidak bisa secara fisik tampil di pengadilan, dan pernyataannya diperlukan untuk mencegah kegagalan hukum dalam masalah ini,” kata tim pengacara pimpinan Stanley Cohen dalam suratnya kepada hakim.

Tim pembela yakin keterangan Muhammad bisa membantah klaim pemerintah Amerika yang mengatakan bahwa Abu Ghaith pasti sudah mengetahui sebelumnya akan rencana serangan Al-Qaida yang disebut sebagai rencana serangan bom sepatu di pesawat, dan juga rencana Richard Reid untuk melancarkan serangan bom sepatu pada Desember 2001.

Pernyataan yang diberikan Muhammad sama seperti jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh pengacara Abu Ghaith.

Dalam pernyataannya, Muhammad mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berbicara dengan Abu Ghaith mengenai rencana operasi bom sepatu.

“Mereka yang ditugaskan untuk memberikan pernyataan kepada media tidak berarti pasti mengetahui seluruh detail sebuah operasi dan terkadang bahkan sama sekali tidak tahu akan keberadaan operasi tersebut,” tegas Muhammad.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Tutup Kantor dan Usir Staf Diplomatik Suriah
Tulisan selanjutnya Pemimpin Perlawanan Chechen Doku Umarov Dikabarkan Meninggal Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?