Hidayatullah.com—Orang yang paling dicari Rusia, Doku Umarov, telah meninggal dunia dan perannya sebagai pemimpin kelompok perlawanan di Kaukasus Utara digantikan oleh orang baru. Demikian menurut sebuah situs terkemuka Chechen, lansir Aljazeera (18/3/2014).
Pasukan yang dipimpin Umarov mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan mematikan, termasuk bom bunuh diri yang membunuh 37 orang di sebuah bandara di Moskow tahun 2011 dan 40 orang di kereta bawah tanah Moskow tahun 2010.
Kematian Umarov berulang kali dikabarkan oleh pemimpin Chechen dukungan Kremlin, tetapi kabar kematian itu belum pernah datang dari para pendukung Umarov sendiri.
Situs Kavkaz Centre mengeluarkan obituari yang menyebut Umarov sebagai syuhada dan telah memberikan 20 tahun masa hidupnya untuk berjihad.
Situs itu tidak menjelaskan kapan dan di mana Umarov meninggal dunia. Namun, kemunculan sejumlah video secara beruntun yang menampilkan seseorang memperkenalkan diri sebagai pengganti Umarov mengindikasikan bahwa dia wafat beberapa waktu lalu.
Seorang pria berjenggot bernama Ali Abu Mukhammad mengatakan dalam video yang diunggah ke YouTube bahwa dirinya diminta untuk menggantikan posisi Umarov.
“Saya menyatakan bahwa saya menerima tanggung jawab ini,” katanya.
Seorang jurubicara dari Komite Anti-Terorisme Nasional Rusia seperti dikutip kantor berita RIA mengatakan belum bisa mengkonfirmasi kabar kematian Umarov.
Namun pemimpin Republik Chechnya yang merupakan boneka dan didukung Kremlin, Ramzan Kadyrov, menulis dalam akunnya di Instagram “Penyambung lidah teroris melaporkan bahwa Doku Umarov mati!”
“Umarov terbunuh dalam sebuah operasi keamanan, yang pernah saya tulis sebelumnya … Sekarang [berita] itu dikonfirmasi sendiri oleh tikus-tikus itu,” tulis Ramzan Kadyrov.
Doku atau Dokka Umarov memimpin kelompok perlawanan di wilayah-wilayah Chechnya, Dagestan dan Kaukasus Utara sejak 2007.
Kelompoknya diduga menjadi otak serangan bom yang membunuh 41 orang di kota Volgograd di selatan Rusia beberapa bulan sebelum penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Sochi.
Dalam sebuah video yang diunggah ke internet bulan Juli 2013, Umarov mendesak pengikutnya untuk menggunakan kekuatan penuh guna mencegah Putin menggelar acara olahraga tersebut.*