Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

WHO Desak Pakistan Berlakukan Karantina Wilayah Secara Berselang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juni 2020 20:22 8:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juni 2020 20:22
Bagikan
WNI anggota Jamaah Tabligh di Pusat Karantina di Pusat Karantina di Kota Lahore Denny Tri-KBRI Basuki
Bagikan

Hidayatullah.com—Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak agar Pakistan segera melakukan lockdown atau penguncian wilayah secara “intermittent” (berselang) guna memperlambat pertambahan infeksi coronavirus penyebab Covid-19 yang melonjak sejak sejumlah pembatasan dicabut.

Dalam sebuah surat WHO, yang dikonfirmasi oleh pejabat Pakistan hari Selasa (9/6/2020), lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu mengatakan bahwa pada saat ini Pakistan tidak memenuhi kondisi yang disyaratkan agar lockdown bisa dicabut.

Sejak awal wabah Covid-19 di Pakistan pada bulan Maret, Perdana Menteri Imran Khan menolak penguncian wilayah secara nasional seperti yang dilakukan di negara-negara lain. Dia beralasan negaranya tidak akan mampu menanggung konsekuensi dari pemberlakuan karantina wilayah secara nasional. Untuk itu, dia hanya memerintahkan penutupan wilayah dilakukan di empat provinsi. Namun, pekan lalu Khan mengatakan sebagian pembatasan yang diberlakukan itu akan dicabut.

Rekomendasi WHO itu disampaikan setelah otoritas kesehatan Pakistan mengumumkan rekor baru pertambahan harian jumlah kasus infeksi coronavirus, yang sekarang total mencapai 113.000 infeksi dengan 2.200 kematian. Namun, perlu diketahui jumlah tes Covid-19 yang dilakukan di Pakistan masih tergolong sedikit, sehingga infeksi yang sebenarnya kemungkinan jumlahnya jauh lebih tinggi dari angkta tersebut.

WHO menyarankan agar Pakistan, yang warganya kebanyakan tidak mempraktikkan protokol kebersihan dan jarak sosial dalam kehidupan sehari-hari, melakukan lockdown selama dua pekan lalu melonggarkannya selama dua pekan dan begitu seterusnya sampai wabah berkurang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menanggapi rekomendasi WHO itu penasihat khusus bidang kesehatan di kantor perdana menteri, Zafar Mirza, berkata, “Kami harus membuat kebijakan yang sulit guna menyeimbangkan pilihan antara menyelamatkan nyawa atau kehidupan masyarakat.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19karantinalockdownPakistan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya daging Bacon Flu Babi Afrika Menjangkiti Peternakan Babi Terbesar di Nigeria
Tulisan selanjutnya PKS: Pemerintah Sering Wacanakan Pelonggaran, Masyarakat Jadi Kurang Waspada Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?